KOMPAS.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan bahwa capaian sektor pertanian menjadi contoh kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan.
Keberhasilan tersebut dinilainya memiliki arti strategis karena tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri bangsa sebagai negara yang berdaulat.
“Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan tim ekonomi kita, tim pertanian kita, membanggakan. Ini bukan soal menepuk dada, tetapi membangun bangsa yang percaya diri, bangga pada prestasinya, dan tidak merasa rendah diri,” ujar Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Ia menyampaikan bahwa kinerja sektor pertanian merupakan hasil kerja keras tim, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan jauh lebih cepat.
Prabowo menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan sektor pertanian adalah keberanian pemerintah melakukan reformasi kebijakan, termasuk memangkas regulasi yang selama bertahun-tahun menghambat distribusi pupuk bersubsidi.
Ia menyoroti rumitnya birokrasi pupuk di masa lalu yang membuat petani kesulitan memperoleh pupuk meskipun diproduksi oleh pabrik milik negara dan disubsidi pemerintah.
“Dulu ada 145 peraturan, melibatkan 11 kementerian dan lembaga. Dari pabrik ke petani bisa butuh 13 tanda tangan. Akibatnya pupuk sulit dan petani menjerit,” ucap Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Kalau Bisa Kita Turunkan Lagi Harga Pupuk
Pemerintah kemudian memangkas seluruh regulasi yang menghambat, sehingga distribusi pupuk dapat langsung dirasakan petani di lapangan.
“Kita hilangkan semua. Sekarang cukup satu instruksi. Pupuk langsung ke petani, cukup kartu penduduk dan disetujui kepala desa,” jelas Prabowo.
Reformasi tersebut berdampak signifikan, tidak hanya pada kemudahan akses pupuk, tetapi juga pada kebijakan harga nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, sekaligus menjaga keberlanjutan industri pupuk dalam negeri.
“Petani sangat bersyukur. Walaupun harga turun, volume pupuk justru naik 700.000 ton. Artinya barang ada dan harga terjangkau,” kata Presiden.
Dampak reformasi pupuk tersebut tecermin pada kinerja sektor perberasan nasional. Prabowo menyebut, kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah RI, baik dari sisi produksi, cadangan, maupun kesejahteraan.
“Nilai tukar petani naik dari 106 menjadi 125, tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan beras dan produksi beras juga tertinggi,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka dan fondasi utama dalam menjaga martabat bangsa.
Baca juga: Lahir di China, Politisi Jepang Ini Sebut Taiwan Negara Merdeka
“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar,” tegasnya.
Keberhasilan sektor pertanian tersebut, menurut Prabowo, harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera melalui keberanian melakukan reformasi dan keberpihakan nyata kepada rakyat.