Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Sabtu, 27 Juni 2020
Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal PanenKementanEmbung penampung air untuk mengairi lahan pertanian di musik kemarau.

KOMPAS.com – Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mugi Rahayu di Kabupaten Kendal telah membangun embung.

Embung yang dibangun seluas 100 hektare, panjang 48 meter, lebar 28 meter, dan kedalaman 3 meter. Lokasinya di Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal,” kata Sarwo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pembangunan embung ditujukan untuk mengatasi kesulitan air saat musim kemarau dan menghindari gagal panen. Pasalnya, debit air dari saluran irigasi tidak mampu lagi menjangkau sawah-sawah petani.

“Sebelum pembangunan embung, telah dilakukan sosialisasi penggunaan pompa air. Namun debit airnya menyusut ketika kekeringan. Dengan adanya embung, diharapkan ketersediaan air terjamin,” imbuh Sarwo.

Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Dukung Poktan Bangun Embung

Tak sia-sia, keberadaan embung tersebut terbukti meningkatkan produktivitas pertanian.

Di lahan seluas 125 hektare dengan luas areal teraliri 30 hektare milik Gapoktan Mugi Rayahu, produktivitas meningkat dari 6 ton per hektare menjadi 6,1 ton per hektare.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun mengapresiasi pemanfaatan embung oleh petani Kendal.

“Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti dan bersoal. Manfaatkan sumber air yang ada, maksimalkan aliran irigasi, atau bangun embung untuk menjaga ketersediaan air,” kata Syahrul, Kamis (25/6/2020).

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorAgung Dwi E
Terkini Lainnya
Terancam Kekeringan, Petani Diimbau Percepat Tanam dengan Pompanisasi
Terancam Kekeringan, Petani Diimbau Percepat Tanam dengan Pompanisasi
Kementan
Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0
Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0
Kementan
Kementan akan Produksi Kalung Eucalyptus, Ini Tanggapan Akademisi UGM
Kementan akan Produksi Kalung Eucalyptus, Ini Tanggapan Akademisi UGM
Kementan
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba
Kementan
Kekeringan Mulai Melanda, Mentan Ajak Petani Percepat Proses Tanam
Kekeringan Mulai Melanda, Mentan Ajak Petani Percepat Proses Tanam
Kementan
Kementan Optimis Target Tanam Sumsel Seluas 85.000 Hektar Tercapai
Kementan Optimis Target Tanam Sumsel Seluas 85.000 Hektar Tercapai
Kementan
Kementan Tepis Isu Kelangkaan Pupuk di Tanah Air
Kementan Tepis Isu Kelangkaan Pupuk di Tanah Air
Kementan
Mentan: Pupuk Bersubsidi Hanya Disalurkan Melalui Pengecer Resmi
Mentan: Pupuk Bersubsidi Hanya Disalurkan Melalui Pengecer Resmi
Kementan
Cegah Alih Fungsi Lahan, Kementan Siap Koordinasi dengan Pemda
Cegah Alih Fungsi Lahan, Kementan Siap Koordinasi dengan Pemda
Kementan
Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen
Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen
Kementan
Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Ini Inovasi dan Modernisasi yang Dilakukan Kementan
Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Ini Inovasi dan Modernisasi yang Dilakukan Kementan
Kementan
Gandeng Kementerian PUPR dan Kemhan, Kementan akan Jadikan Kalteng Lumbung Pangan
Gandeng Kementerian PUPR dan Kemhan, Kementan akan Jadikan Kalteng Lumbung Pangan
Kementan
Poktan di Bone Gunakan Transplanter untuk Tingkatkan Produktivitas
Poktan di Bone Gunakan Transplanter untuk Tingkatkan Produktivitas
Kementan
Indonesia Terus Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Pertanian Rakyat
Indonesia Terus Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Pertanian Rakyat
Kementan
Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Sejumlah Program Ketahanan Pangan
Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Sejumlah Program Ketahanan Pangan
Kementan