Percepat Program MBG, Mendagri Tito Minta Pemda Bentuk Satgas dan Koordinasi dengan BGN

Kompas.com - 18/07/2025, 15:27 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah ( pemda) dalam mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional ( BGN).

Dalam arahannya, ia meminta seluruh kepala daerah untuk segera membentuk satuan tugas ( satgas) serta menjalin koordinasi intensif dengan contact person dari BGN agar program MBG dapat berjalan optimal di seluruh wilayah.

“Rekan-rekan kepala daerah segera saya minta semacam membuat satgas untuk MBG, dan tunjuk kepala atau ketuanya,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Jumat (18/7/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Persiapan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI, yang digelar secara virtual dari kediaman Mendagri, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Baca juga: Mendagri Sarankan Bupati Kepulauan Seribu Gabung Apkasi: Itu Kabupaten Juga

Tito mencontohkan dua daerah, yakni Kabupaten Bogor dan Garut, yang telah membentuk Satgas MBG dengan diketuai sekretaris daerah (sekda).

Namun, ia menyerahkan kepada setiap daerah untuk menentukan sosok yang dianggap paling tepat memimpin satgas, selama kepala daerah memberikan kewenangan penuh.

“Silakan apakah mau sekda atau pejabat tertentu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) atau Kepala Dinas Pendidikan, dipersilakan saja asal diberikan kewenangan,” terang Tito.

Ia juga menyatakan bahwa salah satu elemen penting dalam percepatan program MBG adalah kolaborasi teknis yang efektif antara BGN dan pemda.

Baca juga: Badan Gizi Sebut MBG Terbukti Naikkan Massa Tubuh Anak dan Remaja

Oleh karena itu, BGN telah menyiapkan daftar contact person dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, lengkap dengan nomor telepon dan alamat email, yang dapat dimanfaatkan oleh pemda untuk menjalin komunikasi dan koordinasi.

Selain pembentukan satgas, Tito juga meminta kepala daerah segera menentukan titik lokasi pembangunan dapur MBG atau SPPG di wilayah masing-masing.

Menurutnya, penentuan titik ini harus memperhatikan kondisi geografis, keterjangkauan, dan sebaran peserta didik.

Sebagai contoh, Tito menyebut Kabupaten Raja Ampat yang semula mengusulkan tiga titik, kini menjadi tujuh titik distribusi karena peserta didik tersebar di berbagai pulau.

Baca juga: Tambang Ancam Ekosistem Kerapu dan Ketahanan Pangan di Raja Ampat

“Karena kalau tiga pulau titik SPPG, nanti akan ada tambahan biaya distribusi ke sekolah-sekolah di pulau lain, di luar ketiga titik itu,” jelasnya.

Tito menekankan bahwa pendekatan pelaksanaan program MBG tidak dapat diseragamkan secara nasional, khususnya di daerah kepulauan, pegunungan, dan wilayah terpencil lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan masukan langsung dari pemda sebagai pihak yang paling memahami kondisi di lapangan.

“(Karena) yang paling paham tentang daerahnya masing-masing adalah rekan-rekan kepala daerah,” tegas Tito.

Baca juga: Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD, Sebut Bentuk Penghargaan Kerja Keras

Dampak ekonomi MBG

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Persiapan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI, secara virtual dari kediamannya, Jakarta, Jumat (18/7/2025).Dok. Kemendagri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Persiapan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI, secara virtual dari kediamannya, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Tito menekankan manfaat besar yang dapat dihasilkan dari program MBG. Selain perbaikan gizi anak-anak, program ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Pasalnya, pembangunan dapur MBG akan membutuhkan tenaga kerja, seperti juru masak, petugas kebersihan, dan pengelola logistik.

Program MBG juga diyakini akan turut menggerakkan roda ekonomi daerah melalui sistem rantai pasok bahan makanan lokal.

“Ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pusat karena off-taker dan pembelinya jelas, serta ada anggaran yang sudah disiapkan,” ujar Tito.

Baca juga: Mendagri Tito Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jabar, Lampaui Rata-Rata Nasional

Melalui rapat koordinasi ini, ia meminta kepala daerah untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah teknis yang telah disepakati.

Tito juga mengumumkan bahwa rapat lanjutan akan kembali digelar dalam waktu dekat.

“Dua minggu lagi kami akan rapat, setelah timnya Kang Dadan (Kepala BGN) mendapat pasukan dari tim SPPG seluruh Indonesia. Kemudian, Pak Tomsi Sekjen (Kemendagri) sudah dapat semua dari seluruh Sekda,” ucapnya.

Setelah semua data terkumpul, lanjut Tito, nantinya akan direkap bersama. Lalu, pertemuan dengan kepala daerah dan satgas akan kembali digelar melalui Zoom meeting.

Sebagai informasi, rapat koordinasi virtual ini juga dihadiri Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Pangan Kasan, serta pihak terkait lainnya.

Baca juga: Eks Mendag Enggartiastio Lukita Disebut Setujui Impor Gula Tanpa Rapat Koordinasi

Terkini Lainnya
Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Kemendagri
Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Kemendagri
Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Kemendagri
Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kemendagri
Percepat Rehabilitasi Bencana Sumatera, Tito Tancap Gas Petakan Permasalahan

Percepat Rehabilitasi Bencana Sumatera, Tito Tancap Gas Petakan Permasalahan

Kemendagri
Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang

Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang

Kemendagri
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatera

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Pastikan Stok Beras untuk Daerah Bencana Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Mendagri Pastikan Stok Beras untuk Daerah Bencana Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Kemendagri
Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang

Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang

Kemendagri
Lepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Mendagri Minta Mereka Praktekkan Ilmunya

Lepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Mendagri Minta Mereka Praktekkan Ilmunya

Kemendagri
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang

Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang

Kemendagri
Mendagri Minta Pemda Segera Siapkan Data Masyarakat Terdampak dan Lokasi Pembangunan Huntap

Mendagri Minta Pemda Segera Siapkan Data Masyarakat Terdampak dan Lokasi Pembangunan Huntap

Kemendagri
Mendagri Dorong Pemda Bersisa Anggaran Tinggi Bantu Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendagri Dorong Pemda Bersisa Anggaran Tinggi Bantu Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com