Sulsel Jadi Provinsi Terbaik dalam Pembiayaan Pembangunan di Sulawesi, Terima Insentif Rp 3 Miliar

Kompas.com - 02/06/2026, 10:05 WIB
Anissa Dea,
DWN

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.comKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai Terbaik I kategori Creative Financing tingkat provinsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Selain menerima piala, Pemerintah Provinsi Sulsel juga mendapat bantuan pemerintah berupa insentif fiskal senilai Rp 3 miliar.

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 merupakan program yang digelar Kemendagri untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang pembangunan.

Pada Regional Sulawesi, penghargaan diberikan dalam empat kategori, yakni creative financing, penurunan tingkat pengangguran, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Baca juga: Gowa Tekan Stunting dari 21 Jadi 17 Persen, Bupati Sitti Husniah Talenrang Ungkap Strateginya

Kategori creative financing sendiri menilai kemampuan kepala daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya untuk menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan.

Penilaian kategori itu mencakup kemampuan daerah dalam mengelola badan usaha milik daerah (BUMD) guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, serta konsistensi opini atas pengelolaan keuangan daerah.

Dengan capaian tersebut, Sulsel dinilai menjadi provinsi terbaik di regional Sulawesi dalam menghadirkan terobosan pembiayaan pembangunan daerah.

Insentif fiskal untuk daerah berprestasi

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga disertai insentif fiskal bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik.

Menurut Tito, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan juga disertai insentif fiskal bagi pemerintah daerah yang dinilai berprestasi.

Baca juga: Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

“Program ini seperti kami sampaikan sebelumnya dengan rekan kepala daerah berasal dari anggaran Kementerian Dalam Negeri Rp 1 triliun. Anggaran ini kami alokasikan dalam rangka untuk memberikan reward atau insentif fiskal,” ujarnya dalam siaran langsung acara yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.

Tito berharap, pemberian insentif tersebut dapat mendorong pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja, memperbaiki pelayanan publik, dan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing.

“Acara ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan award, untuk memotivasi rekan-rekan kepala daerah,” kata Tito.

Kompetisi dibuat regional

Tito menjelaskan, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 dibagi berdasarkan regional agar kompetisi antardaerah berjalan lebih proporsional.

Menurutnya, jika kompetisi dilakukan secara nasional, daerah dengan kapasitas fiskal terbatas akan sulit bersaing dengan provinsi besar atau daerah yang memiliki anggaran jauh lebih besar.

Baca juga: Daftar Tenggal Merah Juni 2026, Lengkap dengan Hari Libur Nasional

“Kalau ditandingkan secara nasional, itu nanti juara-juaranya biasanya kota-kota besar atau kabupaten besar. Daerah-daerah yang kecil bisa kalah,” ujar Tito.

Karena itu, Kemendagri membagi ajang apresiasi tersebut ke dalam beberapa wilayah. Untuk Regional Sulawesi, kompetisi dilakukan antarpemerintah daerah di wilayah Sulawesi.

“Yang bertanding se-Sulawesi, antargubernur, antarbupati, antarwali kota,” kata Tito.

Ia juga menyampaikan selamat kepada daerah yang meraih penghargaan. Ia berharap, daerah pemenang dapat mempertahankan capaian sekaligus meningkatkan kinerja pada tahun-tahun berikutnya.

“Selamat kepada (Pemda) yang mendapatkan penghargaan. Semoga (capaian ini) terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Tito.

Baca juga: Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang digelar Kemendagri bersama Kompas.com di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir November 2026.

Terkini Lainnya
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Kemendagri
BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

Kemendagri
Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Kemendagri
Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Kemendagri
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Kemendagri
Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Kemendagri
Perkuat Pengawasan Perbatasan RI–Timor Leste, BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu

Perkuat Pengawasan Perbatasan RI–Timor Leste, BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu

Kemendagri
Ketua Umum Seruni KMP Dorong Penguatan Akses Pendidikan melalui Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kupang

Ketua Umum Seruni KMP Dorong Penguatan Akses Pendidikan melalui Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kupang

Kemendagri
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTT, Ketum Seruni KMP Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTT, Ketum Seruni KMP Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Kemendagri
Jamin Pemulihan Berkeadilan, Satgas PRR Pastikan Hak Kelompok Rentan Terpenuhi

Jamin Pemulihan Berkeadilan, Satgas PRR Pastikan Hak Kelompok Rentan Terpenuhi

Kemendagri
Mendagri Tito: Penghargaan Pemda Berprestasi untuk Memotivasi Daerah Tingkatkan Kinerja

Mendagri Tito: Penghargaan Pemda Berprestasi untuk Memotivasi Daerah Tingkatkan Kinerja

Kemendagri
Apresiasi Kinerja Pembangunan, Kemendagri Beri Penghargaan Daerah Berprestasi Regional Papua

Apresiasi Kinerja Pembangunan, Kemendagri Beri Penghargaan Daerah Berprestasi Regional Papua

Kemendagri
Mendagri Tito Sebut Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Bakal Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Mendagri Tito Sebut Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Bakal Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com