Tarawih Bersama Warga, Kasatgas Tito Siap Dukung Penyelesaian Pembangunan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe

Kompas.com - 21/02/2026, 10:37 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Tito menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali bersilaturahmi dengan warga Lhokseumawe sekaligus menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan bersama masyarakat.

“Saya bahagia bisa berkumpul bersama melaksanakan buka puasa, kemudian shalat Jumat, shalat Isya dan insyaallah sebentar lagi shalat Tarawih bersama di masjid kebanggaan warga Kota Lhokseumawe,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Tito pun mengapresiasi desain dan kemegahan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe yang dinilainya menjadi ikon kota.

Ia bercerita, ketika mencari informasi tentang Lhokseumawe melalui internet, gambar masjid tersebut kerap muncul, terutama pada malam hari saat tampak indah dengan pencahayaan.

Baca juga: Kasatgas Tito Tegaskan Relokasi dan Percepatan Huntara bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Utara

Namun, Tito menyoroti bahwa pembangunan masjid yang telah berlangsung hampir 30 tahun itu belum sepenuhnya rampung. Menurutnya, kondisi tersebut membuat bangunan belum optimal sebagai simbol kebanggaan daerah.

“Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa akan berupaya mencari berbagai alternatif dukungan untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid melalui jaringan pemerintah ataupun jejaring lain, termasuk kemungkinan dari luar negeri.

“Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid,” ucapnya.

Fokus rehabilitasi pascabencana

Selain menyoroti pembangunan masjid, kunjungan Tito ke Aceh juga berfokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ia mengatakan, Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak bercana terluas jika dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

“Itu sebabnya kami melaksanakan safari Ramadhan di Aceh ini dari hari pertama, menyusuri daerah pantai untuk meng-update dan mengetahui masalah apa saja yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah ataupun masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Laksanakan Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan

Tito menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk di Lhokseumawe. 

Pada rangkaian kunjungan tersebut, ia juga mencatat sejumlah persoalan lain yang perlu mendapat perhatian, termasuk penyelesaian pembangunan masjid.

“Dalam perjalanan ini kami juga menemukan masalah yang lain, seperti (pembangunan) masjid ini yang juga menjadi catatan bagi kami,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Kemendagri
Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Kemendagri
Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Kemendagri
Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kemendagri
Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kemendagri
PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

Kemendagri
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kemendagri
Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Kemendagri
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Kemendagri
Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Kemendagri
Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com