Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan Satgas DPR RI dalam Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera

Kompas.com - 18/02/2026, 20:13 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi dukungan Satgas Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dalam percepatan penanganan pascabencana.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk mengoptimalkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Pernyataan itu disampaikan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas PRR Pascabencana Pemerintah di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Dalam rakor tersebut, Tito memaparkan progres terkini pemulihan pascabencana di Sumatera. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 17 Februari 2026, jumlah pengungsi terus mengalami penurunan signifikan.

Baca juga: Dana Tunggu Hunian Korban Bencana Sumatera Akan Disalurkan Lagi, Nilainya Rp 205 M

Di Provinsi Aceh, pengungsi yang semula berjumlah 1.418.872 orang telah turun menjadi 12.144 orang. Sementara itu, pengungsi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang semula mencapai 53.523 orang turun menjadi 850 orang.

"Untuk Sumatera Barat (Sumbar), pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164. Ada yang sudah pulang mendapatkan bantuan, stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang, tinggal di hunian sementara (huntara) maupun mendapatkan dana tunggu hunian (DTH)," ujar Tito dalam siaran persnya, Rabu.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan, termasuk dari sisi infrastruktur meliputi perbaikan jembatan, jalan, serta fasilitas publik lainnya.

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera umumnya memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing.

Baca juga: Bantuan dari Diaspora Aceh di Malaysia Tertahan Bea Cukai, Tito Minta Dukungan DPR

Misalnya, bencana tanah longsor yang melanda daerah dataran tinggi menyebabkan jalan tertimbun dan jembatan rusak. Kondisi ini membuat warga yang tinggal di wilayah tersebut terisolasi.

"Itu membuat waktu awal-awal (daerah terdampak bencana) kesulitan logistik. Di daerah pegunungan ini, sekian puluh tahun hampir tidak pernah ada bencana seperti ini, sehingga sistem logistik mereka itu mungkin (hanya) mampu (bertahan untuk) tiga hari saja," jelas Tito.

Untuk itu, Satgas PRR Pascabencana Sumatera berkoordinasi dengan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman hingga Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memastikan stok bahan pangan dan logistik tercukupi di daerah terdampak bencana.

Sebagai informasi, rakor tersebut turut dihadiri jajaran Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal; para pimpinan DPR RI; Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa; serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih terkait lainnya.

Terkini Lainnya
Mendagri Tito Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi, Dorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Mendagri Tito Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi, Dorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Kemendagri
Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Kemendagri
Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Kemendagri
Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Kemendagri
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Kemendagri
Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Kemendagri
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Kemendagri
BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

Kemendagri
Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Kemendagri
Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Kemendagri
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com