Kasatgas Tito Shalat Tarawih Perdana Bersama Masyarakat Aceh Tamiang

Kompas.com - 20/02/2026, 11:30 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan shalat tarawih berjemaah bersama masyarakat Aceh Tamiang dengan penuh khidmat.

Shalat tarawih perdana tersebut digelar di Masjid Darussalam Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (19/2/2026).

Sebelum shalat tarawih, Tito sempat berbuka puasa bersama masyarakat Aceh Tamiang terdampak bencana, termasuk para penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang, kemudian menjalankan shalat maghrib dan isya di masjid tersebut.

Baca juga: Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri atau Berjamaah Beserta Doa Kamilin Arab dan Latin

Ia mengaku beruntung dapat melaksanakan buka puasa sekaligus shalat tarawih berjemaah pada hari pertama Ramadhan 2026 bersama masyarakat Aceh Tamiang.

Tito mengatakan bahwa keinginan itu telah muncul sebelum dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera.

"Karena saya melihat dari tiga provinsi (dan) 52 kabupaten/kota (terdampak bencana), salah satu yang terdampak paling berat adalah Aceh Tamiang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Jelang Ramadhan, 6.052 Penyintas Banjir Aceh Tamiang Masih di Tenda Pengungsian

Tito menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan warganya yang tengah terkena musibah. Kehadirannya di Aceh Tamiang pada hari pertama Ramadhan 2026 merupakan salah satu simbol kehadiran negara bersama masyarakat terdampak.

"Bahwa saya wakil pemerintah pusat hadir di sini, bukan untuk apa-apa, tetapi memberikan sinyal bahwa kami pemerintah pusat tidak meninggalkan bapak ibu sekalian," ungkap Tito. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah dan pihak terkait lainnya terus berupaya mempercepat pemulihan di daerah terdampak, termasuk Aceh Tamiang.

Baca juga: Pemulihan Sumatera, DPR Dukung Pemenuhan Anggaran Kesehatan Rp 529,3 Miliar

Hingga saat ini, banyak upaya yang telah dilakukan dan hasilnya mulai terlihat, mulai dari pulihnya aktivitas pemerintahan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pasar yang mulai beroperasi.

Meski demikian, Tito menyadari masih ada sejumlah persoalan yang perlu diprioritaskan, seperti penanganan pengungsi, percepatan pembersihan lumpur, dan penyediaan air bersih yang saat ini terus diupayakan.

"Kita akan selesaikan sampai tuntas," tegasnya. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan untuk masyarakat terdampak, termasuk warga yang rumahnya rusak.

Baca juga: Satgas PRR Fokus Salurkan DTH Korban Bencana Sumatera Jelang Ramadhan

Bantuan yang ditawarkan berupa dana senilai Rp 15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rusak berat atau hilang.

Pada kesempatan tersebut, Tito turut menekankan pentingnya kebersamaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana Sumatera. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, untuk membantu percepatan proses pemulihan.

"Kebersamaan sangat penting sekali dan semangat dari kita semua," kata Tito.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Puan Ajak Masyarakat Tumbuhkan Semangat Kebersamaan

Terkini Lainnya
Mendagri Tito Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi, Dorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Mendagri Tito Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi, Dorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Kemendagri
Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Kemendagri
Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Kemendagri
Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Kemendagri
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Kemendagri
Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Kemendagri
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Kemendagri
BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

Kemendagri
Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Kemendagri
Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Kemendagri
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com