Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 14 September 2020
Ilustrasi lahan pertanian mengalami kekeringanSHUTTERSTOCK.com/fsyimage Ilustrasi lahan pertanian mengalami kekeringan

KOMPAS.com – Menteri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, asuransi adalah pilihan terbaik untuk menjaga lahan pertanian.

Dia mengatakan itu usai kekeringan membuat pasokan air ke lahan pertanian di Sinjai, Sulawesi Selatan, berkurang. Akibatnya, petani pun merugi karena gagal panen.

Menurut menteri yang akrab disapa SYL ini, kondisi tersebut tidak akan terjadi bila petani mengikuti asuransi pertanian.

Dia menyebut, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) memberikan jaminan dan kepastian kepada petani.

“Kepastian jika lahan pertanian yang gagal panen akan diganti rugi. Petani tidak akan rugi, sebalikya mereka akan memiliki cukup modal untuk tanam lagi,” katanya, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian

Direktur Jenderal Prasarana dan Sara (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang bisa meng-cover lahan pertanian dari berbagai ancaman.

Dia menjelaskan, untuk mengikuti program AUTP, petani bisa bergabung dengan kelompok tani (poktan).

Selain mendapatkan informasi, petani juga bisa dibantu mengisi formulir pendaftaran dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), luas lahan, dan jumlah petak yang diasuransikan.

Setelah itu, data akan direkap koordinator dan disampaikan ke dinas pertanian untuk ditetapkan.

Baca juga: Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi

Berdasarkan formulir pendaftaran tersebut, perusahaan asuransi akan melakukan asesmen pendaftaran dan mengonfirmasi pembayaran premi.

“Premi swadaya bisa dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana. Setelah itu polis aktif dan terbit secara otomatis melalui aplikasi SIAP,” terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Adapun, bentuan premi sebesar 80 persen akan dibayarkan jika Dinas Pertanian telah membuat Daftar Peserta Definitif (DPD) AUTP.

Setelah itu, baru petani dinyatakan sah menjadi peserta AUTP pada musim tanam yang didaftarkan.

Di Sinjai sendiri, puluhan hektar sawah di tiga desa di Kecamatan Sinjai Selatan mengalami gagal panen akibat tidak adanya pasokan air. Padi yang gagal panen pun terpaksa dijadikan makanan ternak sapi.

Baca juga: Diversifikasi Pangan, Kementan Fokus 6 Komoditas Lokal Non Beras

Kekeringan ditengarai jadi penyebab utama gagalnya petani memanen hasil dari sawah mereka. Pasokan air terhenti sejak satu bulan terakhir akibat keringnya saluran irigasi.

Padahal, bila panennya normal, para petani ini bisa memperoleh 50 karung gabah kering dengan harga jual sekitar Rp 20 juta.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Kementan
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Kementan
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Kementan
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Kementan
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau "Food Estate Hortikultura" Humbahas
Kementan
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Kementan
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Kementan
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Kementan
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Kementan
 Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Kementan
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Kementan
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Kementan