Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Kamis, 26 Maret 2020
Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian LokalDOK. Humas Kementerian PertanianIlustrasi tanaman jagung yang siap panen.

KOMPAS.com – Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian (Kementan), Sandi Octa Susila mengatakan, coronavirus disease 2019 (Covid-19) memberi peluang kepada petani Indonesia.

Peluang itu adalah untuk menjadikan produk pertanian lokal sebagai tuan rumah di negara sendiri.

Apalagi ditengah pandemi Covid-19 para ahli gizi menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Produk lokal pun menjadi pilihan utama karena keamanannya terjamin dan lebih segar.

“Jangan menyerah, genjot terus produksi. Pertanian jadi ujung tombak dalam kondisi wabah Covid-19 ini,” kata Sandi, seperti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Sisi Lain Pandemi Covid-19, Produk Pertanian Lokal Laku Keras

Sandi sendiri saat ini menyediakan layanan antar produk pangan, sehingga masyarakat bisa membelinya tanpa harus keluar rumah.

Hal tersebut sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 yang mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Kami terus mengembangkan dan berusaha memperluas jangkauan hingga ke semua provinsi di Indonesia, dan melengkapi produknya,” kata Sandi.

Pemesanan produk pangan cukup dilakukan melalui website atau whatsapp. Setelah memesan, barang akan dikirim ke tempat tujuan.

Baca juga: Berkat Petani Milenial, Ekspor Hasil Pertanian Jateng Capai Rp 2,51 Triliun

Sandi mengatakan, dirinya telah menyiapkan 141 jenis produk pertanian untuk dijual secara langsung ke masyarakat. Pemasaran produk tersebut bekerja sama dengan sejumlah petani milenial lainnya.

Sebelumnya, nama Sandi memang cukup populer dan sering disebut sebagai panutan para petani milenial.

Sandi merupakan pemilik perusahaan Mitra Tani Parahyangan, pemasok bahan pangan ke 25 hotel di Area Puncak Bogor dan Jakarta.

Sandi juga mengembangkan konsep agrowisata melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Mitra Tani Parahyangan.

Baca juga: Cerita Ujang, Petani Milenial yang Stabilkan Harga Bawang hingga Dipanggil Jokowi ke Istana

Bahkan Bupati Cianjur melalui Kepala Dinas Pertanian mengamanahkan Sandi untuk menjabat sebagai Direktur Utama Pengelola Sub Terminal Agribisnis (STA) Cigombong, Cianjur.

Sandi pun turut membuat gebrakan Outlet One Stop Shopping (OOSS), atau yang biasa dikenal dengan pembelanjaan satu pintu produk pertanian.

Saat ini, Sandi membina 385 petani dengan 141 produk pertanian.

“Awalnya saya hanya mengoordinasikan sepuluh petani, kemudian bertambah menjadi dua puluh,” kata Sandi.

Baca juga: Startup Ini Hubungkan Petani, UMKM, dan Konsumen di Jabar

Berbagai prestasi pun sudah dicetak Sandi. Salah satunya penghargaan dalam ajang Kick Andy Heroes 2020.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang
Kementan
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kementan
E-commerce Pertanian Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat saat Pandemi Covid-19
E-commerce Pertanian Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat saat Pandemi Covid-19
Kementan
Jumlah Peserta AUTP Meningkat dari Tahun ke Tahun
Jumlah Peserta AUTP Meningkat dari Tahun ke Tahun
Kementan
Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan Pangan
Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan Pangan
Kementan
Mentan Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Waktu dan Sasaran
Mentan Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Waktu dan Sasaran
Kementan
Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal
Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal
Kementan
Alokasi Dana KUR Pertanian Naik, Serapan di Jateng Capai Rp 1,87 Triliun
Alokasi Dana KUR Pertanian Naik, Serapan di Jateng Capai Rp 1,87 Triliun
Kementan
UGM Dukung Langkah Kementan Monitoring Pasokan dan Harga Pangan
UGM Dukung Langkah Kementan Monitoring Pasokan dan Harga Pangan
Kementan
Presiden Jokowi: Wabah Covid-19 Tak Boleh Hentikan Aktivitas Pertanian
Presiden Jokowi: Wabah Covid-19 Tak Boleh Hentikan Aktivitas Pertanian
Kementan
Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT
Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT
Kementan
Gunung Kidul Mulai Panen Kacang dan Jagung, Hasilnya di Atas Rata-rata
Gunung Kidul Mulai Panen Kacang dan Jagung, Hasilnya di Atas Rata-rata
Kementan
Dukung “Work from Home”, Kementan Jamin Kebutuhan Sembako Terpenuhi
Dukung “Work from Home”, Kementan Jamin Kebutuhan Sembako Terpenuhi
Kementan
Mentan: Program Padat Karya Harus Jadi Ujung Tombak Tekan Kemiskinan
Mentan: Program Padat Karya Harus Jadi Ujung Tombak Tekan Kemiskinan
Kementan
Kementan dan Pemda Bantu Petani Bayar Premi Asuransi
Kementan dan Pemda Bantu Petani Bayar Premi Asuransi
Kementan