Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Kompas.com - 27/06/2026, 19:43 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com -  Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan ( Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperluas pilihan karier.

Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kompetensinya, termasuk melalui kewirausahaan, sehingga tidak hanya terpaku pada pilihan menjadi anggota TNI, Polri, atau aparatur sipil negara (ASN).

"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini. Tapi jangan hanya berpikir satu pilihan saja, ingin menjadi TNI, polisi, ASN," kata Mendagri saat mengunjungi Politeknik "Ben Mboi" Unhan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (27/6/2026).

Mendagri menilai Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT merupakan salah satu model pendidikan vokasi unggulan yang membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan, terutama di bidang pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, budidaya laut, serta bidang lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui tumbuhnya lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah kekayaan sumber daya alam Indonesia. Hal ini sekaligus akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Negara kita lebih banyak membutuhkan wiraswasta. Negara kita bisa menjadi negara G20. Artinya negara G20, grup 20 negara dengan pendapatan domestik brutonya itu terbesar di dunia," terangnya.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan yang memiliki lebih dari 100 gunung berapi sehingga tanahnya sangat subur.

Kondisi tersebut mendukung sektor pertanian dan perkebunan, ditambah iklim tropis yang memungkinkan kegiatan tanam berlangsung sepanjang tahun.

Selain itu, berbeda dengan sejumlah negara di kawasan Jazirah Arab, Indonesia juga memiliki puluhan ribu aliran sungai.

"Kita 50 ribu batang ruas sungai, artinya sungai dengan cabang-cabangnya. Kita memiliki danau, baik danau asli maupun danau buatan. Jumlahnya juga ribuan, artinya sumber air kita cukup, tapi belum maksimal digunakan. Cukup bagus untuk pertanian, perkebunan," ucapnya.

Mendagri juga mencontohkan Selandia Baru yang mampu membangun kesejahteraan melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar karena dikaruniai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

Baca juga: Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

"Jadi sebetulnya potensi untuk berusaha di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan itu sangat terbuka dan bisa menghasilkan kalau di sini uang bahasanya osan, osannya lebih banyak daripada jadi anggota TNI, Polri, ASN," tandasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta civitas academica dan para kadet Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT.

Terkini Lainnya
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Kemendagri
Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Kemendagri
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Kemendagri
BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

Kemendagri
Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Kemendagri
Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Kemendagri
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Kemendagri
Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Kemendagri
Perkuat Pengawasan Perbatasan RI–Timor Leste, BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu

Perkuat Pengawasan Perbatasan RI–Timor Leste, BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu

Kemendagri
Ketua Umum Seruni KMP Dorong Penguatan Akses Pendidikan melalui Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kupang

Ketua Umum Seruni KMP Dorong Penguatan Akses Pendidikan melalui Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kupang

Kemendagri
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTT, Ketum Seruni KMP Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTT, Ketum Seruni KMP Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Kemendagri
Jamin Pemulihan Berkeadilan, Satgas PRR Pastikan Hak Kelompok Rentan Terpenuhi

Jamin Pemulihan Berkeadilan, Satgas PRR Pastikan Hak Kelompok Rentan Terpenuhi

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com