Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah Berinovasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Efisien

Kompas.com - 21/11/2025, 17:43 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam mewujudkan pemerintahan yang mampu menjalankan tugas secara efektif dan efisien. 

Menurutnya, sistem semi-desentralisasi yang dianut Indonesia memberikan ruang bagi kepala daerah untuk berkreasi melalui kewenangan yang dimiliki.

“Nah, di sinilah letak dari kebersamaan antara pusat dan daerah untuk bisa mewujudkan perubahan,” ujarnya dalam siaran pers.

Hal tersebut dikatakan Mendagri Tito dalam acara Malam Apresiasi Berita Satu Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Tito menegaskan, pemerintahan yang efektif dan efisien merupakan salah satu syarat bagi sebuah negara untuk tetap bertahan dalam waktu lama. 

Baca juga: Prabowo Minta Tak Disambut Pelajar di Jalan, Kemendagri Siap Terbitkan SE jika Perlu

Hal itu penting mengingat banyak lembaga internasional memprediksi Indonesia bakal menjadi negara dominan di bidang ekonomi karena berbagai potensi yang dimiliki. 

Ia optimistis dengan prediksi tersebut karena Indonesia didukung bonus demografi, kekayaan alam melimpah, luas wilayah, serta posisi geografis yang strategis.

Namun, Tito menyebutkan, upaya mewujudkan Indonesia sebagai negara maju tidak akan tercapai bila hanya mengandalkan pemerintah pusat. 

Upaya tersebut, kata dia, memerlukan kontribusi dari seluruh pemerintah daerah (pemda).

Pada bagian lain, Tito menyoroti, gelombang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 telah melahirkan banyak kepala daerah baru dari berbagai latar belakang.

Kondisi tersebut dinilai dapat menghadirkan beragam inovasi yang mungkin belum terpikirkan oleh kepala daerah sebelumnya. 

Baca juga: MK Larang Polisi Aktif di Jabatan Non-Polri, Bahlil Tunggu Kemendagri-PANRB

Meski demikian, inovasi tersebut harus tetap dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Nah, ini yang perlu disesuaikan, membuka ruang untuk berinovasi kreasi, tetapi tetap di dalam rule of game. Supaya enggak disalahkan. Dan ruang itu terbuka,” jelasnya.

Membangun iklim kompetitif

Lebih lanjut, Tito menegaskan, bahwa pemerintah terus membangun iklim kompetitif antar-kepala daerah untuk berinovasi. 

Langkah tersebut dilakukan, antara lain dengan memberikan penghargaan kepada kepala daerah berkinerja baik. 

Penghargaan dari pihak non-pemerintah terhadap kepala daerah berprestasi juga dinilai dapat semakin memperkuat iklim kompetitif tersebut.

Oleh karena itu, Tito mengapresiasi kepada B-Universe yang telah memberikan penghargaan kepada kepala daerah berkinerja baik. 

Baca juga: Mendagri Tito Terima Penghargaan Adibhakti Sanapati dari BSSN

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) itu meyakini, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil penilaian yang objektif.

Tito pun mengucapkan selamat kepada para kepala daerah penerima penghargaan. Ia mendorong daerah untuk terus berinovasi dan berkreasi. 

Menurutnya, kinerja yang baik akan berdampak pada popularitas maupun elektabilitas masing-masing kepala daerah.

“Bagi yang belum [menerima penghargaan], yang nonton, kepala daerah, ya mudah-mudahan acara ini akan bisa memotivasi sedikit agak terusik untuk bisa berprestasi, untuk bisa mendapatkan penghargaan yang sama,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita, kepala daerah penerima penghargaan, serta pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Pimpin Apel Tim SAR di Lokasi Longsor Cilacap, Tito Karnavian: Inilah Operasi Kemanusiaan

 

Terkini Lainnya
Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Kemendagri
Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Kemendagri
Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Kemendagri
Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kemendagri
Percepat Rehabilitasi Bencana Sumatera, Tito Tancap Gas Petakan Permasalahan

Percepat Rehabilitasi Bencana Sumatera, Tito Tancap Gas Petakan Permasalahan

Kemendagri
Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang

Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang

Kemendagri
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatera

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Pastikan Stok Beras untuk Daerah Bencana Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Mendagri Pastikan Stok Beras untuk Daerah Bencana Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Kemendagri
Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang

Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang

Kemendagri
Lepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Mendagri Minta Mereka Praktekkan Ilmunya

Lepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Mendagri Minta Mereka Praktekkan Ilmunya

Kemendagri
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang

Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang

Kemendagri
Mendagri Minta Pemda Segera Siapkan Data Masyarakat Terdampak dan Lokasi Pembangunan Huntap

Mendagri Minta Pemda Segera Siapkan Data Masyarakat Terdampak dan Lokasi Pembangunan Huntap

Kemendagri
Mendagri Dorong Pemda Bersisa Anggaran Tinggi Bantu Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendagri Dorong Pemda Bersisa Anggaran Tinggi Bantu Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com