Pengamat Pertanian IPB Puji Manfaat Realisasi Pupuk Bersubsidi di Jabar

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 12 April 2021
Ilustrasi memberi pupukSHUTTERSTOCK/ENCIERRO Ilustrasi memberi pupuk

KOMPAS.com – Pengamat ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi memuji realisasi pupuk bersubsidi yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) di Jawa Barat (Jabar).

Menurutnya, manfaat kebijakan pupuk subsidi, khususnya di Jabar sangat bagus, apalagi kondisi pandemi masih berlangsung.

Dia mengatakan, hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menjaga suplai produk pertanian tetap ada, sekaligus dapat berkontribusi positif untuk pertumbuhan ekonomi dan mencukupi stok pangan.

"Menurut saya program pemerintah sudah bagus dan tepat sasaran. Hal yang harus diperhatikan adalah pupuk subsidi yang diberikan ke petani itu adalah pupuk untuk tanaman padi, jangan sampai dipakai untuk tanaman lain," katanya dalam keterangnan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Kesuburan Tanah Menurun, Kementan Turunkan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program pupuk bersubsidi diberikan pemerintah untuk membantu petani, khususnya dalam mendukung produktivitas.

"Pemerintah akan selalu berupaya agar petani bisa meningkatkan produktivitas sehingga tingkat kesejahteraan pun akan ikut terangkat. Untuk mendukung itu, pemerintah memberikan pupuk bersubsidi," katanya, Minggu (11/4/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menambahkan, pupuk bersubsidi tidak hanya diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

"Tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk," katanya.

Baca juga: Pastikan Stok Pupuk di Pantura Aman, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi

Adapun, data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) menjadi acuan dalam informasi seputar distribusi.

"e-RDKK berisi data petani penerima manfaat lengkap dengan jumlah pupuk yang akan diterimanya. Tentu dengan jumlah yang sudah disesuaikan," katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Dadan Hidayat mengatakan, memasuki April 2021, alokasi pupuk bersubsidi buat daerah di kabupaten/kota untuk semua jenis pupuk masih tersedia.

"Jika dilihat perbandingan e-RDKK dengan alokasi Jawa Barat yang ditetapkan Kementan, maka secara persentase masing-masing alokasi yang ditetapkan tersebut, jenis pupuk urea sebesar 74 persen, SP-36 83 persen, ZA 62 persen, NPK 31 persen dan Organik Granul 16 persen,” terangnya.

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Anggaran Rp 4,19 Triliun, Ini Rinciannya

Dadan juga menjelaskan, alokasi secara terpisah untuk pupuk organik cair (POC) sebanyak 312.623 liter dari kebutuhan petani Jabar sudah diusulkan melalui sistem e-RDKK.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun
Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun
Kementan
Ajak Petani di Agam Manfaatkan KUR, Mentan: Kini Petani Tak Perlu Risau
Ajak Petani di Agam Manfaatkan KUR, Mentan: Kini Petani Tak Perlu Risau
Kementan
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT
Kementan
Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah
Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah
Kementan
Ini Upaya Alternatif Kementan untuk Benahi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi
Ini Upaya Alternatif Kementan untuk Benahi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi
Kementan
Tingkatkan Produktivitas Tanam, Kementan Maksimalkan Fungsi Saluran Irigasi Melalui RJIT
Tingkatkan Produktivitas Tanam, Kementan Maksimalkan Fungsi Saluran Irigasi Melalui RJIT
Kementan
Sosialisasikan AUTP di Bondowoso, Dirjen PSP: Petani Gagal Panen Dibayar Rp 6 Juta
Sosialisasikan AUTP di Bondowoso, Dirjen PSP: Petani Gagal Panen Dibayar Rp 6 Juta
Kementan
Kementan Distribusikan 175 Kartu Tani di Ciamis
Kementan Distribusikan 175 Kartu Tani di Ciamis
Kementan
Alsintan Buat Bertani Jadi Efektif, Mentan SYL: Mesin Ini Tidak Menghilangkan Pekerjaan Buruh Tani
Alsintan Buat Bertani Jadi Efektif, Mentan SYL: Mesin Ini Tidak Menghilangkan Pekerjaan Buruh Tani
Kementan
Lewat RJIT, Luas Tanam di Parung Panjang Diharapkan Bisa Bertambah
Lewat RJIT, Luas Tanam di Parung Panjang Diharapkan Bisa Bertambah
Kementan
87 Hektar Sawah di Sungai Penuh Gagal Panen, Petani Diminta Gunakan Asuransi
87 Hektar Sawah di Sungai Penuh Gagal Panen, Petani Diminta Gunakan Asuransi
Kementan
Dorong Permodalan Petani, Kementan Alokasikan Dana KUR Rp 70 Triliun
Dorong Permodalan Petani, Kementan Alokasikan Dana KUR Rp 70 Triliun
Kementan
Lakukan RJIT, Kementan Dorong Produktivitas Pertanian di Desa Abianbase
Lakukan RJIT, Kementan Dorong Produktivitas Pertanian di Desa Abianbase
Kementan
Lewat RJIT, Produktivitas Pertanian di Desa Sading, Bali Meningkat
Lewat RJIT, Produktivitas Pertanian di Desa Sading, Bali Meningkat
Kementan
Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani
Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani
Kementan