Gandeng UGM, Kementan Berikan Bantuan Benih Padi Varietas Gamagora 7 di Sisipan Lahan Perkebunan

Kompas.com - 22/05/2024, 20:09 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) menggandeng akademisi dan universitas untuk berpartisipasi aktif mendukung program penanaman padi di lahan tadah hujan maupun lahan perkebunan, salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada ( UGM).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang UGM meningkatkan pertambahan luas areal tanam padi melalui penanaman padi gogo di areal tadah hujan maupun di sela-sela tanaman perkebunan.

Hal itu diwujudkan melalui penyerahan diserahkan bantuan benih padi varietas gamagora 7 sebanyak 400 kilogram (kg) hasil penelitian dari UGM kepada petani di Kota Serang, Banten melalui Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Banten.

Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah mengatakan, pemberian bantuan benih padi varietas gamagora 7 itu termasuk bagian dari program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria).

Andi berharap, program Kesatria menjadi solusi tepat jitu karena tak hanya bisa mendorong optimalisasi lahan perkebunan, tetapi juga meningkatkan penambahan luas tanaman pangan.

Baca juga: Demi Jaga Integritas Perkebunan, Kementan Adakan Sosialisasi SPI

Hadir dalam acara pemberian benih itu Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto selaku Penanggung Jawab Wilayah Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pangan Provinsi Banten.

Heru mengatakan, pemberian bantuan benih itu dilakukan sesuai arahan Mentan dan Dirjen Perkebunan untuk mendukung program penambahan luas tanaman pangan, khususnya padi gogo di Provinsi Banten. 

“Bantuan benih gamagora 7 ini diberikan pertama kali untuk Provinsi Banten,” jelas Herunya dalam siaran pers.

Heru menyebutkan, Kementan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UGM atas hibah benih padi varietas gamagora 7 sebanyak 400 kilogram. 

“Semoga kerja sama dengan UGM ini dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Baca juga: Kejar Produksi Tanaman Perkebunan Menuju Benih Unggul, Kementan Lakukan Pelepasan Varietas

Heru menambahkan, bantuan benih padi gamagora 7 akan ditanam di beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, serta beberapa wilayah perkebunan lain.

“Semoga ke depannya bisa menghasilkan produksi yang lebih baik bagi petani,” ungkapnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan benih padi varietas gamagora 7 sebanyak 400 kilogram kg hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM)  kepada petani di Kota Serang, Banten.DOK. Humas Kementan Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan benih padi varietas gamagora 7 sebanyak 400 kilogram kg hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada petani di Kota Serang, Banten.

Sementara itu, Kepala Biro Manajemen Strategis UGM Wirastuti Widyatmanti mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama yang dilakukan Kementan melalui Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Sebab, pihaknya mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan benih padi varietas gamagora 7 kepada petani di Provinsi Banten. 

Wirastuti menambahkan, riset terus dilakukan demi mendapatkan benih yang tangguh di lahan kering dan lahan sawah. 

Kerja keras itu berbuah manis karena padi varietas gamagora 7 dijuluki sebagai padi amphibi yang memiliki karakter unggul adaptif terhadap perubahan iklim. 

Padi varietas itu memiliki potensi produksi mencapai 9,80 ton per hektar (ha). Rata-rata hasil panen kurang lebih 7,95 ton per ha, sedangkan umur panen sekitar 119 hari setelah semai.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Bagikan Pompa Irigasi Gratis di Jawa Timur

Kepala BPSIP Banten Ismatul Hidayah mengapresiasi bantuan benih tersebut karena saat ini Provinsi Banten sedang membutuhkan benih padi. 

“Produksi kami tidak banyak hanya 40 sampai dengan 60 ton. Permohonan benih hampir selalu banyak, tetapi hanya dapat memenuhi sebanyak 40 ton. Petani di Banten sudah sadar penggunaan benih bersertifikat,” katanya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com