Panen Raya, Mentan SYL Pastikan Ketersediaan Beras di DIY Melimpah

Kompas.com - 15/02/2023, 10:11 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan bahwa ketersediaan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) dalam kondisi melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Ia mengatakan, saat meninjau ketersediaan beras di DIY, ia bisa melihat bahwa kondisinya melimpah dan surplus.

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), bulan Februari, Maret, dan April masuk ke dalam masa puncak panen. Jadi berdasarkan hitungan, rumah warga rata-rata memiliki stok beras yang cukup banyak, sehingga Indonesia tidak akan kekurangan pangan,” ungkap SYL.

Hal itu disampaikan oleh SYL saat meninjau langsung kegiatan panen raya di Dusun Tegal Sempu, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (14/2/2023).

Baca juga: Mentan SYL Dorong Generasi Muda Lampung Berinovasi Kembangkan Usaha Tani

Sebagai informasi, luas panen di Kecamatan Pandak mencapai 193 hektar (ha) dengan rata-rata penanaman menggunakan varietas inpari 32, 42, dan ciherang.

Adapun indeks pertanaman berada di IP300 dengan produktivitas mencapai 7,8 ton gabah kering panen (GKP) per ha.

SYL berharap, tingginya produksi di Bantul dapat menjadi bukti bahwa pertanian adalah kekuatan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Artinya, sebut dia, para petani harus mau menggunakan kredit usaha rakyat ( KUR) pertanian sebagai jalan baru dalam memenuhi permodalan.

“Saya sangat berharap ketua dan kelompok tani untuk tidak menggunakan uang sendiri, tetapi gunakan KUR pertanian yang memiliki bunga rendah. Menurut data, dari semua debitur yang macet, hanya ada 0,3 sampai 0,6. Tandanya petani kita jujur dan hebat,” ujar SYL dalam keterangan persnya, Rabu (15/2/2023).

Baca juga: Dongkrak Produksi Karet Nasional, Kementan Implementasikan 3 Program

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau langsung proses panen raya yang terjadi di Yogyakarta dan mencoba langsung alat dan mesin pertanian (Alsintan). DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau langsung proses panen raya yang terjadi di Yogyakarta dan mencoba langsung alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta Sugeng Purwanto mengatakan bahwa panen raya kini hampir terjadi di seluruh sentra padi di DIY.

Puncak panen raya, lanjut Sugeng, terjadi pada Maret dan April. Jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.

“Kami melaporkan sampai dengan 14 Februari 2023 untuk DIY sudah sebagian mengalami panen padi. Daerah Bantul diketahui memiliki luas tanah sebesar 5.800 ha dan DIY sebesar 193.000 ha. Saat ini panen raya terus berlangsung di sejumlah wilayah sentra,” kata Sugeng.

Baca juga: Mentan SYL Sebut Petani Sumbang Ekonomi Negara hingga Rp 278 Triliun

Ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ( Kementan) Suwandi mengatakan, sampai saat ini, panen raya terus berlangsung di sejumlah daerah.

"Termasuk di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), dan daerah lainnya di luar pulau Jawa," tuturnya.

Menurutnya, panen yang terjadi pada Februari akan dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Jatim, Jateng, Jabar, DIY, dan Banten.

“Dari hasil perhitungan kami, perkiraan produksi lebih dari tiga juta ton beras. Tentu ini mencukupi konsumsi beras nasional yang sebesar 2,5 juta ton per bulan. Namun, jikan panen terjadi di Februari, untuk masuk ke pasar butuh proses, sekitar awal Maret. Hal itu dikarenakan ada proses panen, penggilingan, dan sebagainya,” kata Suwandi.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com