AI Ancam Sejumlah Pekerjaan, Menaker Dorong Kerja Sama Pelatihan Tenaga Kerja Asia Pasifik

Kompas.com - 10/06/2026, 14:32 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan masa depan sebagai respons terhadap perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI).

Ajakan tersebut disampaikan Yassierli dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting yang menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026).

“Indonesia percaya kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Menurut Yassierli, negara-negara Asia Pasifik menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks, mulai dari pengangguran, meningkatnya pekerjaan informal, hingga risiko pergeseran pekerjaan akibat perkembangan teknologi dan AI.

Selain itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam menghadapi transformasi dunia kerja.

Oleh karena itu, kerja sama antarnegara dinilai penting untuk saling berbagi pengalaman, kebijakan, dan praktik terbaik dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memastikan pekerja tetap memperoleh pelindungan yang layak.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pekerja Kelas Menengah yang Paling Terdampak

Pengembangan Keterampilan Jadi Prioritas

Yassierli mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan sebagai salah satu prioritas untuk menjawab ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Salah satu upaya yang dijalankan pemerintah adalah program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. 

Program tersebut memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan di dunia industri dengan dukungan uang saku dari pemerintah yang setara upah minimum.

Pada 2026, program itu ditargetkan menjangkau 150.000 peserta.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Program ini ditargetkan menjangkau 300.000 peserta.

Yassierli menegaskan, kedua program tersebut dirancang secara inklusif dengan membuka kesempatan peningkatan keterampilan bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

Baca juga: Jalan Lumpur-Rupiah Loyo Bikin Harga Serba Naik, Warga Perbatasan RI-Malaysia Bosan Teriak

Menurutnya, kerja sama pengembangan keterampilan masa depan menjadi penting karena perubahan dunia kerja sudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pencari kerja membutuhkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, lulusan baru memerlukan pengalaman kerja, pekerja harus terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan, dan kelompok rentan membutuhkan akses yang lebih adil ke pasar kerja," ujar Yassierli.

Dorong Kerja Sama Pengembangan SDM

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri Asia Pacific Group Ministerial Meeting dalam rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026). Dok. KemnakerDok. Kemnaker Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri Asia Pacific Group Ministerial Meeting dalam rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026). Dok. Kemnaker

Dalam forum ASPAG, Indonesia juga menawarkan sejumlah bidang kerja sama prioritas, antara lain pengembangan kurikulum pelatihan vokasi untuk keterampilan masa depan, pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, pengembangan komunitas di sektor pertanian, serta pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.

Menurut Yassierli, kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat.

Kurikulum vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. 

Sementara itu, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas dapat memperluas akses terhadap kesempatan kerja yang lebih setara.

Baca juga: Perusakan dan Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK Aceh, Polisi Tetapkan 12 Tersangka

Di sektor pertanian, pengembangan komunitas diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Adapun klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna dapat membantu pekerja maupun pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja,” kata Yassierli.

Melalui kerja sama ASPAG, Indonesia berharap transformasi teknologi dan industri tidak menjadi ancaman bagi pekerja, melainkan peluang untuk meningkatkan keterampilan, memperluas akses kerja yang inklusif, dan memperkuat pelindungan tenaga kerja di kawasan Asia Pasifik. 

Terkini Lainnya
Di Forum ILC 144, Menaker Yassierli Soroti Kesenjangan Upah dan Stereotip Kultural kepada Perempuan

Di Forum ILC 144, Menaker Yassierli Soroti Kesenjangan Upah dan Stereotip Kultural kepada Perempuan

Kemenaker
Bawa Pesan Presiden ke Swiss, Menaker Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188 demi Lindungi Awak Kapal dari Eksploitasi

Bawa Pesan Presiden ke Swiss, Menaker Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188 demi Lindungi Awak Kapal dari Eksploitasi

Kemenaker
Indonesia Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Dialog Sosial

Indonesia Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Dialog Sosial

Kemenaker
AI Ancam Sejumlah Pekerjaan, Menaker Dorong Kerja Sama Pelatihan Tenaga Kerja Asia Pasifik

AI Ancam Sejumlah Pekerjaan, Menaker Dorong Kerja Sama Pelatihan Tenaga Kerja Asia Pasifik

Kemenaker
Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

Kemenaker
Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Akan Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188

Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Akan Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188

Kemenaker
Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha

Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha

Kemenaker
Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, Kemnaker Perkuat Sinergi dengan Kemenekraf

Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, Kemnaker Perkuat Sinergi dengan Kemenekraf

Kemenaker
Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Kemenaker
Alumni MagangHub Kini Terhubung ke Ribuan Lowongan Kerja via KarirHub

Alumni MagangHub Kini Terhubung ke Ribuan Lowongan Kerja via KarirHub

Kemenaker
Pasar Kerja Makin Kompetitif, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi Lewat Magang Nasional

Pasar Kerja Makin Kompetitif, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi Lewat Magang Nasional

Kemenaker
Menaker Soroti Tingginya Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Diminta Bergerak di Hulu

Menaker Soroti Tingginya Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Diminta Bergerak di Hulu

Kemenaker
Menaker Tekankan Pentingnya Inovasi Pekerja di Tengah Perubahan Global

Menaker Tekankan Pentingnya Inovasi Pekerja di Tengah Perubahan Global

Kemenaker
Komitmen Kemnaker Jaga Keseimbangan Kinerja Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja

Komitmen Kemnaker Jaga Keseimbangan Kinerja Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja

Kemenaker
Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com