Ditjenbun Kementan Apresiasi Petani Kreativitas dan Inovasi Petani Nelayan pada Penas di Sumbar

Kompas.com - 11/06/2023, 18:31 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gelaran Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan Indonesia yang berlangsung di Kawasan Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menyoroti urgensi optimalisasi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

Untuk diketahui, Penas XVI yang digelar 2023 merupakan salah satu upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. Gelara ini digelar mulai Sabtu (10/6/2023) hingga Kamis (15/6/2023).

Pada hari kedua gelaran Penas XIV, Minggu (11/6/2023), dimeriahkan kegiatan bertajuk Karya Wirausaha. 

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian ( Ditjenbun Kementan) Andi Nur Alam Syah mengatakan, optimalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dipandang penting karena berperan sebagai urat nadi perekonomian nasional sekaligus penyedia lapangan kerja terbesar. 

Baca juga: Kementan Tekankan Kemitraan sebagai Upaya Penting Bantu Pekebun Kembangkan Berbagai Komoditas

Selain itu, lanjut Andi Nur, UMKM juga punya andil dalam upaya pengurangan angka kemiskinan di Tanah Air. Karya Wirausaha dimaksudkan untuk mengekspos keberhasilan para petani atau pekebun, serta nelayan. 

“Dengan begitu, mereka dapat menggali potensi dalam menciptakan bentuk-bentuk wira usaha kecil yang bisa dikembangkan serta memberikan apresiasi terhadap petani atau pekebun dan nelayan yang kreatif mengembangkan wirausaha," ujar Andi Nur dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Tak dapat dimungkiri, imbuh Andi Nur, pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap omzet pelaku UMKM. 

Sejumlah pelaku UMKM pun terkena dampak yang siqnifikan, mulai dari penyedia akomodasi, pariwisata, dan makanan minuman, transportasi, serta pedagang eceran.

Baca juga: Mentan SYL Ajak Petani Kolaborasi Hadapi Perubahan Iklim

"UMKM yang mampu bertahan adalah mereka yang dapat mengadaptasikan bisnisnya dengan produk-produk inovasi, serta memanfaatkan penjualan melalui marketing digital," kata Andi Nur.

Ia berharap, Penas XIV dapat memberikan solusi atas setiap kendala petani di lapangan serta mendorong tata kelola perkebunan yang baik dan berkelanjutan.

Pada kesempatan sama, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHBun) Kementan Prayudi Syamsuri menambahkan, dalam mengelola usaha diperlukan keuletan dan kegigihan. 

Berbagai strategi harus dipersiapkan secara matang, mulai dari pemilihan jenis produk yang tepat, memanfaatkan sistem promosi yang efektif, hingga upaya menjangkau lebih banyak konsumen.

Baca juga: Kementan Tekankan Kemitraan sebagai Upaya Penting Bantu Pekebun Kembangkan Berbagai Komoditas

“Hal yang tak kalah penting adalah berinovasi serta memanfaatkan fasilitasi pinjaman usaha untuk pengembangan usaha,” terangnya.

Prayudi menjelaskan, dalam kegiatan Karya Wira Usaha, sebanyak sepuluh pelaku usaha mempresentasikan karya wirausaha yang digeluti. Sebanyak 20 peserta telah didaftarkan oleh panitia Penas tingkat provinsi ke panitia Penas kegiatan karya wirausaha.

Kegiatan karya wirausaha digelar selama dua harimulai sejak Minggu hingga Senin (12/6/2023), di mana per hari ada lima pelaku usaha yang akan tanpil mempresentasikan aktivitas bisnisnya.

Prayudi menjelaskan, ada riga kategori penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari Kementan. Pertama, most innovative product, yaitu penghargaan untuk peserta dengan usaha yang dinilai paling kreatif, inovatif, dan berdaya saing. 

Baca juga: Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, Ditjenbun Kementan Gandeng Stakeholder Kelapa Sawit

Kedua, most sustainable product, yaitu penghargaan untuk peserta dengan usaha yang dinilai ramah lingkungan. 

Ketiga, peserta terfavorit pilihan pemirsa (people choice). Ketiga, penghargaan untuk peserta yang video profil usahanya mendapatkan like dan engagement tertinggi.

“Selain merupakan penghargaan terhadap petani-nelayan yang kreatif mengembangkan wirausahanya, Penas XVI diharapkan dapat menjadi salah satu ajang promosi kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com