Kementan Ajak PISPI Kerja Sama Majukan Pertanian Indonesia

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Kamis, 14 Oktober 2021
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).DOK. Humas Kementerian Pertanian Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian ( Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para pengurus dan anggota Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia ( PISPI) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk merancang dan melaksanakan terobosan demi kemajuan pertanian Indonesia.

“Dalam waktu dekat, saya jadwalkan untuk berdiskusi dengan PISPI terkait tema besar yakni kedaulatan pangan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/10/2021).

Hal tersebut disampaikan Mentan SYL dalam web seminar ( webinar) bertema “Desain Besar Kedaulatan Pangan Indonesia” di Jawa Tengah (Jateng), Selasa (12/10/2021).

Pada kesempatan tersebut, Mentan SYL turut mengucapkan selamat kepada para pengurus PISPI yang baru saja dilantik.

"Saya harap semua pihak dapat mendukung PISPI agar menjadi organisasi profesi yang mampu menyuarakan keresahan para petani," ucapnya.

Baca juga: Mentan SYL Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik untuk Pertanian Masa Depan

Selain itu, PISPI diharapkan dapat menyatukan semua stakeholder sektor pertanian agar dapat saling bersinergi.

“Mewujudkan harapan dan cita-cita untuk pertanian Indonesia yang lebih baik adalah tugas mulia dan pastinya tidak mudah. Namun dengan banyaknya dukungan dari semua stakeholder, niat itu pasti bisa diwujudkan bersama,” tutur Mentan SYL.

Senada dengan Mentan SYL, Koordinator Presidium Agus Ambo Djiwa memaparkan, PISPI lahir dari keresahan akan adanya pengotakan stakeholder di sektor pertanian.

Dijelaskan Agus, PISPI didirikan pada 2010 untuk menyatukan berbagai stakeholder agar saling bekerja sama mewujudkan pertanian yang lebih baik.

“Setelah berakhirnya masa kepengurusan periode kedua tahun 2020, periode berikutnya harus merangkul semua stakeholder,” pesan Agus, dalam pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) periode 2020-2025, Selasa, di Brilian Center Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jateng.

Baca juga: Kembangkan Produktivitas Petani Sukoharjo, Mentan SYL Hibahkan KUR Pertanian

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan sekaligus Anggota Dewan Pengarah PISPI Kuntoro Boga Andri mengatakan, pembangunan pertanian membutuhkan banyak kolaborasi dari berbagai stakeholder.

“Kementan butuh kolaborasi bukan hanya di tingkat wacana, tapi pengawalan program yang ada, dan kita wujudkan kedaulatan pangan bersama-sama,” kata dia.

Selain kolaborasi antar stakeholder, Kuntoro menyebutkan, pemikiran masyarakat juga dibutuhkan untuk membangun pertanian.

"Karena semua pihak perlu bertanggung jawab atas kemajuan pertanian Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Sebut Tak Ada Kericuhan Saat Demo Peternak, Kementan: Ada Sedikit Kesalahpahaman Saja

Sebagai informasi, kegiatan webinar yang digelar PISPI di Jateng juga mengundang beberapa narasumber, yaitu Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sudin, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Arif Satria, serta Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari.

Tidak ketinggalan, hadir pula sebagai narasumber dalam webinar tersebut, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika, Wakil Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat Pambudy, dan Direktur Tempo Budi Setyarso.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Kementan
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Kementan
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Kementan
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Kementan
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Kementan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Kementan
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Kementan
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Kementan
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Kementan
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Kementan
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan