“All Out” Dukung Pertanian, TNI AD Bantu Pengolahan Lahan untuk Program Food Estate

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Rabu, 30 September 2020
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara pendandatanganan kerja sama antara Kementan dan TNI AD di Kantor Pusat Kementan, Selasa (29/9/2020).
DOK. Humas Kementan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara pendandatanganan kerja sama antara Kementan dan TNI AD di Kantor Pusat Kementan, Selasa (29/9/2020).

KOMPAS.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, ketersediaan bahan pangan pokok adalah salah satu tugas besar negara.

Untuk itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) merasa menjadi bagian dari tanggung jawab tersebut. Maka dari itu, dia pun menyatakan siap saat Menteri Pertanian (Mentan) menggandeng TNI.

"Intinya tidak ada kata lain selain kami akan all out membantu Pak Mentan. Seluruh jajaran TNI Angkatan Darat (AD) akan siap membantu," tuturnya.

Dia mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam acara pendandatanganan kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI AD di Kantor Pusat Kementan, Selasa (29/9/2020).

Andika menuturkan, kesiapan dukungan untuk program food estate sudah dibuktikan dalam pengolahan lahan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, pengolahan lahan pada tahap pertama program ini terbilang sukses.

Baca juga: Lewat Kartu Tani, Kementan Yakin Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Buktinnya pengolahan lahan di dua kabupaten, yaitu Pulang Pisau dan Kapuas yang dimulai September ini sudah jauh melebihi target.

"Target sebenarnya di September hanya 1.921 hektar, namun sampai hari ini sudah mengolah 4.200 hektar (ha),” ujar lulusan Akademi Militer tahun 1987 tersebut, seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Andika pun optimistis pada November nanti, pengolahan lahan untuk Pulang Pisu akan terselesaikan. Kemudian, pengolahan lahan akan dilanjutkan di Kapuas pada Oktober hingga Desember.

Oleh karena itu, Andika menyampaikan ketersediaan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat apung harus segera direalisasikan.

Baca juga: Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Kementan Tingkatkan Provitas Pertanian di Kutawaringin

"Ini kan lahannya rawa sehingga jika tidak dimodifikasi dengan ban apung bisa tenggelam. Saat ini, sudah ada 217 traktor roda empat dan 30 sudah dimodifikasi menjadi traktor apung," katanya.

Menanggapi keseriusan dan semangat Andika dan jajarannya, Mentan Syarul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi dan kebanggaanya atas integritas dan dedikasi TNI.

"Saya ini anak tentara. Jadi, bisa merasakan juga bagaimana semangat Jenderal Andika dan tentara yang ada di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil komandan ini menjelaskan bahwa pertanian pada umumnya didominasi petani kecil. Namun, kontribusi mereka untuk menyediakan produksi pertanian, khususnya bahan pangan sangat dibutuhkan.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

"Saat sektor lain hampir tidak tumbuh, di saat pandemi ini, performa pertanian tumbuh cukup membanggakan. Penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi pada triwulan II," katanya.

Mentan juga memamparkan, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 quarter to quarter. Bahkan, secara Year over Year sektor pertanian tetap berkontribusi positif, yakni tumbuh 2,19 persen.

Capaian tersebut menurutnya ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi, yakni sebesar 9,23 persen.

"Kita patut bersyukur bahwa pertanian adalah sektor yang mampu menunjukkan kinerjanya di tengah kondisi Pandemi wabah Covid-19. Di saat sektor lainnya terpuruk, justru pertanian yang meningkat tajam," tuturnya.

Baca juga: Mentan Sebut Stok Beras Aman sampai Akhir Tahun

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Berkat Dam Parit, Indeks Pertanian dan Luas Areal Tanam di Sumbawa Meningkat
Berkat Dam Parit, Indeks Pertanian dan Luas Areal Tanam di Sumbawa Meningkat
Kementan
Antisipasi Gagal Panen, Kementan Beri Asuransi Padi untuk Petani
Antisipasi Gagal Panen, Kementan Beri Asuransi Padi untuk Petani
Kementan
Panen Raya Padi Kedua Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian di Kuartal III
Panen Raya Padi Kedua Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian di Kuartal III
Kementan
Rawan Gagal Panen, Kementan Imbau Petani Gunakan Asuransi
Rawan Gagal Panen, Kementan Imbau Petani Gunakan Asuransi
Kementan
Genjot Produktivitas 50 Poktan di Luwu Utara, Kementan Kirim Alsintan
Genjot Produktivitas 50 Poktan di Luwu Utara, Kementan Kirim Alsintan
Kementan
Kementan Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier di Kabupaten Pati, Begini Hasilnya
Kementan Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier di Kabupaten Pati, Begini Hasilnya
Kementan
Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Ciamis, Kementan Lakukan RJIT
Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Ciamis, Kementan Lakukan RJIT
Kementan
Stok Pupuk Bersubsidi di Lampung Aman Hingga Akhir Tahun
Stok Pupuk Bersubsidi di Lampung Aman Hingga Akhir Tahun
Kementan
Maksimalkan Potensi Pertanian Malaka, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani
Maksimalkan Potensi Pertanian Malaka, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani
Kementan
Hadapi La Nina, Mentan Ajak Petani Semangka dan Blewah di Jombang Gunakan Asuransi
Hadapi La Nina, Mentan Ajak Petani Semangka dan Blewah di Jombang Gunakan Asuransi
Kementan
Dukung Pertanian Modern, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani
Dukung Pertanian Modern, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani
Kementan
Mentan SYL Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Mentan SYL Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Kementan
Percepat Tanam, Kementan Lakukan RJIT di Kabupaten Sukabumi
Percepat Tanam, Kementan Lakukan RJIT di Kabupaten Sukabumi
Kementan
Mentan Serahkan 10 Unit Alsintan kepada Poktan di Padang Pariaman
Mentan Serahkan 10 Unit Alsintan kepada Poktan di Padang Pariaman
Kementan
Irigasi di Kabupaten Bandung Bocor, Kementan Lakukan RJIT dan Ini Hasilnya
Irigasi di Kabupaten Bandung Bocor, Kementan Lakukan RJIT dan Ini Hasilnya
Kementan