Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan Cepat

Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Kompas.com - Jumat, 31 Juli 2020
Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan CepatDok. Humas KementanIlustrasi sawah


KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani harus bergerak cepat dan tidak membiarkan kondisi serangan hama tikus pada tanaman padi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur meluas dan berlarut-larut.

Sebagai informasi, akibat serangan hama tersebut, petani di Jombang terancam gagal panen dan membuat biaya operasionalnya membengkak.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi di Jombang. Oleh karenanya petani yang lahannya terserang hama tikus harus segera mengurus asuransi,” tutur SYL, Kamis (30/07/2020).

Sedangkan bagi petani yang sudah mengikuti asuransi, SYL meminta harus segera klaim agar bisa kembali siap menanam.

Baca juga: Bukti Nyata Asuransi Petani, 6 Poktan di Bone Gagal Panen dapat Ganti Rugi

"Bagi petani yang lain, kami imbau mengikuti asuransi untuk meminimalisir kerugian," imbuh SYL seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy mengimbau petani untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar mengambil langkah mengendalikan hama tikus.

“Hal ini harus dikoordinasikan terlebih dahulu ke pihak terkait agar hama tikus bisa dikendalikan terlebih dahulu dan petani bisa kembali tanam,” tutur Sarwo Edhy.

Selanjutnya, menurut dia, langkah kedua yang bisa ditempuh adalah mengasuransikan lahan pertanian sebaga antisipasi agar petani tidak mengalami kerugian saat ada ancaman di lahan pertanian.

Baca juga: Kementan Apresiasi Distanbun Jateng Tanggung Asuransi Petani Miskin

Adapun ancaman yang dimaksud Edhy yakni hama wereng coklat, atau dampak dari cuaca ekstrim seperti kekeringan atau banjir akibat curah hujan yang tinggi, atau bisa juga akibat longsor atau banjir akibat tanggul sungai yang jebol.

Menurut Sarwo Edhy, hal tersebut bisa di-cover oleh asuransi sehingga petani bisa beraktivitas dengan tenang.

Adapun Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Priadi menjelaskan, kondisi ini terjadi karena tidak seimbangnya perkembangan tikus dengan predator tikus.

"Tidak adanya keseimbangan itu, akibatnya perkembangan populasi tikus sangat pesat. Dan serangan hama tikus ini hampir menyeluruh semua kecamatan,” paparnya.

Baca juga: Petani Diizinkan Masuk ke Ruas Jalan Tol untuk Membasmi Hama Tikus

Namun demikian, Priadi memastikan, pihaknya sudah melakukan penanganan hama.

"Untuk penanganan tikus kami lakukan dengan pengadaan rodentisida atau racun tikus dan belerang," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga melakukan gerakan seperti gropyokan di 200 titik bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi.

Priadi mengungkapkan, pada masa tanam musim penghujan kemarin, ada petani yang gagal panen karena serangan hama tikus.

Baca juga: Hama Tikus Serang Padi Milik Petani di Ngawi

" Serangan hama tikus tersebut terjadi di Kecamatan Sumobito dan mengakibatkan sekitar 32 hektar sawah yang gagal panen," tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku untuk yang gagal panen, bisa diasuransikan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Para petani yang gagal panen tersebut mendapat uang sebesar Rp 6.000.000,” jelas Priadi.

PenulisMaria Arimbi Haryas Prabawanti
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Mentan SYL: Dalam Pertanian Manajemen Air Jadi Sangat Penting
Mentan SYL: Dalam Pertanian Manajemen Air Jadi Sangat Penting
Kementan
Kekeringan Melanda Sukabumi, Petani di Sana Diimbau Mentan Ikuti Asuransi
Kekeringan Melanda Sukabumi, Petani di Sana Diimbau Mentan Ikuti Asuransi
Kementan
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT
Kementan
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi
Kementan
Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi
Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi
Kementan
Mentan Dukung Kabupaten Sukabumi Genjot Produksi Pertanian dengan Alsintan
Mentan Dukung Kabupaten Sukabumi Genjot Produksi Pertanian dengan Alsintan
Kementan
Petani di Bolmong Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Minta Petani Ikut Asuransi untuk Antisipasi
Petani di Bolmong Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Minta Petani Ikut Asuransi untuk Antisipasi
Kementan
Mentan Dukung Upaya Kabupaten Madiun Lindungi Lahan Pertanian
Mentan Dukung Upaya Kabupaten Madiun Lindungi Lahan Pertanian
Kementan
Mentan Apresiasi Usaha Petani Purworejo Jaga Lahan Pertanian dengan Saluran Irigasi
Mentan Apresiasi Usaha Petani Purworejo Jaga Lahan Pertanian dengan Saluran Irigasi
Kementan
Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan Cepat
Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan Cepat
Kementan
Manfaatkan Alsintan, Produksi Beras Banyuasin Masuk 4 Besar Penyumbang Pangan Nasional
Manfaatkan Alsintan, Produksi Beras Banyuasin Masuk 4 Besar Penyumbang Pangan Nasional
Kementan
Mentan Dukung Budi Daya Porang yang Berpotensi Diekspor
Mentan Dukung Budi Daya Porang yang Berpotensi Diekspor
Kementan
Sawah di Empat Lawang Rusak Akibat Banjir, Petani Pun Diimbau Ikut Asuransi Pertanian
Sawah di Empat Lawang Rusak Akibat Banjir, Petani Pun Diimbau Ikut Asuransi Pertanian
Kementan
Gunakan Hand Traktor, Petani Aceh Selatan Olah Tanah dengan Cepat
Gunakan Hand Traktor, Petani Aceh Selatan Olah Tanah dengan Cepat
Kementan
Mentan Puji Sinergi Pemkab Simeulue dan TNI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Mentan Puji Sinergi Pemkab Simeulue dan TNI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Kementan