KUR Pertanian Tembus Rp 46,6 Triliun, Ini Pesan Mentan SYL untuk Petani

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Kamis, 16 Juni 2022
Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil serahkan bantuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian sebesar Rp 150.000.000 kepada Muhammad Jufri , selaku pemilik usaha rumahan olahan nanas dan Rp 200.000.000 kepada Wiwin Yuliani, selaku petani sawit dan pinang, Kamis (16/6/2022). DOK. Humas Kementan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil serahkan bantuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian sebesar Rp 150.000.000 kepada Muhammad Jufri , selaku pemilik usaha rumahan olahan nanas dan Rp 200.000.000 kepada Wiwin Yuliani, selaku petani sawit dan pinang, Kamis (16/6/2022).

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong petani memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat ( KUR) Pertanian dalam mengembangkan budi daya pertanian dari hulu hingga hilir.

“Oleh karenanya, manfaatkan program KUR Pertanian ini dengan baik karena dapat mendorong petani agar naik kelas dengan budi daya pertanian mereka,” jelas Mentan SYL dalam keterangan persnya, Kamis (16/6/2022).

Sebagai informasi, program KUR Pertanian kini mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Menurut informasi yang ada, Rabu (15/6/2022), realisasi program KUR Pertanian telah mencapai Rp 46,6 triliun atau setara dengan 51,8 persen dari target yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian ( Kementan), yakni sebesar Rp 90 triliun.

Dari jumlah Rp 46,6 triliun itu, sektor perkebunan menduduki pada peringkat pertama dalam hal penyerapan KUR Pertanian, yakni sebesar Rp 16,018 triliun dengan 285.826 debitur.

Selanjutnya ada pada sektor tanaman pangan sebesar Rp 12,583 triliun dengan 363.237 debitur.

Baca juga: Semakin Diminati Petani, Serapan KUR Pertanian Tembus Rp 39,337 Triliun

Kemudian pada sektor peternakan sebesar Rp 8,167 triliun dengan 211.828 debitur, sektor hortikultura sebesar Rp 5,582 triliun dengan 164.179 debitur, mixed farming sebesar Rp 3,661 triliun dengan 115.834 debitur serta jasa pertanian, peternakan, dan perkebunan sebesar Rp 607 miliar dengan 13.960 debitur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, program KUR Pertanian digulirkan untuk membantu petani dalam rangka memperkuat permodalan dalam mengembangkan usaha pertaniannya.

“Pemanfaatan program KUR Pertanian sangat berpengaruh dalam peningkatan produktivitas pertanian. KUR dapat dimanfaatkan untuk kegiatan baik pra-panen dan pascapanen,” ungkap Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan, tingginya serapan KUR terbukti amat membantu dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Baca juga: Permudah Petani Budi Daya Pertanian, Kementan Dorong Pembuatan Klaster KUR Pertanian

“KUR Pertanian ini sejalan dengan target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar perekonomian dasar masyarakat dapat bergerak kembali dan KUR membantu budidaya petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Ali.

Dalam KUR Pertanian, Ali mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP memiliki empat inovasi kebijakan untuk KUR Pertanian. Pertama adalah KUR tanpa anggunan menjadi Rp 100 juta. Kedua, KUR kluster dengan perusahaan mitra.

“Ketiga adalah penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit di masa pandemi serta yang keempat, KUR untuk program penyediaan alat dan mesin pertanian ( Taxi Alsintan), KUR Industrialisasi dan Korporasi Pertanian serta KUR Integrated Farming,” kata Ali.

Baca juga: Genjot Produktivitas, Petani Tolitoli Disarankan Kementan Manfaatkan KUR Pertanian

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menambahkan, pada  2022, implementasi KUR Pertanian di lapangan telah diubah polanya dibandingkan dengan tahun lalu.

Adapun pengubahan pola tersebut dimaksudkan untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan yang tengah menjadi program nasional.

“Tujuan pembentukan kluster ini adalah mengurangi hambatan, menciptakan ekosistem baru dari hulu sampai hilir yang terintegrasi secara digital, memudahkan petani dalam mengakses KUR dan lainnya. Sedangkan dari sisi perbankan akan meningkatkan kepercayaan kepada petani,” ungkap Indah.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan, dalam sistem kluster tersebut terdapat kluster padi, kluster jagung, kluster sawit, kluster kopi, kluster jeruk, kluster hortikultura, kluster tebu, kluster porang, dan kluster sarang burung walet.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI
Kementan
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Indonesia Raih Penghargaan Internasional Berkat Swasembada Beras
Kementan
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum
Kementan
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global
Kementan
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kementan
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Permentan 10/2022 Atur Pupuk Subsidi untuk 9 Komoditas, Dosen Unsri: Saatnya Pupuk Organik Jadi Prioritas
Kementan
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Petani di Gorontalo Terancam Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Kementan
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Bupati Bima Sebut Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang Indonesia
Kementan
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh
Kementan
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Mentan SYL: Solo Raya Akan Dijadikan Salah Satu Sentra Produksi Kelapa Genjah
Kementan
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Pupuk Bersubsidi Difokuskan Jadi NPK dan Urea, Rektor Universitas Dwijendra: Sudah Tepat
Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Petani di Jatim Akui Rasakan Manfaat Besar AUTP dari Kementan
Kementan
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Petani di Manggarai Barat Masih Andalkan Sistem Tadah Hujan, Kementan Realisasikan Optimasi Lahan Kering
Kementan
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Hadapi Krisis Global, Mentan SYL Tegaskan Pertanian Indonesia Tetap Tumbuh dan Tangguh
Kementan
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Irigasi Jadi Program Strategis Kementan, Berikut Sejumlah Manfaatnya
Kementan