KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan shalat tarawih berjemaah bersama masyarakat Aceh Tamiang dengan penuh khidmat.
Shalat tarawih perdana tersebut digelar di Masjid Darussalam Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (19/2/2026).
Sebelum shalat tarawih, Tito sempat berbuka puasa bersama masyarakat Aceh Tamiang terdampak bencana, termasuk para penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang, kemudian menjalankan shalat maghrib dan isya di masjid tersebut.
Baca juga: Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri atau Berjamaah Beserta Doa Kamilin Arab dan Latin
Ia mengaku beruntung dapat melaksanakan buka puasa sekaligus shalat tarawih berjemaah pada hari pertama Ramadhan 2026 bersama masyarakat Aceh Tamiang.
Tito mengatakan bahwa keinginan itu telah muncul sebelum dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera.
"Karena saya melihat dari tiga provinsi (dan) 52 kabupaten/kota (terdampak bencana), salah satu yang terdampak paling berat adalah Aceh Tamiang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Jelang Ramadhan, 6.052 Penyintas Banjir Aceh Tamiang Masih di Tenda Pengungsian
Tito menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan warganya yang tengah terkena musibah. Kehadirannya di Aceh Tamiang pada hari pertama Ramadhan 2026 merupakan salah satu simbol kehadiran negara bersama masyarakat terdampak.
"Bahwa saya wakil pemerintah pusat hadir di sini, bukan untuk apa-apa, tetapi memberikan sinyal bahwa kami pemerintah pusat tidak meninggalkan bapak ibu sekalian," ungkap Tito.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah dan pihak terkait lainnya terus berupaya mempercepat pemulihan di daerah terdampak, termasuk Aceh Tamiang.
Baca juga: Pemulihan Sumatera, DPR Dukung Pemenuhan Anggaran Kesehatan Rp 529,3 Miliar
Hingga saat ini, banyak upaya yang telah dilakukan dan hasilnya mulai terlihat, mulai dari pulihnya aktivitas pemerintahan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pasar yang mulai beroperasi.
Meski demikian, Tito menyadari masih ada sejumlah persoalan yang perlu diprioritaskan, seperti penanganan pengungsi, percepatan pembersihan lumpur, dan penyediaan air bersih yang saat ini terus diupayakan.
"Kita akan selesaikan sampai tuntas," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan untuk masyarakat terdampak, termasuk warga yang rumahnya rusak.
Baca juga: Satgas PRR Fokus Salurkan DTH Korban Bencana Sumatera Jelang Ramadhan
Bantuan yang ditawarkan berupa dana senilai Rp 15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rusak berat atau hilang.
Pada kesempatan tersebut, Tito turut menekankan pentingnya kebersamaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana Sumatera. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, untuk membantu percepatan proses pemulihan.
"Kebersamaan sangat penting sekali dan semangat dari kita semua," kata Tito.
Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Puan Ajak Masyarakat Tumbuhkan Semangat Kebersamaan