Bappenas Apresiasi Program Smartani sebagai Praktik Baik Mendukung SDGs

Kompas.com - 20/01/2026, 11:00 WIB
Y A Sasongko,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Program Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi ( Smartani) yang dikembangkan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) dinilai sebagai salah satu praktik baik penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/ SDGs) di Indonesia.

Program tersebut mengusung pendekatan nature-based solution (NbS) untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Smartani merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir, mulai dari pengelolaan pertanian, peternakan, hingga pengolahan pangan lokal.

Sejak diinisiasi pada 2021, program ini telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Semarang, khususnya Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jawa Tengah (Jateng).

Hingga Desember 2025, Smartani mengembangkan puluhan titik kebun pangan keluarga di tingkat rukun tetangga (RT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Baca juga: SDG Academy Indonesia di Bawah Kepemimpinan Bappenas, Buka Ruang Partisipasi Publik

Kebun-kebun tersebut tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga sarana pembelajaran pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Penganugerahan Indonesia?s SDGs Action Award 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Dok. Kementerian PPN/Bappenas Penganugerahan Indonesia?s SDGs Action Award 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Manager Pilar Pembangunan Lingkungan Sekretariat Nasional (Seknas) SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Rachman Kurniawan mengatakan, pemantauan lapangan merupakan bagian dari mandat Seknas SDGs dalam menghimpun dan mendokumentasikan praktik-praktik baik pencapaian SDGs di Indonesia.

Program Smartani berhasil mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu, sehingga layak masuk dalam basis data praktik baik SDGs nasional,” ujar Rachman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/1/2025).

Untuk diketahui, program Smartani lahir sebagai respons atas berbagai tantangan di wilayah sekitar operasional perusahaan, seperti alih fungsi lahan pertanian, ketergantungan masyarakat pada sektor industri, serta menurunnya produksi pangan lokal.

Melalui pendekatan NbS, Smartani menerapkan sistem polikultur, agroforestri, ekonomi sirkular berbasis hayati, serta pengelolaan air berbasis alam.

Baca juga: Dorong Percepatan SDGs, Bappenas Tinjau Pelaksanaan Program MBG di 3 Daerah

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) meraih Juara Pertama Indonesia?s SDGs Action Awards (SAA) 2025 kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Sido Muncul dinilai berkontribusi dalam memperluas dampak pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal. 
Dok. Kementerian PPN/Bappenas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) meraih Juara Pertama Indonesia?s SDGs Action Awards (SAA) 2025 kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Sido Muncul dinilai berkontribusi dalam memperluas dampak pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.

Program tersebut juga mengintegrasikan sektor peternakan sebagai sumber protein, pupuk organik, dan energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas.

Selain itu, pemanfaatan panel surya turut didorong sebagai bagian dari upaya penggunaan energi ramah lingkungan.

Smartani dikembangkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, monitoring, serta mekanisme umpan balik guna memastikan keberlanjutan program sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat.

Program Smartani yang digagas Sido Muncul sejak 2021 telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Semarang, khususnya Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jawa Tengah. Dok. Kementerian PPN/Bappenas Program Smartani yang digagas Sido Muncul sejak 2021 telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Semarang, khususnya Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jawa Tengah.

Manajer Lingkungan Sido Muncul Amri Cahyono mengatakan, program tersebut dirancang dengan exit strategy yang jelas agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi, produktif secara sosial, dan adaptif terhadap isu lingkungan.

Baca juga: Kementerian PPN/Bappenas Apresiasi Praktik Baik Pembangunan lewat Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

“Program Smartani memiliki tujuan akhir agar masyarakat mampu mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” jelas Amri.

Atas komitmen tersebut, Sido Muncul meraih Juara Pertama Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.

Toga Tani Sari Utomo merupakan bagian dari program Smartani yang diterapkan di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jateng. Dok. Kementerian PPN/Bappenas Toga Tani Sari Utomo merupakan bagian dari program Smartani yang diterapkan di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jateng.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi perusahaan dalam memperluas dampak pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.

Program Smartani diharapkan dapat menjadi model penerapan NbS oleh sektor usaha dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Praktik baik ini juga akan didorong untuk didokumentasikan dan disebarluaskan sebagai referensi nasional maupun internasional dalam upaya percepatan pencapaian SDGs.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com