KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak perguruan tinggi berperan aktif menyukseskan program Tiga Juta Rumah sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.
Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, program Tiga Juta Rumah sejalan dengan paradigma ekonomi kerakyatan yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam konteks tersebut, negara memiliki peran untuk mengintervensi suatu kebijakan demi membela kalangan lemah.
"Oleh karena itulah lahir program-program yang pro kepada rakyat. Mulai dari program Tiga Juta Rumah untuk rakyat yang tidak mampu, kemudian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melindungi masyarakat, anak-anak agar mereka sehat, ibu hamil, program-program desa nelayan, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/11/2025).
Tito menambahkan, program Tiga Juta Rumah dibangun untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sekaligus menegakkan prinsip keadilan bagi rakyat kecil.
Baca juga: Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Pacu Daerah Perbanyak Penerbitan PBG bagi MBR
Untuk mengoptimalkan implementasi program tersebut, Presiden Prabowo secara khusus membentuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Tito meyakini, apabila program Tiga Juta Rumah dapat direalisasikan dengan baik, maka akan memacu pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, program tersebut juga akan menghidupkan sektor perbankan karena banyaknya permintaan (demand) di pasar. Dengan demikian, bank dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat.
Di samping itu, program tersebut juga memberikan manfaat bagi sektor real estat karena kemudahan yang diberikan.
"Kalau rumah-rumah dibangun, rumah ini kan memerlukan material. Industri material akan bergerak. Industri baja, semen, batu bata, kayu, aluminium, semua akan bergerak dengan adanya program Tiga Juta Rumah," ujar Tito.
Dalam kesempatan itu, Tito secara khusus mengajak perguruan tinggi untuk membantu menyosialisasikan program Tiga Juta Rumah kepada masyarakat. Terlebih, suara dari akademisi di perguruan tinggi dinilai lebih didengar oleh publik.
Baca juga: Strategi Pemerintah untuk Mewujudkan Program Tiga Juta Rumah
Selain itu, perguruan tinggi juga dapat berperan dalam melakukan penelitian yang mengkaji program tersebut guna memperkuat pelaksanaan program Tiga Juta Rumah.
"Di samping tentunya tetap kita membutuhkan kritik, daya kritis dari perguruan tinggi. Hal yang kurang bagus, yang telah dikerjakan, apa yang sudah positif yang perlu terus dipertahankan, itu yang kita harapkan dukungan dari kalangan perguruan tinggi," pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam forum tersebut juga hadir Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga, Rektor UKSW Intiyas Utami, serta pihak terkait lainnya.