Raih Empat Penghargaan di Ajang AHI, Kementan Jadi Kementerian Terpopuler di Media Digital

Kompas.com - 29/10/2022, 09:50 WIB
Yussy Maulia Prasetyani,
ADW

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) sukses meraih empat dari lima kategori penghargaan pada ajang Anugerah Humas Indonesia ( AHI) 2022. Adapun salah satu kategori yang dimenangkan adalah Institusi Terpopuler.

Tak hanya itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga ditetapkan sebagai Pemimpin Terpopuler di Media Digital.

Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Humas Indonesia Asmono Wikan mengungkapkan, AHI 2022 diikuti oleh sejumlah korporasi, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

"Kementan berhasil meraih penghargaan pertama, yaitu kategori Pelayanan Informasi Publik untuk subkategori Laporan Pelayanan Informasi Publik. Penghargaan kedua adalah kategori Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Terbaik untuk subkategori PPID Utama," papar Asmono melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/10/2022).

Baca juga: Di Tengah Cuaca Ekstrem, Kementan Dorong Petani di Gianyar Manfaatkan Asuransi

Lebih lanjut, Asmono menjelaskan, penghargaan ketiga yang diraih oleh Kementan adalah kategori Media Internal untuk subkategori E-Magazine, Beritani, Volume XL Edisi Juni 2022. Kemudian, penghargaan keempat adalah kategori Kanal Digital untuk subkategori Media Sosial Instagram.

Sementara itu, AHI 2022 juga menetapkan Menteri Syahrul Limpo sebagai pemenang untuk kategori Terpopuler di Media Digital. 

Berbeda dengan kategori lainnya, kategori Terpopuler di Media Digital ditetapkan melalui proses media monitoring. Dalam pelaksanaannya, AHI menggandeng perusahaan penyedia jasa media monitoring, NoLimit.

“Berdasarkan hasil monitoring dan analisis kualitatif yang dilakukan, kami menetapkan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai pemenang Pemimpin Terpopuler di Media Digital 2022 dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai Pemenang Institusi Terpopuler di Media Digital 2022," ujar Asmono yang juga menjadi salah satu juri pada AHI 2022.

Baca juga: Peroleh Bantuan RJIT dari Kementan, Produktivitas Pertanian Poktan di Kolaka Timur Meningkat

Sebagai informasi, AHI 2022 merupakan barometer pencapaian tertinggi kinerja Komunikasi Publik Biro Hubungan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informasi sepanjang periode 1 Juli 2021 sampai 30 Juni 2022.

Kehadiran kompetisi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya hubungan masyarakat (humas) yang strategis dan kontributif bagi reputasi institusi publik dan badan usaha milik negara atau daerah.

Pada kesempatan sama, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penyelenggaraan AHI 2022.

Ia mengatakan, saat ini, kebutuhan informasi publik sangat tinggi sehingga ia berharap penghargaan AHI 2022 dapat meningkatkan kualitas dan kinerja Humas Kementan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara cepat dan tepat.

“Semoga kinerja positif ini dapat mendorong posisi dan fungsi Humas di Kementan agar menjadi semakin strategis. Humas di Kementan harus lebih terpacu untuk menghasilkan model dan strategi komunikasi yang kreatif dan inovatif," ujarnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com