Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Kompas.com - 14/11/2019, 12:05 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comMenteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi yakin perempuan sebagai inti upaya dialog antaragama memiliki peluang besar dalam mencapai masyarakat yang inklusif dan damai.

“Sudah saatnya wanita bekerja bersama untuk membawa panji toleransi dan moderasi,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/11/2019).

Pernyataan itu ia sampaikan lewat pesan video saat membuka forum ASEAN Women Interfaith Dialogue dengan ASEAN-Institute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR) sebagai pemrakarsanya.

“Sudah saatnya bagi perempuan menjadi agen perdamaian, toleransi, dan kemakmuran,” imbuh Retno.

Baca juga: Kemenlu Janji Bantu Produk Unggulan NTT Penetrasi ke Pasar Global

Ia melanjutkan, forum yang merupakan hasil kerja sama ASEAN-IPR Indonesia, Australia, dan Asia Foundation itu harus bisa menjadi platform untuk mewujudkan hal tersebut.

Forum yang digelar 12–13 November 2019 di Grand Sheraton, Jakarta itu bertema Promoting Understanding for an Inclusive and Peaceful Society.

Acara itu sekaligus merupakan tindak lanjut peluncuran pool of experts–ASEAN Women for Peace Registry (AWPR) tahun lalu di Filipina.

Selain itu, acara tersebut adalah suatu implementasi ASEAN Leader’s Joint Statement Women, Peace and Security tahun 2017.

Apresiasi forum ASEAN Women Interfaith Dialogue

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Dato Lim Jock Hoi dan Chargé D’Affaires Australia Mission to ASEAN, Megan Jones yang membuka forum tersebut sangaat mengepresiasi kegiatan ini. 

Ini karena sesuai dengan kepentingan ASEAN saat ini, yakni pemberdayaan wanita dan aktualisasi perdamaian serta masyarakat inklusif di kawasan.

“Partisipasi aktif dalam dialog antaragama seperti ini menunjukkan komitmen kami untuk memberdayakan perempuan ASEAN,” kata Dato Lim saat sambutan pembuka.

Baca juga: Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Ia melanjutkan, pemberdayaan itu khususnya dalam menyelesaikan perselisihan dan mengatasi tantangan melalui jalur damai dengan pendekatan menyeluruh pada masyarakat.

Sementara itu, menurut Wakil Indonesia untuk ASEAN-IPR Governing Council, Duta Besar Artauli Tobing, forum ini memberi ruang perempuan ASEAN untuk terlibat aktif bangun perdamaian.

“Pria dan perempuan perlu bekerja bersama dalam penciptaan perdamaian berbasis agama, meski keterlibatan perempuan sering tidak terdengar,” kata Artauli.

Indonesia bicara

Pada forum ini, Indonesia berkesempatan membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola masyarakat yang sangat beragam dan majemuk, bersama dengan tantangannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Konferensi Internasional mengenai Agama dan Perdamaian, Siti Musdah Mulia saat sesi pesan perdamaian.

Salah satu sesi di forum ASEAN Women Interfaith Dialogue.Dok. Kemenlu Salah satu sesi di forum ASEAN Women Interfaith Dialogue.

Pengalaman dan praktik itu terutama dalam mengamankan tiga pilar perdamaian berkelanjutan, yakni pemulihan ekonomi dan rekonsiliasi, kohesi dan pembangunan sosial, serta legitimasi politik, keamanan, dan pemerintahan yang baik.

ASEAN Women Interfaith Dialogue memang bertujuan membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam menguatkan peran wanita menjaga harmoni di antara masyarakat yang beragam.

Baca juga: Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Forum tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan yang ada dan cara mengatasinya demi menuju masyarakat yang majemuk, inklusif dan lebih maju.

Selain merupakan dialog antaragama perempuan tingkat ASEAN pertama, forum turut dihadiri lebih dari 125 peserta.

Mereka berasal dari berbagai organisasi dan komunitas agama, akademisi, serta think tanks negara anggota ASEAN.

Rekomendasi atau hasil dari pertemuan akan menjadi masukan bagi ASEAN.

Terkini Lainnya
Mendagri Tekankan Pentingnya Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Ketepatan Sasaran

Mendagri Tekankan Pentingnya Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Ketepatan Sasaran

Kementerian Luar Negeri
Pada Lokakarya Internasional, Kemenlu Soroti Pentingnya Transformasi Pertambangan Berkelanjutan

Pada Lokakarya Internasional, Kemenlu Soroti Pentingnya Transformasi Pertambangan Berkelanjutan

Kementerian Luar Negeri
Pertamina Nyatakan Kesiapannya Berkolaborasi Kembangkan Energi di Afrika

Pertamina Nyatakan Kesiapannya Berkolaborasi Kembangkan Energi di Afrika

Kementerian Luar Negeri
Pada IAF 2024, Indonesia dan Afrika Teken Kerja Sama Industri Strategis Senilai 173,5 Juta Dollar AS

Pada IAF 2024, Indonesia dan Afrika Teken Kerja Sama Industri Strategis Senilai 173,5 Juta Dollar AS

Kementerian Luar Negeri
Bertemu Menlu Angola, Retno Marsudi Harap Kerja Sama Ekonomi Diperkuat

Bertemu Menlu Angola, Retno Marsudi Harap Kerja Sama Ekonomi Diperkuat

Kementerian Luar Negeri
Komitmen Pertamina di Afrika, Integrasi Ekspansi Global dan Transisi Energi

Komitmen Pertamina di Afrika, Integrasi Ekspansi Global dan Transisi Energi

Kementerian Luar Negeri
Perkuat Komitmen Ekspansi Energi di Afrika, Pertamina Dukung Indonesia-Afrika Forum 2024

Perkuat Komitmen Ekspansi Energi di Afrika, Pertamina Dukung Indonesia-Afrika Forum 2024

Kementerian Luar Negeri
Di IAF 2024, Jokowi Ajak Negara Afrika Semakin Solid Jadi Penggerak Perubahan 

Di IAF 2024, Jokowi Ajak Negara Afrika Semakin Solid Jadi Penggerak Perubahan 

Kementerian Luar Negeri
Jokowi Soroti 4 Poin Penting dalam Wujudkan Pembangunan Adil dan Inklusif di Negara Berkembang

Jokowi Soroti 4 Poin Penting dalam Wujudkan Pembangunan Adil dan Inklusif di Negara Berkembang

Kementerian Luar Negeri
Kemenlu Gelar Indonesia-Africa Forum 2024, Peluang Emas Transaksi Bisnis di Pasar Afrika

Kemenlu Gelar Indonesia-Africa Forum 2024, Peluang Emas Transaksi Bisnis di Pasar Afrika

Kementerian Luar Negeri
Perkuat Kerja Sama dengan Afrika, Indonesia Siapkan Beberapa Side Events di IAF Bali

Perkuat Kerja Sama dengan Afrika, Indonesia Siapkan Beberapa Side Events di IAF Bali

Kementerian Luar Negeri
Para Menlu ASEAN Sepakat Lanjutkan Hasil Keketuaan Indonesia untuk Keketuaan Laos 2024

Para Menlu ASEAN Sepakat Lanjutkan Hasil Keketuaan Indonesia untuk Keketuaan Laos 2024

Kementerian Luar Negeri
Jelang Pernyataan Mahkamah Internasional soal Palestina, Menlu: Tindakan Israel Harus Dihentikan

Jelang Pernyataan Mahkamah Internasional soal Palestina, Menlu: Tindakan Israel Harus Dihentikan

Kementerian Luar Negeri
Menlu: Indonesia Jadi Pemain Utama di Kawasan dan Global

Menlu: Indonesia Jadi Pemain Utama di Kawasan dan Global

Kementerian Luar Negeri
Diplomasi Indonesia Terus Perjuangkan Hak dan Akses Pendidikan Perempuan di Afghanistan

Diplomasi Indonesia Terus Perjuangkan Hak dan Akses Pendidikan Perempuan di Afghanistan

Kementerian Luar Negeri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com