Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Kompas.com - 19/10/2024, 20:06 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya untuk meningkatkan keberadilan, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan di Indonesia terus menjadi fokus utama Pemerintah Indonesia selama satu dekade terakhir.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Kemendikbud Ristek) telah merancang berbagai kebijakan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pendidikan yang berkualitas.

Dampak positif dari kebijakan tersebut dirasakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga masyarakat luas.

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud Ristek Vivi Andriani mengatakan, pihaknya memastikan kebijakan yang mendukung pemerataan dan akses pendidikan berjalan dengan baik.

Baca juga: Kemendikbudristek Gandeng 24 Mitra Tingkatkan Kualitas Sekolah Sehat

"Masih banyak anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan yang memadai, bahkan ada yang belum bersekolah. Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan tersebut harus dipastikan berjalan," ujar Vivi dalam rilis pers yang diteirma Kompas.com, Sabtu (19/10/2024).

Ia pun menyoroti sejumlah program, seperti Indonesia Pintar serta Afirmasi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Dua program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Selama lima tahun terakhir, lanjut Vivi, Kemendikbud Ristek telah menerapkan kebijakan penting melalui program Merdeka Belajar.

Program tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pembelajaran di sekolah lebih berpusat kepada peserta didik, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai potensi dan kapasitas masing-masing.

Baca juga: Kemendikbudristek Perkuat Sinergi Perfilman dan Musik, Dorong Karya Anak Bangsa

“Program tersebut juga didukung oleh penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan satuan pendidikan, termasuk sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Vivi menambahkan, program Merdeka Belajar tidak hanya berdampak pada hasil belajar peserta didik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Guru-guru kini lebih didorong untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan mengajarnya melalui pelatihan yang disediakan di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

"Transformasi pendidikan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga tenaga pengajar. Guru-guru sekarang lebih siap dan kompeten untuk mengajar dengan metode yang lebih efektif," jelasnya.

Baca juga: Politikus PKB Sebut Kemenparekraf Kemungkinan Dipisah, Kemendikbudristek Juga

Dampak Merdeka Belajar 

Pada kesempatan sama, Koordinator Nasional Komunitas Kami Pengajar, Fitriana, berbagi pandangan mengenai dampak Merdeka Belajar bagi para guru.

Menurutnya, program Merdeka Belajar telah membawa perubahan signifikan, terutama dalam aspek teknologi pendidikan dan kurikulum yang lebih dinamis.

Program Merdeka Belajar telah membuat guru lebih bersemangat untuk terus belajar. Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini juga memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta memastikan bahwa guru bekerja dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” terang Fitri.

Komitmen Kemendikbud Ristek untuk memastikan keberadilan pendidikan juga terlihat dari berbagai sosialisasi kepada orangtua.

Baca juga: Kemendikbudristek Gelar Puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024

Ketua Komunitas Sidina atau Ibu Penggerak, Susi Sukaesih, mengungkapkan peran aktif komunitasnya dalam mendukung penyebaran informasi tentang program-program Merdeka Belajar.

Adapun fasilitator yang siap sedia untuk membantu menyosialisasikan program Merdeka Belajar dari sudut pandang orangtua sebanyak lebih dari 200 orang.

“Kami membantu menyosialisasikan program-program ini kepada orangtua dan siswa, terutama terkait bahaya perundungan dan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan,” ujar Susi.

Susi mengaku, komunitas orangtua merasa sangat senang terhadap program Merdeka Belajar karena relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Ia juga memotivasi teman-temannya untuk membuat gerakan Ibu Penggerak.

“Saya sudah menginisiasi komunitas sejak 2022. Kami mengadakan pelatihan online dengan materi seputar update program-program Mereka Belajar, seperti Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila, serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan atau PPKSP,”  ungkapnya.

Susi melanjutkan, sejumlah programm seperti transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan, Kurikulum Merdeka, dan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI), telah membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.

“Dengan adanya Kurikulum Merdeka, anak-anak banyak mendapatkan pembelajaran berbasis proyek, sehingga mereka ditantang untuk lebih kreatif,” katanya.

Baca juga: Platform Digital, Inisiatif Kemendikbudristek Percepat Transformasi Pendidikan 

Sementara itu, manfaat dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga dirasakan oleh mahasiswa.

Almendo Imanuel, mahasiswa program studi Pendidikan Fisika di Universitas Musamus Merauke, mengapresiasi program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang diikutinya.

Menurut Almendo, program tersebut telah memberikan pengalaman berharga dan membantu mengembangkan rasa percaya diri serta kemampuan bersaing.

“Program yang saya ikuti, yaitu Pertukaran Mahasiswa Merdeka, memberikan dampak kepada diri saya. Program ini turut mengubah diri saya dengan menumbuhkan rasa semangat, percaya diri, dan kemampuan untuk bersaing,” ungkap Almendo.

Baca juga: Apresiasi Komitmen Pemda Mentransformasi Pendidikan, Kemendikbudristek Beri Anugerah Merdeka Belajar 2024

Seiring dengan beragam kebijakan dan program yang diinisiasi, pemerintah berkomitmen untuk mencapai tujuan besar Indonesia Emas 2045.

Pembangunan pendidikan selama satu dekade terakhir diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Upaya meningkatkan keberadilan, pemerataan, dan akses pendidikan yang lebih luas diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera.

Terkini Lainnya
PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Kemendikdasmen
TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

Kemendikdasmen
Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Kemendikdasmen
Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kemendikdasmen
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Kemendikdasmen
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Kemendikdasmen
Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Kemendikdasmen
Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kemendikdasmen
Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Kemendikdasmen
Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Kemendikdasmen
Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikdasmen
Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Kemendikdasmen
Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Kemendikdasmen
Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com