Kementan Klaim Pertanian di Lampung Selatan Berkembang Pesat Berkat Irigasi Perpompaan

Kompas.com - 04/04/2022, 20:20 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Dalam siaran persnya Senin (4/4/2022), Kementerian Pertanian ( Kementan) mengklaim bahwa sektor pertanian di Lampung Selatan mengalami perkembangan yang cukup pesat berkat program irigasi perpompaan.

Adapun program tersebut direalisasikan Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan.

Salah satu kelompok tani di Lampung Selatan yang mendapat bantuan program irigasi perpompaan adalah Kelompok Tani Karya Lestari di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jati Agung.

Direktur Irigasi Ditjen PSP Kementan Rahmanto mengatakan, irigasi perpompaan di kelompok tersebut diselenggarakan untuk menjaga tingkat kesejahteraan petani.

“Kementan akan terus memastikan air selalu tersedia untuk mendukung produksi pertanian, salah satunya melalui irigasi perpipaan,” tutur Rahmanto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Kembangkan Agriculture War Room, Kementan Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022

Ia mengatakan, irigasi perpompaan sangat memudahkan petani dalam sistem pengairan. Sebab, irigasi perpompaan yang dijalankan berasal dari aspirasi masyarakat yang mempunyai nilai tambah untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kunci utama irigasi perpompaan yakni adanya sumber air dengan memanfaatkannya melalui pompa ini maka lahan kami dapat terairi dengan baik,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, irigasi perpompaan merupakan program pengairan di lahan pertanian. Hal ini dilakukan agar budidaya pertanian yang dilakukan petani dapat berkembang dengan lebih baik.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, jenis irigasi yang dikembangkan oleh Kementan adalah irigasi perpompaan dan perpipaan.

Ia mengatakan, tujuan dari program itu adalah untuk memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta budidaya ternak. Hal ini dapat dilakukan baik di daerah irigasi maupun nondaerah irigasi.

“Manfaat dari program itu untuk meningkatkan intesitas pertanaman dan atau luas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan, dan kesejahteraan petani,” jelas Mentan SYL.

Baca juga: Genjot Produktivitas, Petani Tolitoli Disarankan Kementan Manfaatkan KUR Pertanian

Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Ali Jamil juga menambahkan, irigasi perpompaan dapat menjadi solusi di saat musim kemarau.

“Ketersediaan air masih belum merata di beberapa tempat, apalagi khususnya untuk petani yang berada di luar areal sistem irigasi, program ini menjadi alternatif untuk penyediaan air di musim kemarau,” ungkap Ali.

Selain itu, ia berharap masyarakat dapat menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpipaan agar produktivitas dan pendapatan meningkat.

“Bukan hanya untuk produktivitas saja, tetapi pendapatan para petani juga semakin meningkat,” katanya.

Menurut Ali, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Sebab, tidak berfungsi atau rusaknya salah satu bangunan infrastruktur irigasi akan memengaruhi kerja sistem irigasi.

Baca juga: Area Persawahan Banyuwangi Terendam Banjir, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian

“Air irigasi harus dari hulu sampai ke hilir, apabila tidak, maka akan berakibat efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang,” ujar Ali.

Tak hanya itu, keberhasilan dari kegiatan pengembangan irigasi perpompaan juga harus ditopang oleh seluruh peran dari pelaksana pusat hingga ke pelaksana daerah.

“Pembinaan dan bimbingan secara terus menerus oleh dinas lingkup pertanian harus dioptimalkan sehingga irigasi ini akan berhasil dan terjaga,” tutur Ali.

 

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com