Refleksi Kinerja untuk Majukan Pertanian, BSIP Gelar Gebyar Agrostandar di Bogor

Kompas.com - 20/09/2023, 17:32 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) sebagai salah satu unit eselon I pada Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gebyar Agrostandar pada 19 September 2023-21 September 2023 di Lapangan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BBPSI Biogen), Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Sekretaris BSIP Haris Syahbudin menyampaikan bahwa Gebyar Agrostandar mengusung tema “Agrostandar Hebat, Pertanian Maju.”

“Melalui tema tersebut, BSIP melakukan refleksi dan prospek ke depan untuk mengawal standardisasi di bidang pertanian,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (20/9/2023).

Menurut Haris, Gebyar Agrostandar hari pertama merupakan pemanasan untuk mengundang antusiasme masyarakat.

Baca juga: Antusiasme Cuci Gudang Toko Buku Gunung Agung Masih Tinggi, Pengunjung Rela Datang Lebih Pagi

Sementara itu, kata dia, hari kedua Gebyar Agrostandar pada 20 September 2023 akan dibuka oleh Kepala BSIP. Pada hari kedua ini juga akan dilaksanakan peluncuran logo BSIP dan pencanangan open house badan standardisasi ini secara serentak.

"Puncaknya pada 21 September 2023 akan dihadiri oleh Bapak Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) minum minuman herbal terbanyak serentak di 33 provinsi," tutur Haris.

Gebyar Agrostandar akan diramaikan dengn berbagai acara, seperti pelepasan ekspor komoditas hortikultura, Festival Mangga Nusantara, pameran standar pertanian, gelar sembako murah, bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bimbingan teknis, rembug nasional agrostandar, fun walk, dan berbagai perlombaan lainnya.

Baca juga: Resep Mango Sticky Rice, Pakai Mangga Arum Manis

Haris mengungkapkan, Festival Mangga Nusantara akan menampilkan 178 jenis mangga dari sumber daya genetik (SDG) asli Indonesia.

"Ada beberapa yang akan diekspor ke Abu Dhabi. Permintaanya sudah banyak, ada dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel) namun ada beberapa parameter yang harus dipenuhi terlebih dahulu," imbuhnya.

Haris berharap, kegiatan tersebut membuat agrostandar semakin memasyarakat.

Menurutnya, penerapan standardisasi mulai dari hulu, yakni dari pengolahan, penyiapan lahan, penggunaan bibit atau benih, penggunaan dosis pupuk dan pestisida semakin baik.

"Insya Allah dari situ sampai ke hilirnya kita bersama dengan organisasi yang lain menjaga standardisasi produk pertanian, baik segar maupun olahan. Targetnya, pertanian kita maju bersama dengan standar," imbuh Haris.

Baca juga: Kasus Korupsi di Basarnas, Puspom TNI Masih Koordinasi dengan KPK dan PPATK untuk Telusuri Aset Marsdya Henri

Sebagai informasi, BSIP memiliki mandat untuk menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan dan pemeliharaan, serta harmonisasi standar instrumen di bidang pertanian.

Mandat tersebut disampaikan sejak keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2022 tentang Kementan.

Meski baru memasuki usia satu tahun, BSIP telah melaksanakan empat kegiatan strategis. Pertama, menyusun Rancangan Standar Instrumen Pertanian (RSNI3). Kedua, diseminasi hasil standardisasi instrumen pertanian.

Ketiga, memproduksi instrumen pertanian terstandar yang diwujudkan melalui kegiatan perbenihan. Keempat, merekomendasikan kebijakan untuk peningkatan produktivitas komoditas pertanian.

Baca juga: Bupati Arief Rohman Bertekad Kuat Kembangkan Pertanian Tembakau di Blora

BSIP terlibat dalam Komite Teknis (Komtek) untuk penyusunan RSNI3 bidang pertanian yang nantinya akan ditetapkan sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Adapun Komtek tersebut, antara lain Komtek 65-11 Tanaman Pangan, Komtek 65-15 Hortikultura, Komtek 65-18 Perkebunan, Komtek 65-16 Bibit dan Produksi Ternak, Komtek 65-17 Pakan Ternak, dan Komtek 11-16 Kesehatan Hewan.

Kemudian, Komtek 65-20 Kesehatan Masyarakat Veteriner, Komtek Sumber Daya Lahan Pertanian, Komtek Pertanian Berkelanjutan, Komtek 65-21 Pengelolaan Sumber Daya Genetik Pertanian, Komtek Pascapanen Pertanian, dan Komtek Sarana-Prasarana Pertanian.

 

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com