Kementan Pastikan Pangan Wilayah Pulau Buton Aman dan Bebas PMK

Siti Sahana Aqesya
Kompas.com - Sabtu, 16 Juli 2022
Itjen Kementan Jan Samuel Maringka pada gelaran Dialog Jaga Pangan di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat (15/7/2022)Dok. Kementan Itjen Kementan Jan Samuel Maringka pada gelaran Dialog Jaga Pangan di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat (15/7/2022)

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen Kementan) memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok di wilayah Buton, Sulawesi Tenggara, dalam kondisi aman dan terkendali.

Selain itu, sapi dan hewan ternak yang berasal dari wilayah tersebut juga dipastikan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal tersebut disampaikan pada Irjen Kementan Jan Samuel Maringka pada gelaran Dialog Jaga Pangan di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat (15/7/2022).

Adapun acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kota Baubau, Kepala Kejari Kota Baubau, Bupati Buton, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton, dan Komando Distrik Militer (Dandim) Buton.

Hadir pula Kepala Dinas Pertanian seluruh Kabupaten Buton, Balai Karantina Kelas II Kendari, dan kelompok tani Kota Baubau, Kabupaten Buton dan Bulteng.

Jan mengatakan, dalam mengawasi keamanan pangan di wilayah tersebut, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah aparat penegak hukum (APH), yakni Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Negara Indonesia (TNI), Kejaksaan, Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan aparat pengawas internal pemerintah (APIP).

Kolaborasi tersebut pun berjalan dengan baik sehingga mampu mendukung kekuatan pangan nasional.

"Pengawasan sudah dilakukan secara ketat. Jadi, saya yakin, kondisi pangan di Buton aman," kata Jan dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).

Jan menambahkan, sektor pertanian Indonesia tidak terpengaruh walau sedang dilanda pandemi Covid-19 sekaligus dampak perang Rusia-Ukraina. Sebaliknya, sektor ini justru berkembang pesat sehingga mampu bertahan dari berbagai jurang resesi global.

“Dengan saling bersinergi, saya yakin semua persoalan dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu, pengembangan ternak di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) harus meningkat," katanya.

Tinjau pabrik berpotensi

Selain mengajak untuk mengawasi penyakit PMK, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Kunjungan Itjen Kementan ke pabrik pakan yang terletak di Desa Kampeonaho Dok. Kementan Kunjungan Itjen Kementan ke pabrik pakan yang terletak di Desa Kampeonaho

Hal tersebut penting dilakukan, mengingat Indonesia sukses mempertahankan kebijakannya untuk tidak impor beras selama tiga tahun berturut-turut.

Merespons hal tersebut, Jan mengunjungi pabrik pakan yang terletak di Desa Kampeonaho. Pasalnya, pabrik tersebut mampu memproduksi 6.600 ton jagung per tiga bulan dan diolah menjadi pakan ternak.

Pabrik tersebut pun menjadi sentral produksi pakan yang banyak digunakan oleh peternak di Sultra.

"Saya lihat, potensi tanaman pala yang berada di Baubau sangat besar. Potensi ini dapat didorong bersama agar bisa diekspor," ujar Jan.

Penulis Siti Sahana Aqesya
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Kementan
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Kementan
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Kementan
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Kementan
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kementan
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Kementan
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Kementan
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Kementan
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Kementan
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Kementan
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Kementan
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Kementan
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Kementan
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Kementan