Berkat Embung, Produksi Petani di Rengasdengklok Meningkat

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Selasa, 22 Juni 2021
Bantuan Embung dari Kementerian Pertanian (Kementan) tan untuk Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar di Desa Karyasari, Keacmatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).DOK. Humas Kementerian Pertanian Bantuan Embung dari Kementerian Pertanian (Kementan) tan untuk Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar di Desa Karyasari, Keacmatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).

KOMPAS.com – Direktur Irigasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Rahmanto menyebutkan, embung yang dibangun pihaknya bagi Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) mampu mengairi 50 hektare lahan.

“Produktivitas padi sebelum ada embung (sebanyak) 6 ton per hektar. Setelah ada (embung), produktivitas naik menjadi 7,2 ton per hektar," papar Rahmanto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Selasa (22/6/2021).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pembangunan embung di Rengasdengklok tersebut memang bertujuan untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi.

“Dengan embung, pasokan air di lahan pertanian diatur sedemikian rupa, sehingga produktivitas mereka terjaga. Embung ini untuk menjaga pertanian kita. Sektor pertanian tak boleh terganggu oleh apa pun," ujar Mentan SYL.

Baca juga: Kementan Targetkan Realisasi Serapan Anggaran Capai 40 Persen hingga Akhir Juni

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Ali Jamil menjelaskan, embung adalah bagian penting dari water management agar air mengalir dengan lancar.

“Saat musim hujan ataupun musim kemarau, embung inilah yang mengatur pasokan air agar terjaga dengan baik,” jelasnya.

Selain menjaga pasokan air, kata Ali, embung juga dapat mengatur debit air yang dibutuhkan petani.

“Embung ini bukan semata-mata soal air. Embung berkontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian, indeks pertanaman (IP), dan kesejahteraan petani yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia," ujar Ali.

Baca juga: Bangun Food Estate Hortikultura di Jawa, Kementan Survei 2 Daerah Ini

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Hanafi mengatakan, pemenuhan kebutuhan air petani dengan menggunakan pompa air dirasa kurang efektif dan efisien.

Hal terjadi karena letak saluran air berada di bawah areal sawah.

"Dengan adanya bangunan embung, air dapat ditampung dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air secara efektif dan efisien," kata Hanafi.

Lebih lanjut, Hanafi mengatakan, hadirnya embung membuat petani tak perlu khawatir lagi saat dihadapkan dengan musim kemarau. Pasalnya, embung akan membantu memenuhi kebutuhan air di musim kemarau.

Adapun Ketua Poktan Karya Mekar Dedi Rohadi berharap, keberadaan embung tak hanya mengaliri sawah anggota poktan saja, tetapi juga dapat menggenangi sarang tikus yang berada di pinggiran saluran air.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Kementan
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Kementan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Kementan
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Kementan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
Kementan
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Kementan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kementan
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Kementan
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kementan
Ekspor Pertanian Naik Rp 451,77 Triliun, Komite II DPD RI Apresiasi Kementan
Ekspor Pertanian Naik Rp 451,77 Triliun, Komite II DPD RI Apresiasi Kementan
Kementan
Berkat Pembangunan Embung dari Kementan, Petani di Sumsel Panen 5,5 Ton per Hektar
Berkat Pembangunan Embung dari Kementan, Petani di Sumsel Panen 5,5 Ton per Hektar
Kementan
Adaptasi Industri 4.0, Kementan Berikan Fasilitas Perbengkelan untuk Petani di Deli Serdang
Adaptasi Industri 4.0, Kementan Berikan Fasilitas Perbengkelan untuk Petani di Deli Serdang
Kementan
Stiker Lockdown Sudah Dilepas, Kementan Pastikan Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat
Stiker Lockdown Sudah Dilepas, Kementan Pastikan Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat
Kementan