Kementerian PUPR Bangun 2 Embung di Natuna, Penuhi 80 Persen Kebutuhan Air Masyarakat

Kompas.com - 10/10/2024, 19:26 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun embung penampung air hujan

Paling baru, dua embung penampung hujan beroperasi, yakni Embung Serbaguna di Kecamatan Pulau Laut dan Embung Serasan di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Embung Serbaguna di Kecamatan Pulau Laut merupakan satu dari 22 embung yang dibangun Ditjen SDA melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV di Kepulauan Riau.

“Kami mengelola delapan embung di Kabupaten Natuna, tiga di antaranya berkapasitas besar, tetapi pemanfaatannya belum optimal,” ujar Kepala BWS Sumatera IV Daniel dalam siaran pers, Kamis (10/10/2024).

Daniel mengatakan, peran embung sangat penting bagi warga Kabupaten Natuna.

Ada embung Serbaguna Pulau Laut yang tak hanya memenuhi kebutuhan air baku rumah tangga, tetapi juga kebutuhan air para nelayan dan kapal yang singgah. 

Embung yang berada di Kabupaten Natuna itu memiliki kapasitas 115 liter per detik, atau setara 41,78 persen kapasitas yang telah terbangun. 

Baca juga: PUPR Serahkan Barang Milik Negara Rp 19,26 Triliun, Menkeu: Contoh Pengelolaan Keuangan yang Transparan

Jika semua kapasitas dimanfaatkan, kebutuhan air pada 2024 sebesar 142 liter per detik bisa terpenuhi hingga 80,98 persen. 

Kemudian, Kementerian PUPR juga membangun Embung Serasan untuk memenuhi pasokan air baku warga hunian tetap (huntap) yang terdampak bencana longsor pada 2023.

“Tantangan kami adalah DAS yang relatif pendek sehingga sulit mendapatkan sumber air baku karena tak ada sungai besar, jadi hanya bisa mengandalkan air hujan saja,” katanya.

Daniel memperkirakan, dua infrastruktur tersebut bisa memenuhi 80 persen kebutuhan air di wilayah tersebut. 

Beberapa estuari juga sudah dalam perencanaan. Daniel berharap, keberadaan infrastruktur tersebut bisa menjadi sumber alokasi air baku. 

“Peluang ini juga memungkinkan dilakukan di Kabupaten Anambas untuk mendukung kebutuhan air dari kapal internasional yang sering berlayar di perairan tersebut,” katanya.

Adapun BWS Sumatera IV juga menangani 117 daerah aliran sungai (DAS) di lima kabupaten dan dua kota dengan luas wilayah 451 kilometer (km) persen. 

Baca juga: Kementerian PUPR Serahkan BMN Senilai Rp 19,26 Triliun, Ini Rinciannya

Luas daratan yang ditangani hanya 1,9 persen dan sisanya merupakan wilayah perairan. Di wilayah ini, ada 2.408 pulau dengan hampir 2.000 tak berpenghuni.

Membantu masyarakat

Kehadiran Embung Serbaguna Pulau Laut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Kecamatan Pulau Laut. 

Tokoh agama setempat, Matrani, mengatakan, air dari embung itu dimanfaatkan untuk peribadatan di tiga masjid dan dua surau. 

Ia mengatakan, selama enam bulan musim kemarau pada 2024, embung itu belum pernah kering.

“Kami berterima kasih atas adanya embung karena sangat membantu dibandingkan harus mengambil air dari sumur,” kata Matrani.

Masyarakat juga kerap menggunakan air dari Embung Serbaguna Pulau Laut untuk melaksanakan tradisi selamatan pada 7-9 Safar agar terhindar dari malapetaka. 

Baca juga: Menteri PUPR Pastikan Apartemen Siap Huni jika ASN Pindah ke IKN Januari 2025

Sebelum ada embung tersebut pada 2019, mereka harus bolak-balik mengambil air ke perigi dengan jarak 500 meter untuk melaksanakan ritual.

“Sekarang tinggal memutar keran di rumah dan air pun sudah tersedia. Keberadaan embung membuat pekerjaan kami lebih ringan,” kata tokoh adat Pulau Laut, Surya Arma.

Warga juga memberikan saran kepada pemerintah agar dapat meningkatkan kualitas air dari embung seperti sebelumnya. 

Sebab, air baku dari embung tersebut sebelumnya bisa digunakan untuk konsumsi, tidak hanya untuk mencuci dan mandi.

Adapun Embung Serbaguna Pulau Laut dibangun pada 2017 di lahan seluas 8 hektar (ha). 

Saat ini, debit air embung tersebut mencapai 5 liter persen detik dan bisa melayani kebutuhan air dua desa, yakni Desa Kadur dan Desa Air Payang.

Membantu kantor hingga rumah tangga

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna Zaharuddin mengatakan, sebelum ada embung, pasokan air baku di Kabupaten Natuna memprihatinkan, terutama saat kemarau. 

Baca juga: Jadi Andalan Jokowi, Ini Pencapaian Kementerian PUPR dalam Pembangunan Infrastruktur 

Oleh sebab itu, masyarakat merasa terbantu saat pemerintah merealisasikan pembangunan embung. 

“Kami sudah mengalami kekeringan dan kelangkaan air bersih setelah dua minggu musim kemarau,” ungkapnya. 

Zaharuddin menilai, sebelumnya, warga hanya mengandalkan air yang bersumber dari gunung, tetapi tidak mencukupi.

Sementra itu, Camat Pulau Laut Bambang Erawan mengatakan, air dari embung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, puskesmas, kantor kecamatan, kepolisian sektor (polsek), hingga pos komando rayon militer (koramil).

“Saat ini, air lebih mudah diakses karena langsung dialirkan ke rumah-rumah tanpa memerlukan pompa listrik, cukup membayar penggunaan per meter kubik,” kata Bambang.

Tak hanya itu, wilayah embung juga menjadi lokasi wisata yang diminati warga. 

Selain itu, ada prospek pemanfaatan air baku karena banyak kapal pencari ikan dan kapal penjaga yang melintasi perairan Pulau Laut. 

Baca juga: 10 Tahun Jadi Menteri PUPR, Basuki: Ikhlas dan Happy

“Sekitar 300-400 kapal berlabuh setiap tahun dan semuanya membutuhkan air,” ujar Bambang. 

Hal itu menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari PDAM. Oleh sebab itu, pemerintah setempat mendorong peningkatan debut penyulingan air dan pipanisasi ke pelabuhan. 

Paling tidak, diperlukan debit air 10-15 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, perkantoran, hingga kapal nelayan. 

Kecamatan Pulau Laut juga menghibahkan 55 ha lahan untuk pengembangan embung lebih lanjut

Terkini Lainnya
Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kementerian PU
Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Kementerian PU
Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Kementerian PU
Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Kementerian PU
Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU
Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Kementerian PU
Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Kementerian PU
Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU
80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

Kementerian PU
Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Kementerian PU
Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Kementerian PU
Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU
Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Kementerian PU
Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Kementerian PU
Menteri Dody Pastikan 65 Sekolah Rakyat Siap Rampung Awal Juli 2025

Menteri Dody Pastikan 65 Sekolah Rakyat Siap Rampung Awal Juli 2025

Kementerian PU
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com