Pemanfaatan Alsintan Bisa Jadi Solusi Atasi Kekeringan

Alek Kurniawan
Kompas.com - Selasa, 13 Agustus 2019
Pemanfaatan Alsintan Bisa Jadi Solusi Atasi KekeringanDok. Humas KementanKementan serahkan lima traktor roda empat kepada para petani di Kediri, Kamis (8/8/2019).

KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan), Sarwo Edhy mengatakan pemanfaatan alat mesin pertanian ( alsintan) dapat mendukung upaya mitigasi kekeringan.

Oleh karena itu, dia mengimbau dinas pertanian di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan alsintan agar petani dapat terus berproduksi.

" Alsintan dapat mendukung mitigasi kekeringan dan segera salurkan ke daerah terdampak kekeringan," ucap Sarwo Edhy melalui rilis tertulis, Kamis (13/8/2019).

Sarwo mengatakan adapun upaya lain untuk mitigasi kekeringan yaitu dengan memanfaatkan sumber air di mana sudah ada 11.654 unit embung pertanian dan 4.042 irigasi perpompaan di dekat daerah terdampak kekeringan.

Baca juga: Kementan Bentuk Brigade untuk Optimalkan Alsintan

Untuk diketahui, jumlah pompa air yang dialokasikan oleh Kementan pada periode 2015-2018 sebanyak 93.860 unit dan khusus daerah terdampak kekeringan pompa air tersedia mencapai 19.999 unit.

"Kekeringan akan diperkirakan berlanjut beberapa bulan ke depan. Antisipasi bisa diperoleh dari pemanfaatan pompa air dan pipanisasi. Pengamanan standing crop dilakukan dengan semua pihak sehingga terselesaikan dengan baik," ujar Sarwo.

Pompanisasi

Salah satunya yang dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Manunggal, Wediutah Ngeposari, Semanu, Gunung Kidul yang berhasil mengangkat air dari sumber air Kali Greneng untuk keperluan pertanian.

Asal tahu saja, irigasi perpompaan itu merupakan bantuan dari Kementan yang dikerjakan secara swakelola oleh Poktan penerima kegiatan. 

Ketua Poktan Manunggal Wediutah Sarwo Widodo menjelaskan, sumber air Kali Greneng Wediutah merupakan warisan nenek moyang yang tak pernah surut airnya meski saat puncak musim kemarau.

"Biasanya penduduk mengambil air dengan menyusuri lokasi yang dalam dengan memikul jerigen air untuk dibawa ke atas satu persatu penduduk," ujar Sarwo Widodo.

Baca juga: Berikan Bantuan Alsintan, Kementan Ingin Petani Lebih Optimal Bekerja

Dengan luas lahan 20 hektar (ha) biasanya petani hanya menanam padi sekali di musim hujan dan satu kali tanam palawija di musim kedua.

Sarwo Widodo menuturkan dengan adanya irigasi perpompaan bisa menambah motivasi petani Wediutah sehingga lebih tekun bertani dan tidak takut kekeringan.

Pada musim kemarau ini saja telah diuji coba tanam jagung seluas 3 ha dan bertambah menjadi 15 ha tanam pada musim ketiga dengan jagung dan kacang atau kedele serta tanaman sayuran.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah meringankan beban petani dalam hal pengairan," ujarnya.

Baca juga: Kementan: Pelatihan Alsintan Dorong Kinerja Petani Lebih Optimal

Sementara itu, Kepala Dinas DPP Bambang Wisnu Broto berharap petani membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pengelolaan air ke depan.

"Dengan memiliki P3A, air yang ada akan bisa dikelola dengan baik. Sehingga, proses tanam akan lancar dan lebih mudah menghadapi kekeringan," kata Bambang.

Pada hari sebelumnya, Selasa (6/8/2019) Kepala Dinas DPP juga telah meresmikan irigasi perpompaan di Poktan Rukun Agawe Makmur Beji, Patuk.

Irigasi ini nantinya untuk mengairi lahan seluas 25 ha dengan sumber air Sungai Oya.

PenulisAlek Kurniawan
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Menteri Pertanian RI: Impor Memang Tidak Haram, tetapi…
Menteri Pertanian RI: Impor Memang Tidak Haram, tetapi…
Kementan
Ini Pentingnya Teknologi untuk Distribusi Komoditas Pertanian
Ini Pentingnya Teknologi untuk Distribusi Komoditas Pertanian
Kementan
Pengentasan Daerah Rawan Pangan Jadi Fokus Mentan dalam 100 Hari Kerja
Pengentasan Daerah Rawan Pangan Jadi Fokus Mentan dalam 100 Hari Kerja
Kementan
Hadapi Isu Food Waste, Kementan Ajak Masyarakat Bijak Konsumsi Pangan
Hadapi Isu Food Waste, Kementan Ajak Masyarakat Bijak Konsumsi Pangan
Kementan
Kementan Berhasil Buka Lahan Cetak Sawah Seluas 1,16 Juta Hektar
Kementan Berhasil Buka Lahan Cetak Sawah Seluas 1,16 Juta Hektar
Kementan
Tarik Minat Anak Muda, Kementan Adakan Program Petani Masuk Sekolah
Tarik Minat Anak Muda, Kementan Adakan Program Petani Masuk Sekolah
Kementan
Rayakan HPS 2019, Kementan Beri Bantuan Alsintan Senilai Rp 25 Miliar
Rayakan HPS 2019, Kementan Beri Bantuan Alsintan Senilai Rp 25 Miliar
Kementan
Perbarui Data LBS, Kementan Gandeng Kementerian ATR/BPN
Perbarui Data LBS, Kementan Gandeng Kementerian ATR/BPN
Kementan
Kementan Gandeng 6 Kementerian untuk Atasi Area Rawan Pangan
Kementan Gandeng 6 Kementerian untuk Atasi Area Rawan Pangan
Kementan
Kementan Konfirmasi SYL Sudah Laporkan LHKPN kepada KPK
Kementan Konfirmasi SYL Sudah Laporkan LHKPN kepada KPK
Kementan
Kementan Kirim Bantuan Alsintan 44 Unit ke Sukoharjo
Kementan Kirim Bantuan Alsintan 44 Unit ke Sukoharjo
Kementan
Program Serasi Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Hasil Pertanian
Program Serasi Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Hasil Pertanian
Kementan
Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam
Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam
Kementan
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel
Kementan
Kementan: Warehouse UPJA Bisa Turunkan Biaya Produksi Usaha Tani
Kementan: Warehouse UPJA Bisa Turunkan Biaya Produksi Usaha Tani
Kementan