Meski Sudah Malam, Mentan dan Petani Tetap Semangat Tanam Serempak

Kompas.com - 20/08/2022, 19:12 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ada hal unik dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian ( Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (19/8/2022).

Para petani melakukan aksi tanam serempak pada malam hari. Penanaman ini dilakukan dalam rangka pencapaian produksi pangan. Acara tersebut pun disambut antusias oleh petani.

Mentan SYL yang menyaksikan aksi tanam serempak menyampaikan rasa bangga dan hormat kepada para petani, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel. Pasalnya, mereka memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan produksi padi.

Meski sudah malam, para petani masih bersemangat menanam. Hal ini menjadi penyemangat sekaligus membuktikan bahwa Kementerian Pertanian ( Kementan) tidak bekerja sendirian.

"Saya bisa saja mendengar laporan, tapi saya ingin melihat langsung bagaimana kondisi pertanian di sini. Terbukti, hal ini membuat saya jadi lebih optimistis," kata Mentan SYL dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Memulai Vaksinasi PMK Perdana untuk Sapi di Sukoharjo

SYL menambahkan bahwa Kementan bersama pemerintah daerah dan petani harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terpenuhi. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja agar ketahanan pangan nasional terjaga dan ketersediaan pangan aman.

Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin berat karena penanganan pandemi Covid-19 masih belum selesai. Belum lagi ancaman inflasi tinggi yang membayangi perekonomian global.

Seperti diketahui, beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Turki, mengalami lonjakan inflasi yang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah masalah pangan. Indonesia dapat bertahan karena dukungan dari sektor pertanian.

"Sektor pertanian terus berproduksi sehingga mampu menggerakkan berbagai industri. Hal ini membuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi cukup signifikan,” tuturnya.

Baca juga: Ketersediaan Pupuk Subsidi Menipis, Mentan SYL Ajak Petani Tingkatkan Penggunaan Pupuk Organik

Hal senada juga diutarakan Gubernur Sultra Ali Mazi. Ali mengatakan, peningkatan produktivitas sektor pertanian, terutama tanaman pangan dan perkebunan, berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Perekonomian Sultra, kata Ali, tercatat tumbuh positif sebesar 6,09 persen pada triwulan II-2022. Angka ini lebih tinggi ketimbang triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07 persen.

Mentan SYL melakukan kunjungan kerja di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, SultraDOK. Kementan Mentan SYL melakukan kunjungan kerja di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra

Bahkan, angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,44 persen. Hal ini tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam mendukung ekonomi daerah.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Diangkat Jadi Profesor Kehormatan Unhas

“Oleh karena itu, Pemprov Sultra terus memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pertanian. Pasalnya, sebagian besar mata pencaharian penduduk Sultra berasal dari sektor ini," ujar Ali.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, gerakan tanam tersebut bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang awalnya IP 200 Menjadi IP 300.

Peningkatan IP akan turut mendongkrak produksi dan produktivitas petani. Dengan demikian, hasil panen dapat memenuhi kebutuhan di daerah, khususnya di Konsel.

Terkait ancaman krisis pangan global, Suwandi menjelaskan, Kementan telah menyiapkan berbagai program prioritas. Program ini bertujuan untuk mengamankan ketahanan pangan nasional terhadap ancaman krisis pangan global.

“Salah satunya adalah program mengurangi impor untuk beberapa komoditas, seperti kedelai, gula, sapi, bawang putih, substitusi impor gandum dengan sagu, sorgum, singkong, serta komoditas lain," ujar Suwandi.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com