Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Kompas.com - 17/09/2025, 10:00 WIB
Tsabita Naja,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen) menghadirkan sejumlah program prioritas untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, mencakup peningkatan kesejahteraan guru, revitalisasi sekolah, dan Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP).

Dengan total anggaran mencapai Rp 181,5 triliun, program prioritas ini juga menawarkan beasiswa afirmasi, Program Indonesia Pintar (PIP), serta digitalisasi pembelajaran.

Kemendikdasmen dalam keterangan persnya, Selasa (16/9/2025), menyatakan bahwa program-program tersebut bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi guru, siswa, dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen memahami bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, anggaran sebesar Rp 13,2 triliun dialokasikan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Baca juga: Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp 757,8 Triliun, Kesejahteraan Guru Diharapkan Bisa Meningkat

Melalui anggaran tersebut, sebanyak 785.374 guru dan tenaga kependidikan non-ASN menerima tunjangan dalam bentuk Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), dan insentif. 

Lalu, sebanyak 253.407 guru pada pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), sedangkan 804.158 guru difasilitasi sertifikasi Program Profesi Guru (PPG) dan 16.197 guru mendapat bantuan untuk menempuh program kualifikasi Strata 1 (S1)/Diploma 4 (D4). 

“Program-program tersebut merupakan terobosan pemerintah sekaligus kado Bapak Presiden Prabowo untuk para guru di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Sementara itu, untuk tunjangan guru ASN di daerah, pemerintah melalui Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran senilai Rp 70 triliun. 

Baca juga: Mendikdasmen Usul Tunjangan Guru Honorer Ditambah Jadi Rp 500.000

Dari dana tersebut, sebanyak 1.522.722 guru penerima TPG, 62.536 guru penerima TKG, dan 332.170 guru penerima Dana Tambahan Penghasilan (DTP), akan merasakan manfaat nyata.

Tunjangan tersebut disalurkan secara langsung ke rekening guru untuk meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan, dan kompetensi guru, serta mengurangi beban administratif.

Adapun Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) disalurkan secara langsung ke rekening sekolah sebesar Rp 59,3 triliun untuk 50.463.212 murid di 422.106 Sekolah.

Dana tersebut bertujuan untuk memastikan satuan pendidikan di seluruh penjuru negeri mampu memenuhi standar layanan minimum dan terus meningkatkan mutu pembelajaran.

Baca juga: Kemendikdasmen: Satuan Pendidikan Vokasi Perlu Siapkan Calon Wirausaha

Namun, bantuan operasional saja tidak cukup, mengingat peserta didik membutuhkan lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Atas dasar itu, Kemendikdasmen menjadikan revitalisasi satuan pendidikan sebagai salah satu program prioritas.

Selanjutnya, dengan anggaran Rp 16,9 triliun, sebanyak 15.523 sekolah dari PAUD hingga sanggar kegiatan belajar (SKB) direvitalisasi guna menciptakan ruang belajar yang lebih layak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui swakelola pembangunan.

“Tahun ini, sebagai program prioritas Bapak Presiden, kami melakukan renovasi dan revitalisasi untuk lebih dari 15.000 satuan pendidikan. Awalnya direncanakan untuk 10.440,” kata Mu’ti.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi pembelajaran juga menjadi salah satu prioritas Kemendikdasmen. Program ini memfasilitasi akses pembelajaran digital bagi lebih dari 285.000 sekolah pada jenjang PAUD hingga SKB.

Baca juga: Kipin Classroom Dorong Pemerataan Pembelajaran Digital Berbasis Chromebook untuk Daerah 3T

Digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu mendorong motivasi belajar, mempermudah pemahaman materi, meningkatkan keterampilan digital, serta mengurangi learning loss dan ketertinggalan literasi maupun numerasi.

“Sekolah-sekolah itu kami data mana yang sudah siap, dan itu kami nanti akan kirimkan sesuai dengan data yang dikirimkan sekolah itu. Kemudian, kami juga sudah menyiapkan pelatihan untuk gurunya supaya alat itu dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti.

Selain meningkatkan kesejahteraan guru dan operasional sekolah, akses pendidikan bagi murid dari kalangan ekonomi lemah pun menjadi perhatian utama Kemendikdasmen.

Melalui PIP dan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Kemendikdasmen mengucurkan anggaran senilai Rp 13,5 triliun untuk mengurangi angka putus sekolah.

Baca juga: Kurangi Angka Putus Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan Pendidikan Jarak Jauh Gratis

Lebih dari 18,5 juta siswa penerima PIP dari keluarga prasejahtera dapat memanfaatkan bantuan ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, 4.679 penerima beasiswa ADEM yang merupakan siswa dari Papua maupun anak migran Malaysia bisa bersekolah di luar Papua dan Malaysia.

Seluruh inisiatif ini membuktikan bahwa program prioritas Kemendikdasmen bukan sekadar wacana, tetapi strategi menyeluruh yang membawa dampak langsung bagi guru, siswa, dan masa depan pendidikan Indonesia.

Terkini Lainnya
PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Kemendikdasmen
TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

Kemendikdasmen
Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Kemendikdasmen
Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kemendikdasmen
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Kemendikdasmen
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Kemendikdasmen
Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Kemendikdasmen
Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kemendikdasmen
Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Kemendikdasmen
Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Kemendikdasmen
Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Kemendikdasmen
Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikdasmen
Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Kemendikdasmen
Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Kemendikdasmen
Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com