Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Kamis, 4 Agustus 2022
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sedang mengobrol dengan para petani.DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sedang mengobrol dengan para petani.

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program optimasi lahan kering di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, optimasi lahan kering adalah upaya memaksimalkan lahan pertanian agar dapat tumbuh subur dan berproduksi.

Sebab, berbagai persawahan di Indonesia, termasuk Manggarai Barat, memiliki persoalan utama ketersediaan air.

Oleh karenanya, kata SYL, dalam upaya pengembangan tersebut, sumber air merupakan hal yang utama untuk dilakukan.

"Air merupakan faktor pertama yang utama dalam kegiatan pertanian. Keberadaannya sungguh sangat vital agar budi daya bisa berkembang dengan baik, yang pada akhirnya akan memacu produktivitas pertanian," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/8/2022).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, sejauh ini banyak lahan kering yang dimanfaatkan petani dan masih mengandalkan sistem tadah hujan sebagai sumber air utama.

Baca juga: Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya

"Oleh karenanya, ketika musim hujan selesai, lahan kering ini tak termanfaatkan dengan baik. Program optimasi lahan kering ini merupakan upaya agar lahan kering dapat terus berproduksi meski tak turun hujan," kata Ali.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbaiki jaringan irigasi pertanian agar dapat memasok kebutuhan air saat kemarau tiba.

Di Manggarai Barat pelaksanaannya dituangkan melalui Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan DAM Parit.

Ali menyebutkan, berdasarkan perhitungan spasial menggunakan peta tanah tinjau dan kriteria lahan kering, luas lahan kering di Indonesia mencapai 144,47 juta hektar (ha).

Dari luas lahan kering tersebut, sekitar 99,65 juta ha (68,98 persen) merupakan lahan potensial untuk pertanian.

"Berdasarkan data potensi sumber daya lahan kering di atas, kegiatan optimalisasi pemanfaatan lahan kering untuk pertanian dipandang berpotensi untuk dikembangkan dalam upaya peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan infrastruktur lahan dan air," jelasnya.

Baca juga: Kementan Gandeng BUMN ID Food demi Mencapai Swasembada Gula

Ali menerangkan, program optimasi lahan kering tersebut bisa mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan/atau produktivitas komoditas pertanian yang berdampak terhadap penambahan ketersediaan pangan nasional.

"Jadi, hal utama dalam pengembangan lahan kering itu adalah air. Kami di Direktorat Jenderal PSP memiliki banyak program pengairan," ujar Ali.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Kementan
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Kementan
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Kementan
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Kementan
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kementan
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Kementan
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Kementan
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Kementan
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Kementan
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Kementan
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Kementan
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Kementan
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Kementan
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Kementan