Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan Pangan

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Jumat, 27 Maret 2020
Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan PanganKOMPAS.COM/ANDI HARTIKMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat panen padi di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/2/2020).

KOMPAS.comPenyuluh yang tergabung dalam Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan mengawal ketersediaan stok pangan nasional.

Apalagi saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) dan meningkatnya kebutuhan jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Salah satu anggota penyuluh dari Kementan Inang Sariati mengatakan, panen raya yang akan berlangsung pada minggu keempat Maret hingga April nanti menjadi fokus utama Kementan.

Inang yang mendampingi penyuluh dan petani di Gorontalo menyebutkan, meski sedang menghadapi Covid-19, para penyuluh Kostratani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani.

Selain itu, Inang juga berharap, pengawalan melalui program Kostratani ini dapat memberikan motivasi kepada petani untuk menerapkan teknologi dalam budidaya tanaman pangan.

Baca juga: Mentan: Kostratani Wujud Membangun Ekosistem Pertanian Lewat Digital

“Kami harapkan dengan peningkatan produksi pada akhirnya turut meningkatkan pendapatan petani,” ungkapnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Gorontalo merupakan salah satu sentra produksi nasional untuk komoditas padi dan jagung.

Menurutnya, sejak akhir tahun 2019 kemarin, para penyuluh telah melakukan pendampingan untuk memasifkan teknologi baru, yaitu tumpang sari tanaman (turiman) padi lahan kering dan jagung.

Baca juga: Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT

Hasilnya, lanjut Inang, terlihat pada demonstration plot (demplot) turiman di Desa Ilangata Barat, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Di area ini panen diperkirakan bisa mencapai 2,83 ton per hektarnya.

Adapun, varietas yang ditanam adalah Situbagendit.

Dia menambahkan, setelah panen nanti, petani berharap pemerintah mempercepat penyaluran benih.

Apalagi benih yang disalurkan berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan Anggaran Pendapatan Belanja Derah (APBD).

“Ini karena musim tanam gaduh di Kabupaten Gorontalo Utara dimulai pada minggu pertama April 2020,” ungkap Inang.

Penyuluhan tanpa ke lapangan

Pada kesempatan berbeda, Kepala Penyuluhan Pertanian Leli Nuryati menjelaskan, penyuluh pertanian dijadwalkan tetap melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawalan aktivitas pertanian kepada petani di lapangan meskipun adanya pembatasan kunjungan di wilayah binaan.

“Pembinaan ini dilakukan melalui teleconference dengan wilayah binaan sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” terangnya.

Melalui telekonferensi terjadwal ini, ungkapnya, pemerintah pusat dapat secara cepat mengetahui langsung kendala dan persoalan di lapangan.

Dengan begitu, dia pun berharap pemerintah bisa segera memutuskan kebijakan dan solusi permasalahan untuk petani.

Baca juga: Mentan Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Waktu dan Sasaran

Leli juga menyebut, pengawalan tanpa tatap muka ini sejalan dengan konsep Kostratani yang dikembangkan Kementan.

Pasalnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebelumnya meminta Kostratani memanfaatkan secara optimal peralatan digital dan teknologi informasi dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan.

Hal itu sesuai dengan program yang diusung Mentan, yang mendorong penyuluhan berlangsung secara intensif tanpa perlu melakukan kunjungan di lapangan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Sambut Musim Kemarau, UPJA Parigi Moutong Sulteng Lakukan Percepatan Tanam
Sambut Musim Kemarau, UPJA Parigi Moutong Sulteng Lakukan Percepatan Tanam
Kementan
Mentan SYL: Kemandirian Bangsa Tidak Boleh Tersandera oleh Impor
Mentan SYL: Kemandirian Bangsa Tidak Boleh Tersandera oleh Impor
Kementan
Tanaman Rusak, 9 Poktan di Kulonprogo Klaim Asuransi Senilai Rp 121,4 Juta
Tanaman Rusak, 9 Poktan di Kulonprogo Klaim Asuransi Senilai Rp 121,4 Juta
Kementan
Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor
Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor
Kementan
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian
Kementan
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa
Kementan
Dukung Pangan Nasional, Kementan Distribusikan 46,27 Persen Pupuk Bersubsidi
Dukung Pangan Nasional, Kementan Distribusikan 46,27 Persen Pupuk Bersubsidi
Kementan
Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia lewat
Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia lewat "Family Farming"
Kementan
Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Optimalkan Pemanfaatan Lahan Rawa
Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Optimalkan Pemanfaatan Lahan Rawa
Kementan
UPJA Tani Karya Mandiri Hidupkan Pertanian di 7 Desa, Kementan Apresiasi
UPJA Tani Karya Mandiri Hidupkan Pertanian di 7 Desa, Kementan Apresiasi
Kementan
Rektor UIN Sultan Alauddin Makassar Apresiasi Kinerja Mentan SYL
Rektor UIN Sultan Alauddin Makassar Apresiasi Kinerja Mentan SYL
Kementan
FAO Peringatkan Bencana Kelaparan Akibat Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
FAO Peringatkan Bencana Kelaparan Akibat Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
Kementan
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Program Cetak Sawah Harus Dilakukan
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Program Cetak Sawah Harus Dilakukan
Kementan
Bupati Merauke Minta Petani Segera Menanam Agar Target Luas Tanam 36.155 Ha Tercapai
Bupati Merauke Minta Petani Segera Menanam Agar Target Luas Tanam 36.155 Ha Tercapai
Kementan
Minat Asuransi Pertanian Meningkat, Hingga Mei Sudah 333.505 Hektar Diasuransikan
Minat Asuransi Pertanian Meningkat, Hingga Mei Sudah 333.505 Hektar Diasuransikan
Kementan