Rektor UIN Sultan Alauddin Makassar Apresiasi Kinerja Mentan SYL

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Jumat, 22 Mei 2020
Perairan lahan sawah.DOK. Humas Kementerian Pertanian Perairan lahan sawah.

KOMPAS.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selama pandemi Covid-19.

Pasalnya, meski di tengah pandemi, ia mengatakan, melihat Mentan Syahrul Yasin Limpo tidak berhenti memastikan ketersediaan pangan nasional.

"Hal tersebut terbukti hingga detik ini, tidak terjadi kekurangan bahan pokok,” kata Hamdan, di Makasar, Jumat (22/5/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk diketahui, pada 2020 pemerintah menargetkan luas tanam padi nasional minimal 11,66 juta hektar (ha), yang berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras.

Sementara itu, potensi panen padi pada Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebanyak 3,43 juta ton.

Baca juga: Ungkap 3 Skenario, Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga Idul Fitri

Kemudian, potensi panen padi pada Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebanyak 1,94 juta ton.

Dengan begitu, stok beras yang tersedia diperkirakan mencapai 6,84 juta ton, dan dapat mencukupi hingga akhir Juni 2020.

Lebih lanjut Hamdan mengatakan, sejauh ini Syahrul banyak mengeluarkan terobosan dan inovasi kreatif, yang menjadikan sektor pertanian semakin maju, mandiri, dan modern.

“Hari ini kita memasuki era tiada hari tanpa inovasi pertanian. Bahkan baru-baru ini, Kementan mampu mengambil peran dalam pengembangan antivirus berbahan eukaliptus. Saya kira ini sangat luar biasa,” kata Hamdan.

Baca juga: Launching Antivirus Corona, Mentan: Tidak Ada Alasan Takut Virus Ini

Inovasi yang dimaksud antara lain bekerja sama dengan start up untuk mengatur sistem distribusi bahan pokok, mengembangkan berbagai macam benih dan bibut unggul, mendorong mekanisasi sektor pertanian, serta menghadirkan pusat data Agricultural War Room (AWR).

Secara khusus, Hamdan memuji pusat data AWR yang dapat menjadi solusi akurasi dan validasi data.

Menurut Hamdan, AWR mampu memantau masalah yang mungkin timbul dalam penanganan pangan nasional.

Hamdan pun optimistis, pemanfaatan fasilitas AWR dapat meningkatkan produksi nasional. Sebab, AWR mampu bekerja secara cepat, dan menopang sistem kerja Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) sampai level kecamatan.

Baca juga: AWR dan Kostratani akan Ubah Wajah Pertanian Indonesia di Mata Dunia

“Kini lokasi potensi lahan yang akan dipanen dapat diketahui. Termasuk juga tingkat produktivitas lahan dan potensi masalah yang akan timbul,” kata Hamdan.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Kementan
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Kementan
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Kementan
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Kementan
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau "Food Estate Hortikultura" Humbahas
Kementan
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Kementan
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Kementan
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Kementan
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Kementan
 Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Kementan
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Kementan
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Kementan