Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Selasa, 23 November 2021
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Selasa (23/11/2021).DOK. Humas Kementan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Selasa (23/11/2021).

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) berharap, penanaman jagung dengan mesin traktor mampu mendorong Provinsi Sulawesi Selatan ( Sulsel) menjadi wilayah pemasok komoditas jagung nasional.

Ia berharap, Sulsel dapat menghasilkan produksi jagung sebanyak 7 ton per hektare (ha). Dengan begitu, wilayah ini bisa memenuhi produksi jagung sebanyak 1,8 juta ton.

"Semoga dengan semakin banyaknya petani yang menanam jagung maka akan mampu mencukupi stok jagung secara nasional," imbuh Jokowi seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/11/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Selasa. Dalam kesempatan ini Jokowi didampingi Menko Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Pencuri Mesin Traktor, Ditembak Polisi hingga Residivis

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu se-Indonesia ini memberikan apresiasi terhadap sarana dan prasarana (sarpras) pertanian yang dimiliki Kementan.

Menurut Jokowi, penanaman jagung dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi perlu diperluas dan dikenalkan kepada para petani Indonesia.

Terlebih, dalam penggunaan traktor planter jagung sangat mudah karena hanya mengoperasikan tombol teknologi yang ada.

"Saya kira mekanisasi seperti traktor planter perlu dikenalkan kepada seluruh petani agar penggunaan alat-alat semi-berat dapat dengan mudah dioperasikan,” ucap Jokowi.

Baca juga: Corn Planter, Ini Mesin yang Berperan Meningkatkan Produksi Jagung!

Ia mengaku, tidak mengalami kendala saat mengoperasikan traktor. Padahal, Jokowi belum lama mempelajari penggunaan alat tersebut bersama Mentan SYL.

Setelah mencoba penggunaan alat berat, ia menilai, penanaman jagung dengan mesin traktor terbukti mampu memangkas waktu menjadi lebih cepat.

Bahkan, ia menyarankan penggunaan traktor planter untuk model penanaman di areal yang lebih luas.

"Tadi kami melakukan penanaman dengan planter untuk khusus jagung. Saya tadi juga mencoba mengoperasikan traktor yang terdapat planter di belakangnya. Saya kira dua-duanya baik," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Makin Banyak Petani Tanam Jagung, Produksi Nasional Bisa Mencukupi

Akan tetapi, lanjut dia, apabila akan menanam dengan hamparan yang luas maka dibutuhkan traktor sebagai alat pertanian paling cepat.

Pada kesempatan yang sama, Mentan SYL mengatakan bahwa saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah melaksanakan program peningkatan indeks pertanaman dengan waktu penanaman tiga kali per tahun.

Perlu diketahui, indeks pertanaman (IP) jagung di Kabupaten Jeneponto saat ini mencapai 200 atau dua kali tanam dalam setahun.

Kementan pun terus mendorong metode pertanaman secara efisien sehingga pertanaman bisa menjadi tiga kali dalam setahun.

Baca juga: Diresmikan Jokowi, Bendungan Karalloe Mampu Airi 7.000 Hektar Sawah di Jeneponto

Untuk diketahui, Kabupaten Jeneponto memiliki luas lahan jagung eksisting sebesar 70.052 ha dengan produktivitas 6 sampai 7 ton per ha sehingga hasil produksi jagung yang diperoleh sekitar 280.000 ton.

"Kami melakukan beberapa upaya konkret untuk tercapainya peningkatan indeks pertanaman,” ujar SYL.

Adapun upaya tersebut berupa penambahan alat mesin pertanian (alsintan) untuk percepatan olah tanah dan tanam, penggunaan bibit unggul, penyediaan sumur bor dan terjaminya aliran air irigasi dari bendungan Karalloe, hingga penyediaan fasilitas dana kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
IPB Dukung Kementan Tangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
IPB Dukung Kementan Tangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
Kementan
Hadapi Wabah PMK, Kementan Bangun Koordinasi Lintas Sektor untuk Persiapan Kurban
Hadapi Wabah PMK, Kementan Bangun Koordinasi Lintas Sektor untuk Persiapan Kurban
Kementan
Hewan Ternak Terkena PMK, Kementan Distribusikan Obat hingga Kembangkan Vaksin
Hewan Ternak Terkena PMK, Kementan Distribusikan Obat hingga Kembangkan Vaksin
Kementan
Antisipasi Penyebaran PMK pada Hewan Ternak, Mentan SYL Minta Jajarannya Lakukan Upaya Optimal
Antisipasi Penyebaran PMK pada Hewan Ternak, Mentan SYL Minta Jajarannya Lakukan Upaya Optimal
Kementan
Kementan Gelar Apel pada Hari Pertama Kerja, Seluruh Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja
Kementan Gelar Apel pada Hari Pertama Kerja, Seluruh Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja
Kementan
Tahun 2022, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Catat Pertumbuhan Positif
Tahun 2022, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Catat Pertumbuhan Positif
Kementan
Rugi Rp 2 Miliar Akibat Hama Tikus, Petani di Tabanan Diimbau Kementan Ikuti AUTP
Rugi Rp 2 Miliar Akibat Hama Tikus, Petani di Tabanan Diimbau Kementan Ikuti AUTP
Kementan
Petani di NTT Rawan Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Petani di NTT Rawan Gagal Panen, Kementan Sarankan Mereka Ikut AUTP
Kementan
Semakin Diminati Petani, Serapan KUR Pertanian Tembus Rp 39,337 Triliun
Semakin Diminati Petani, Serapan KUR Pertanian Tembus Rp 39,337 Triliun
Kementan
Permudah Petani Budi Daya Pertanian, Kementan Dorong Pembuatan Klaster KUR Pertanian
Permudah Petani Budi Daya Pertanian, Kementan Dorong Pembuatan Klaster KUR Pertanian
Kementan
Kebutuhan Nasional Cukup, Indef: Tidak Ada Impor Jagung untuk Pakan Unggas
Kebutuhan Nasional Cukup, Indef: Tidak Ada Impor Jagung untuk Pakan Unggas
Kementan
Produksi Jagung Nasional Berkembang Cukup Baik, Impor Bisa Ditekan
Produksi Jagung Nasional Berkembang Cukup Baik, Impor Bisa Ditekan
Kementan
Pinsar: Jagung Lokal Penuhi Kebutuhan Utama Pakan Ayam Petelur Nasional
Pinsar: Jagung Lokal Penuhi Kebutuhan Utama Pakan Ayam Petelur Nasional
Kementan
Jelang Lebaran, Kementan Pastikan Stok dan Harga Bahan Pangan Pokok di Bengkulu Aman
Jelang Lebaran, Kementan Pastikan Stok dan Harga Bahan Pangan Pokok di Bengkulu Aman
Kementan
Kementan, BPKP, Bareskrim dan Kejaksaan Sepakat Perkuat Pengawasan Pertanian
Kementan, BPKP, Bareskrim dan Kejaksaan Sepakat Perkuat Pengawasan Pertanian
Kementan