Deflasi Beras Tekan Inflasi Oktober 2025, Mentan Amran: Bukti Sinergi Lintas Sektor

Kompas.com - 04/11/2025, 10:06 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa deflasi beras yang terjadi pada Oktober 2025 merupakan hasil nyata dari sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Ia menyebut, turunnya harga beras di sebagian besar provinsi bukan sekadar capaian statistik, tetapi bukti bahwa kerja bersama pemerintah pusat, daerah, dan berbagai lembaga berjalan efektif.

“Tujuan kita menurunkan harga supaya masyarakat bahagia, dan itu sudah tercapai. Tapi kami tidak berhenti di sini. Kami bentuk tim pengawal harga di setiap kabupaten untuk memastikan stabilitas harga beras,” ujar Amran dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/11/2025).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara umum terjadi inflasi sebesar 0,28 persen pada Oktober 2025. Namun berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, komoditas beras justru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kondisi ini juga berbanding terbalik dengan tren dua tahun terakhir, di mana harga beras justru mengalami kenaikan pada Oktober 2022 dan 2023.

Baca juga: Imbas Kontaminasi Radioaktif, BPS: 240,54 Ton Udang RI Senilai 2 Juta Dollar AS Dikembalikan

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa deflasi beras pada Oktober 2025 lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan penurunan harga yang semakin signifikan di berbagai daerah.

“Terjadi deflasi beras pada Oktober 2025 yang lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Secara nasional, 23 provinsi mengalami deflasi beras, tiga provinsi mencatat harga yang relatif stabil, dan 12 provinsi lainnya masih mengalami inflasi beras. Penurunan harga terjadi di hampir seluruh rantai perdagangan — dari penggilingan, grosir, hingga eceran.

Rata-rata harga beras di penggilingan turun 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk beras premium, penurunan mencapai 0,71 persen, sedangkan beras medium turun 0,46 persen. Di tingkat grosir, beras mengalami deflasi 0,18 persen, dan di tingkat eceran turun 0,27 persen mtm.

Baca juga: Shutdown Amerika Dekati Rekor Terlama, Bantuan Makanan Akan Habis

Selain beras, sejumlah komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga berkontribusi terhadap deflasi Oktober 2025. Di antaranya bawang merah dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang deflasi 0,03 persen, serta tomat sebesar 0,02 persen.

Menurut Pudji, penurunan harga beras yang terjadi secara luas menjadi faktor penting dalam meredam tekanan inflasi nasional menjelang akhir tahun

Hasil kerja kolektif berbagai pihak.

Mentan Amran menambahkan, keberhasilan menekan harga beras merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.

Ia menyebut, tim pengawal harga yang dibentuk Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar.

Baca juga: Harga Pasir Timah Rakyat Disetarakan Nilai 10 Kg Beras, Demo Jilid 2 Batal

“Operasi pasar tidak akan berhenti, bahkan saat panen raya nanti kami akan salurkan beras stabilitasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke daerah-daerah pegunungan yang bukan sentra produksi,” kata Amran.

Ia optimistis, langkah tersebut akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan membawa Indonesia semakin dekat pada kemandirian pangan.

“Ini adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi seluruh anak bangsa — dari Presiden, petani, hingga wartawan yang terus mengawal,” pungkasnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com