Kementan Berharap Setiap Daerah Miliki Brigade Alsintan

Alek Kurniawan
Kompas.com - Selasa, 27 Agustus 2019
Kementan Berharap Setiap Daerah Miliki Brigade AlsintanDok. Humas KementanKementan serahkan lima traktor roda empat kepada para petani di Kediri, Kamis (8/8/2019).

KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, petani dipersilakan memanfaatkan alat mesin pertanian ( Alsintan) yang tersimpan di Dinas Pertanian setempat.

Ia mengatakan petani tinggal membuat surat permohonan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah masing-masing.

Kementan pun berharap masing-masing daerah memiliki Brigade Alsintan. Alasannya, untuk meminjam Alsintan dari Brigade Alsintan ini banyak keuntungannya.

"Di Brigade Alsintan tersedia berbagai alat pertanian modern, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, transplanter (penanam), dan pompa air serta excavator atau backhoe dan semuanya dalam kondisi baik," ungkap Sarwo Edhy.

Baca juga: Kementan: Irigasi Perpompaan Punya Manfaat Besar untuk Petani

Menurut Sarwo Edhy, Alsintan tersebut dititipkan Kementan untuk membantu petani dalam rangka mewujudkan swasembada tanam.

Terkait mekanisme peminjaman, petani tinggal berkoordinasi dengan Distan atau Babinsa dan membuat surat permohonan yang berisi peminjaman Alsintan melalui Gapoktan.

"Mekanisme peminjaman tersebut untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas peminjaman. Silakan membuat surat melalui Gapoktan. Kalau Alsintan yang dimaksud tersedia atau tidak sedang dipakai petani lain, bisa langsung dipakai,” jelasnya.

Brigade ini, lanjutnya, menjadi pengelola Alsintan agar penggunaannya lebih maksimal.

"Kami akan mengubah cara penanganan Alsintan. Bila di kelompok tidak maksimal, maka pengelolaannya diserahkan ke Brigade," kata Sarwo Edhy.

Dirasakan langung

Manfaat Brigade Alsintan ini telah dirasakan langsung oleh petani Kutai Timur (Kutim).

Ratusan Alsintan yang pengadaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diserahkan Dinas Pertanian Kutim kepada petani.

Namun, ada juga yang dikelola Brigade Alsintan yang nantinya bisa disewa petani.

Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono menyebutkan, semua biaya pemeliharaan Alsintan menjadi tanggung jawab kelompok tani, kemudian untuk perbaikan menggunakan APBD.

Baca juga: Pemanfaatan Alsintan Bisa Jadi Solusi Atasi Kekeringan

“Karenanya dimungkinkan untuk menarik biaya kepada si pengguna alat itu namun biayanya fleksibel, sesuai dengan surat keterangan (SK),” terangnya.

Ia menjelaskan, petani melalui kelompok tani bisa menyampaikan permohonan Alsintan yang ada, tapi harus ada perjanjian atau kontrak.

Setiap penggunaan Alsintan yang dikelola Brigade Alsintan ada tarifnya sesuai alat yang disewa.

"Seperti alat panen hanya Rp 25.000 per karung sudah termasuk bahan bakar minyak (BBM), operator, dan biaya servis alat," jelasnya.

Sugiono mengingatkan, karena Alsintan yang dikelola Brigade Alsintan terbatas, petani yang akan menyewa harus memperhatikan waktu dan perkiraan waktu pemakaian sehingga semua penyewa terlayani.

PenulisAlek Kurniawan
EditorAlek Kurniawan
Terkini Lainnya
Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor
Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor
Kementan
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian
Kementan
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa
Kementan
Dukung Pangan Nasional, Kementan Distribusikan 46,27 Persen Pupuk Bersubsidi
Dukung Pangan Nasional, Kementan Distribusikan 46,27 Persen Pupuk Bersubsidi
Kementan
Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia lewat
Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia lewat "Family Farming"
Kementan
Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Optimalkan Pemanfaatan Lahan Rawa
Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Optimalkan Pemanfaatan Lahan Rawa
Kementan
UPJA Tani Karya Mandiri Hidupkan Pertanian di 7 Desa, Kementan Apresiasi
UPJA Tani Karya Mandiri Hidupkan Pertanian di 7 Desa, Kementan Apresiasi
Kementan
Rektor UIN Sultan Alauddin Makassar Apresiasi Kinerja Mentan SYL
Rektor UIN Sultan Alauddin Makassar Apresiasi Kinerja Mentan SYL
Kementan
FAO Peringatkan Bencana Kelaparan Akibat Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
FAO Peringatkan Bencana Kelaparan Akibat Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
Kementan
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Program Cetak Sawah Harus Dilakukan
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Program Cetak Sawah Harus Dilakukan
Kementan
Bupati Merauke Minta Petani Segera Menanam Agar Target Luas Tanam 36.155 Ha Tercapai
Bupati Merauke Minta Petani Segera Menanam Agar Target Luas Tanam 36.155 Ha Tercapai
Kementan
Minat Asuransi Pertanian Meningkat, Hingga Mei Sudah 333.505 Hektar Diasuransikan
Minat Asuransi Pertanian Meningkat, Hingga Mei Sudah 333.505 Hektar Diasuransikan
Kementan
Tahun Ini Pemerintah Alokasikan Rp 50 Triliun untuk KUR Pertanian
Tahun Ini Pemerintah Alokasikan Rp 50 Triliun untuk KUR Pertanian
Kementan
Cegah Krisis Pangan, Mentan Imbau Petani Lakukan Percepatan Tanam dengan Alsintan
Cegah Krisis Pangan, Mentan Imbau Petani Lakukan Percepatan Tanam dengan Alsintan
Kementan
Kementan Optimis Pertanian Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian Nasional
Kementan Optimis Pertanian Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian Nasional
Kementan