Gandeng UGM dan IPB, Kementan Ciptakan Varietas Unggul untuk Genjot Produksi Pertanian

Kompas.com - 08/06/2024, 09:56 WIB
I Jalaludin S,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menugaskan jajarannya menggenjot produksi dan menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.

Amran juga meminta jajarannya melakukan penanaman di lahan perkebunan melalui program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria) untuk menjaga ketahanan pangan. 

Beberapa waktu lalu, Amran juga mengajak universitas maupun akademisi untuk terlibat langsung dalam program akselerasi percepatan produksi pangan.

Dia juga meminta civitas perguruan tinggi berpartisipasi aktif mengembangkan varietas benih padi yang unggul untuk meningkatkan produksi padi.

Gayung bersambut, Universitas Gadjah Mada ( UGM) dan Institut Pertanian Bogor ( IPB) menghasilkan varietas unggulan, salah satunya benih Gamagora dan IPB 3 Sakti di Provinsi Banten. 

Sebanyak 100 kilogram (kg) benih padi varietas Gamagora 7 dan 500 kg varietas IPB 3 Sakti akan ditanam di lahan perkebunan seluas 24 hektar (ha). 

Baca juga: Wujudkan Swasembada Pangan, Kemendagri dan Kementan Teken MoU Cetak Sawah Rakyat

Gamagora 7 merupakan varietas padi unggul inbrida yang dihasilkan UGM dengan potensi produksi Gamagora 7 mencapai 9,8 ton per ha. 

Benih padi varietas Gamagora 7 yang diciptakan Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan varietas padi unggul inbrida dengan potensi produksi Gamagora 7 mencapai 9,8 ton per ha. 
DOK. Humas Kementan Benih padi varietas Gamagora 7 yang diciptakan Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan varietas padi unggul inbrida dengan potensi produksi Gamagora 7 mencapai 9,8 ton per ha.

Keunggulan varietas ini adalah tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 2, penyakit hawar daun bakteri patotipe III, penyakit blast ras 033, ras 073 dan ras 133 serta cocok ditanam pada lahan sawah maupun tadah hujan. 

Varietas itu dijuluki sebagai padi amfibi dan memiliki ketahanan terhadap kekeringan dan banjir serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim sehingga cocok ditanam di berbagai kondisi lahan.

Sementara itu, IPB 3 Sakti merupakan varietas padi sawah irigasi tipe baru yang dikeluarkan IPB. 

Varietas itu memiliki arsitektur kokoh dan malai lebat sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah dengan potensi hasil mencapai 11,2 ton per ha. 

Sesuai arahan Amran dan Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian ( Kementan), Sekretaris Ditjenbun Heru Tri Widarto bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal melakukan Gerakan Tanam Benih Padi Varietas Gamagora melalui program Kesatria di Kabupaten Lebak, Kamis (7/6/2024). 

Baca juga: Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo, Program PSR dan Kesatria Untungkan Petani

Heru menjelaskan, program Kesatria sangat tepat untuk dilakukan pada kondisi perubahan iklim yang tidak menentu. 

Demi memperluas areal tanam padi, Ditjenbun melaksanakan program Kesatria dengan menanam benih padi varietas Gamagora 7 dan IPB 3 Sakti di Desa Ciakar, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten.

Sebagai informasi, Ditjenbun bertanggung jawab untuk menyiapkan lahan perkebunan dan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima kegiatan tumpang sisip padi gogo dalam upaya penambahan luas tanam padi. 

Program Kesatria merupakan salah satu upaya mendukung kegiatan optimalisasi lahan rawa, pompanisasi lahan tadah hujan, dan tumpang sisip padi gogo tahun anggaran 2024 dalam rangka perluasan areal tanam (PAT). 

Sekretaris Ditjenbun Heru Tri Widarto bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal melakukan Gerakan Tanam Benih Padi Varietas Gamagora melalui program Kesatria di Kabupaten Lebak, Kamis (7/6/2024). 
DOK. Humas Kementan Sekretaris Ditjenbun Heru Tri Widarto bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal melakukan Gerakan Tanam Benih Padi Varietas Gamagora melalui program Kesatria di Kabupaten Lebak, Kamis (7/6/2024).

Heru berharap, program-program tersebut dapat meningkatkan optimalisasi lahan perkebunan untuk mendukung program penambahan luas tanaman pangan, khususnya padi gogo.

Baca juga: Upayakan Produksi Padi Melimpah, Kementan Giatkan Lahan Perkebunan lewat Kesatria

“Kami harapkan juga memberikan dampak positif bagi para petani dan mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia," harapnya. 

 Program itu juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memajukan sektor pertanian melalui inovasi dan teknologi serta memastikan keberlanjutan produksi pangan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal Anny Mulyani mengatakan, penanaman padi bertujuan agar tanah pertanian dapat dimaksimalkan.

Dia juga berharap,program itu dapat meningkatkan produksi padi serta bisa berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. 

"Dengan diluncurkannya Gerakan Tanam Benih Padi Varietas Gamagora, diharapkan petani di Kabupaten Lebak dan sekitarnya dapat merasakan manfaat dari varietas padi unggul ini serta bersama-sama mewujudkan mimpi kedaulatan pangan bagi Indonesia," harap Anny.

Baca juga: Jaga Nilai Ekspor, Kementan Bangun Sistem Ketelusuran Komoditas Perkebunan dari Hulu ke Hilir

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com