Kementan Gandeng BNPB dan PMI Luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Atasi PMK

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Jumat, 1 Juli 2022
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI) luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional dalam upayan pengendalian wabah PMK di Indonesia. DOK. Humas Kementan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI) luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional dalam upayan pengendalian wabah PMK di Indonesia.

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meluncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional sebagai upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku ( PMK) pada hewan yang tengah mewabah di Indonesia.

Langkah itu merupakan usulan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan didukung langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Mentan SYL mengatakan, Kementan bersama BNPB dan PMI meluncurkan gerakan disinfeksi tersebut untuk mengendalikan PMK menjelang perayaan Idul Adha.

“PMK telah menyerang ternak kita di 19 provinsi. Maka dari itu, kerja sama dengan BNPB dan PMI ini dibutuhkan untuk menghadapi serangan wabah itu,” jelas SYL dalam keterangan persnya, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Tangani Wabah PMK, Mentan SYL Luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional

Hal itu disampaikan langsung oleh Mentan SYL saat ditemui dalam acara launching Gerakan Disinfeksi Nasional PMK di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Lebih lanjut, SYL mengatakan, wabah PMK yang menyerang hewan ternak, khususnya sapi, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ternak yang sudah terinfeksi.

PMK juga dapat menyebar melalui udara, sehingga lalu lintas pemeriksaan ternak harus dilakukan secara ketat.

“Oleh karena itu, melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga bersama dengan seluruh gubernur dan bupati yang berada di lapangan diharapkan dapat menangani dengan baik wabah PMK,” ungkap SYL.

Kolaborasi dalam penanganan PMK, sebut SYL, pihaknya akan menjadikan upaya tersebut berjalan lebih cepat dan lebih tanggap bersama dengan BNPB, PMI, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes), hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Mentan SYL Dorong Petani Beradaptasi dengan Tantangan Alam

“Diharapkan BNPB lebih gencar dalam menyebarkan kebutuhan obat dan vaksin yang diperlukan. Kemudian, sudah ada 800.000 dosis vaksin yang disalurkan ke daerah. Saya harap Kementan dan BNPB dapat menyuntikkan kepada seluruh hewan ternak secara bertahap sebelum Idul Adha tiba,” kata SYL.

Sebagai informasi, Kementan sudah memberikan bantuan disinfektan sebanyak 1,05 juta liter dan spuit sebanyak 800 ribu pcs. Bantuan lainnya berupa 203.000 dosis obat-obatan serta 2.000 unit hand sprayer.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pihaknya siap mendukung langkah dari Kementan dalam penanganan PMK dengan cara memperkuat upaya penanganan di lapangan.

“Suatu kehormatan bagi BNPB untuk bisa mendukung upaya Kementan di lapangan dan tugas ini akan kami emban semaksimal mungkin untuk membantu Kementan menangani PMK,” ungkap Suharyanto.

Baca juga: Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Suharyanto melanjutkan, penanganan PMK kali ini memerlukan tim yang dapat mempercepat aktualisasi di lapangan. Maka dari itu, pihaknya akan bertanggung jawab dan tak akan mengubah langkah yang sudah ditetapkan oleh Kementan.

“Kami senang dilibatkan dalam kegiatan disinfeksi ke beberapa peternakan yang ada di seluruh Indonesia. Meskipun tim kami terbatas, tetapi kami siap mulai dari tenaga dan materiil untuk mensukseskan kegiatan ini,” kata Suharyanto.

Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Sibroh Malisi menyampaikan, PMI siap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan PMK di 34 provinsi di Indonesia.

Menurutnya, langkah itu akan terus membuat masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman, khususnya saat menyambut Idul Adha.

“Kita memiliki pengalaman dalam penanganan Covid-19, sehingga hal ini terus kita upayakan dan akan turun langsung untuk mendukung Kementan dan BNPB di lapangan,” kata Sibroh.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Kementan
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Kementan
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Kementan
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Kementan
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kementan
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Kementan
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Kementan
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Kementan
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Kementan
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Kementan
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Kementan
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Kementan
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Kementan
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Kementan