Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Lakukan Normalisasi Irigasi di Kabupaten Bekasi

Kompas.com - 23/08/2023, 10:22 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) membantu melakukan normalisasi irigasi pertanian di Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan memiliki banyak jenis program irigasi, seperti irigasi perpipaan, perpompaan, embung, dan lainnya. 

Menurut Mentan SYL, irigasi bertujuan untuk menjaga tingkat produktivitas petani dalam mengembangkan budidaya pertanian.

"Tujuan irigasi adalah memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplai air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta budidaya ternak," katanya dalam siaran pers, Rabu (23/8/2023).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, irigasi juga bisa meningkatkan intensitas pertanaman, menambah luas areal tanam, serta meningkatkan  pendapatan dan kesejahteraan petani.

Baca juga: 3 Strategi Kementan Genjot Produksi dan Ekspor Produk Hortikultura

"Irigasi merupakan solusi saat (musim) kemarau sehingga produksi pertanian benar-benar tidak terganggu,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, sebagai bagian dari water management, irigasi memastikan air bisa selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian dalam kondisi dan situasi apa pun.

Ali berharap, masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpipaan ini. 

“Dengan demikian, bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani,” harapnya.

Dia menjelaskan, program irigasi memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai pengairan, baik di daerah irigasi maupun non-daerah irigasi.

Ali mengatakan, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. 

Baca juga: Kementan Perketat Pengawasan Sapi Impor Australia

Sebab, tidak berfungsi atau rusaknya salah satu bangunan infrastruktur irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi. Ini menyebabkan efisiensi dan efektivitas irigasi berkurang.

Terkait bantuan Kementan untuk normalisasi irigasi di Kabupaten Bekasi, petani setempat memberikan apresiasi.

Ketua Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Suka Bakti di Desa Soga Bakti, Kabupaten Bekasi Tomas Susanto berterima kasih kepada Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen PSP Kementan Ali Jamil.

Dia mengatakan, bantuan normalisasi irigasi tersebut telah membantu memperbaiki saluran irigasi pertanian di Balong Tua dan Kalijute.

"Perbaikan dan normalisasi ini sangat penting dalam dua aspek. Pertama, sebagai sumber utama irigasi pertanian yang mencakup tiga kecamatan, yakni Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi,” ujarnya.

Baca juga: Atasi Kekeringan di Indramayu, Ditjen PSP Kementan Siap Bantu Pompanisasi dan Pipanisasi

Bantuan itu, kata dia, juga membantu pengairan di lima desa di kecamatan setempat, salah satunya adalah desa Sukabakti dengan luas lahan sekitar 781 hektar (ha).

Kedua, lanjut Tomas, normalisasi itu bermanfaat sebagai irigasi pembuang saat musim penghujan datang karena pada tahun-tahun sebelumnya sering kali melaksanakan goloran di sungai irigasi.

"Ini agar petani di desa kami dapat sumber air dari irigasi karena satu-satunya sumber air untuk lahan sawah di sini dan tiga tahun belakangan ini terjadi sendimentasi lumpur sampah,” katanya. 

Selain itu, rusaknya tanggul irigasi menjadi masalah serius untuk petani Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang. Sebab sawah akan mengalami kekeringan pada saat kemarau kekeringan dan kebanjiran pada saat musim penghujan.

Tomas mengatakan, pihaknya siap merawat sungai irigasi dari tanaman liar yang mengganggu bangunan dan menutup saluran irigasi dan sedimentasi karena banyaknya sampah yang masuk.

Baca juga: Antrean Sertifikasi Produk Alsintan Tinggi, Kementan Gandeng UGM untuk Uji Produk

Dia berharap, normalisasi irigasi dapat dilakukan di beberapa kecamatan yang masih memiliki banyak saluran irigasi rusak, seperti tanggul yang rusak dengan sendimentasi lumpur dan sampah.

“Sekali lagi kami dari Gapoktan Suka Bakti mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mentan dan Bapak Dirjen PSP Kementan, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, dan teman-teman penyuluh Tambelang serta kelompok kami," ucapnya.

 

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com