Dorong Perekonomian Petani, Kementan Gulirkan Program Pembuatan Jalan Usaha Tani

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 29 Desember 2020

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian ( Kementan) menyalurkan anggaran bantuan dari pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan karena pandemi berdampak pada multisektor, sedangkan pemenuhan kebutuhan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia mutlak dipenuhi.

Untuk itu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) menyalurkan anggaran bantuan, salah satunya dengan pengembangan jalan pertanian.

Adapun, pengembangan ini dilakukan untuk mengedepankan perputaran roda ekonomi masyarakat, terutama petani, dengan pengupayaan tenaga kerja padat karya.

Untuk program ini, Kementan menyasar beberapa kelompok tani (poktan) di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis untuk menerima bantuan pembuatan jalan usaha tani (JUT).

Baca juga: Kementan Perkirakan Harga Beras Stabil hingga Maret 2021

Perwakilan dari Dinas Pertanian (Distan) Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Budi Supriadi mengatakan, pembangunan JUT di wilayahnya memiliki anggaran kurang lebih 100 juta.

Alhamdulilah pengerjaan pada sampai saat ini waktu kami monitor, masih dalam pengerjaan dan hampir masuk tahap penyelesaian,” ujarnya seperti keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Penyaluran bantuan JUT tersebut contohnya seperti yang diberikan kepada Poktan Gemah Ripah dan Poktan Mukti Jaya yang berada di Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Poktan Gemah Ripah Sobrin mengatakan, untuk proses penerimaan bantuan, pihaknya membuat pengajuan dengan menggunakan proposal pengajuan pembenahan atau betonisasi (JUT) yang ditujukan kepada Distan Tasikmalaya.

Baca juga: Harga Beras Tak Bergejolak Jelang Akhir Tahun, Ini Penopangnya Menurut Kementan

“Ketika jalannya sudah baik, sudah bagus, tapi ada tebing yang belum tertahan, kami ajukan juga tanggul penahan tanah (TP) dan sistem drainase untuk jalur irigasi air dari sawah ke sawah lain,” lanjut Sobrin.

Sementara itu, bantuan JUT untuk Poktan Mukti Jaya memiliki target pembangunan sepanjang 160 meter (m) dengan lebar jalan 2,5 m.

Ketua Poktan Mukti Jaya Wahyu mengatakan, pengerjaan jalan dilakukan oleh 16 orang dan saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Wahyu memaparkan, pihaknya menargetkan panjang jalan 250 m. Namun, persoalan dana membuatnya tidak memungkinkan. Sebab, wilayah yang dibangun terlalu jauh, sehingga ongkosnya selisih hampir Rp 900.000 per truk.

Baca juga: Ini Langkah Kementan Tekan Harga Telur Ayam yang Melonjak

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementan yang sudah sudi kiranya melihat orang gunung yang tidak punya jalan untuk akses kendaraan. Terima kasih sekali lagi,” tuturnya.

Selain di Tasikmalaya, lokasi pembangunan JUT juga dilaksanakan di Kabupaten Cimais.

Di kabupaten tersebut, bantuan JUT diberikan kepada Poktan Putra Gema dan Poktan Karya Nyata di Desa Mangkubumi serta Poktan Gunung Sari dan Poktan Sehati di Desa Gunung Sari.

Ketua Poktan Karya Nyata Zainnudin mengatakan, pengerjaan di desanya dilakukan secara swadaya, dengan dibantu ibu-ibu dan pemuda.

Sementara itu, Ketua Poktan Gunung Sari Hidayat mengatakan, pembangunan JUT di desanya kurang lebih memiliki panjang 150 m dengan lebar 1,5 m.

Seluruh proses pembangunan JUT ini pun masuk proses monitoring langsung tim teknis kabupaten sebagai perwakilan dari Ditjen PSP Kementan.

Baca juga: Kementan Dorong Perusahaan Besar Peternak Ayam Bermain di Pasar Ekspor

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengembangan Pertanian Ciamis Respati Islamiati mengatakan, pembangunan JUT di wilayahnya dilakukan oleh poktan yang mengajukan proposal ke Kementan.

“Akhirnya terealisasi, berkat peran serta dari perangkat desa, poktan dan semua yang terlibat di sini, akhirnya terlaksana pembangunan JUT,” tuturnya.

Adapun, program ini diharapkan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional, yang khusus menyasar pada perputaran roda ekonomi para petani di Indonesia.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Kementan
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Kementan
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Kementan
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Kementan
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Kementan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Kementan
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Kementan
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Kementan
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Kementan
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Kementan
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan