Proyek UPLAND Kementan dan ICCI Cetak Kemitraan untuk 5 Komoditas

Kompas.com - 24/10/2023, 15:26 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Proyek UPLAND Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Islamic Chef Culinary Indonesia (ICCI) untuk lima produk komoditas pertanian pada event Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Untuk diketahui, The Development of Integrated Farming System in Upland Area (UPLAND) merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm.

Indonesia telah lama menjadi salah satu pemain utama dalam pasar ekspor pertanian global. Kekayaan alam Indonesia telah menjadikan negara ini sebagai sumber beragam produk pertanian yang sangat dihargai di seluruh dunia.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Bakal Reshuffle Pos Menteri Pertanian Pekan Ini

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa ekspor produk pertanian dapat menjadi kunci untuk mengurangi impor dan merangsang pertumbuhan produksi domestik.

"Indonesia mampu menjadi produsen pangan dunia. Kita perlu mendorongnya untuk menjadi sumber pangan global, memperlihatkan produk-produk Indonesia bisa meraih pasar internasional, dan secara bertahap mengurangi impor sambil mendorong produksi dalam negeri,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/10/2023).

Salah satu langkah penting dalam mewujudkan impian tersebut adalah melalui program hilirisasi seperti UPLAND, yang merupakan hasil kerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Baca juga: Kementan Ajak Pemda Manfaatkan Program Upland untuk Tingkatkan Sektor Pertanian

Tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani

Proyek UPLAND Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Islamic Chef Culinary Indonesia (ICCI) pada event Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38.DOK. Humas Kementan Proyek UPLAND Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Islamic Chef Culinary Indonesia (ICCI) pada event Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, program tersebut tidak hanya melibatkan petani tetapi juga mencakup infrastruktur, sistem agribisnis, dan sistem kelembagaan.

Semua cakupan tersebut, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah dataran tinggi.

"Melalui UPLAND, ribuan petani di dataran tinggi merasakan bantuan yang sangat besar dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka," ucap Ali Jamil.

Prestasi terbaru yang mencolok dari kesuksesan proyek UPLAND adalah kerja sama yang telah terjalin dengan ICCI untuk lima komoditas unggulan dalam acara TEI ke-38.

Baca juga: Kementan Perkuat Ketersediaan Komoditas Perkebunan sebagai Bahan Baku BBN

Lima komoditas unggulan tersebut, yaitu lada, beras organik, daging domba batur, bawang merah, dan buah manggis.

"(Hal) yang paling menarik adalah kerja sama dalam komoditas buah manggis antara ICCI dan Midang Jaya Farm Corporation," ucap Ali Jamil.

Sementara dalam komoditas beras organik, lanjutnya, kerja sama dilakukan antara ICCI dan Mentari Sinari Alam Corporation.

Di samping itu, ada juga kerja sama dalam komoditas bawang merah dengan PT Permata Indah Rubaru (PIR), lada dengan Perwira Citra Mandiri Corporation, dan daging domba batur dengan Dompiland Jaya Corporation.

Baca juga: Manggala Agni Ajak Korporasi Tanggulangi Karhutla

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lima korporasi di bawah naungan proyek UPLAND yang tersebar di berbagai daerah," ucap Ali Jamil bangga.

TEI 2023 sendiri juga memperlihatkan fleksibilitas dengan berlangsungnya acara offline dari Rabu (18/10/2023) hingga Minggu (22/10/2023) serta Virtual Expo yang akan berlangsung hingga Minggu (31/12/2023).

"Ini adalah kesempatan emas untuk terus mengembangkan kemitraan dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kesempatan emas untuk terus memperkuat kemitraan bisnisnya dan menjalani perjalanan bisnis yang menarik dalam lingkup global," imbuh Ali Jamil.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com