KOMPAS.com – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 2.155,6 gram (g) yang diduga dibawa warga negara Papua Nugini saat hendak melintas di wilayah perbatasan, Jumat (1/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.02 WIT ketika dua orang terduga pelaku mencoba melintas menggunakan sepeda motor di area pemeriksaan PLBN Skouw.
Namun, saat pemeriksaan barang bawaan berlangsung, keduanya mendadak memutar arah kendaraan dan melarikan diri kembali ke wilayah Papua Nugini dengan meninggalkan barang bawaan di lokasi.
Petugas keamanan yang siaga kemudian mengamankan barang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ganja seberat 2.155,6 g yang diduga hendak diselundupkan melalui jalur lintas batas.
Baca juga: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik di Bandung, Barang Bukti Bom Molotov
Barang bukti selanjutnya diserahkan kepada petugas Bea dan Cukai untuk penanganan lebih lanjut dengan koordinasi bersama Kepolisian Subsektor Skouw, unsur TNI, serta petugas keamanan PLBN Skouw.
Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih mengatakan, penggagalan tersebut merupakan hasil kewaspadaan petugas serta sinergi lintas instansi yang terjalin baik di wilayah perbatasan.
Menurutnya, sistem pengawasan berlapis menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran lintas negara.
“Pengawasan di pintu perlintasan akan terus kami perketat melalui koordinasi lintas instansi. Ini penting untuk memastikan kawasan perbatasan tetap aman dari berbagai upaya pelanggaran, termasuk peredaran narkotika,” ujar Ni Luh dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (4/5/2026).
Baca juga: BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan
PLBN Skouw yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) RI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kolaborasi customs, immigration, quarantine, and security (CIQS), serta mengedepankan profesionalisme petugas demi menciptakan perbatasan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkotika.