Jangan Sampai Data Baru BPS Jadi Alasan Impor Pangan 2019

Kompas.com - Kamis, 25 Oktober 2018
Ilustrasi beras DOK. Humas Kementerian Pertanian RI Ilustrasi beras


KOMPAS.com
- Data baru Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai produksi beras terus menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya dari Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Hortikultura Indonesia (APT2PHI). 

Ketua Umum APT2PHI Rahman Sabon Nama memiliki sejumlah catatan terhadap data pangan baru BPS. Catatan ini dia buat usai pertemuan yang membahas penyempurnaan data pangan tersebut, Senin (22/10/2018) di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Rahman mengingatkan agar Pemerintah ekstra hati-hati dalam penyajian data. Agar terhindar dari kesan atau opini publik bahwa Pemerintah telah membohongi rakyat dengan penyajian data produksi padi yang rendah, dan luas lahan menyusut. 

"Jangan semata-mata hanya untuk membenarkan alasan Pemerintah melakukan impor beras pada awal 2019 nanti", ungkap Rahman. 

Ia melanjutkan bahwa rapat yang tidak dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran dan Ketua Bulog Budi Waseso itu jangan sampai keliru dalam membuat kebijakan terkait anggaran dan impor beras.

BACA JUGA: Sekjen Kementan: Soal Data Beras, Kami Dukung BPS

Jangan sampai, dengan alasan produksi yang rendah dan lahan sawah semakin berkurang, pemerintah kemudian menambah anggaran untuk tambahan impor beras.

“Apabila hal ini dilakukan, maka akan semakin merugikan petani dan rakyat," tegas Rahman.

Oleh karenanya, Rahman yang juga Dewan Pakar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menambahkan, pemerintah harus akurat dalam hal merilis data terkait Neraca Produksi dan Kebutuhan Padi dan Beras Nasional.

Sebagai perbandingan, data Food and Agriculture Organization (FAO) Rice Market (monitoring beras Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada April 2018, memperlihatkan dalam tabel produksi padi di Asia bahwa produksi padi Indonesia tahun 2018 lebih tinggi dari tahun 2017 sekitar 72 juta ton gabah kering giling (GKG). 

Data produksi beras yang dipublikasikan FAO pada 6 bulan lalu ini, jauh lebih tinggi dibanding data BPS, yang menyatakan bahwa produksi padi Indonesia tahun 2018 hanya 56 juta ton GKG. 

EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital
Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital
Kementan
Kementan Optimistis Perbankan Bisa Bantu Percepat Modernisasi Pertanian
Kementan Optimistis Perbankan Bisa Bantu Percepat Modernisasi Pertanian
Kementan
21 Poktan di Rote Ndao Terima Alsintan, Kementan Harap Bisa Genjot Produksi
21 Poktan di Rote Ndao Terima Alsintan, Kementan Harap Bisa Genjot Produksi
Kementan
Optimalkan Produktivitas Pertanian, Pemprov Bangka Belitung Manfaatkan Alsintan
Optimalkan Produktivitas Pertanian, Pemprov Bangka Belitung Manfaatkan Alsintan
Kementan
Kementan dan Bank Dunia Bersinergi Bangun Pertanian Berketahanan Iklim
Kementan dan Bank Dunia Bersinergi Bangun Pertanian Berketahanan Iklim
Kementan
Cegah Kerugian Gagal Panen, Petani di Muratara Diimbau Ikut AUTP
Cegah Kerugian Gagal Panen, Petani di Muratara Diimbau Ikut AUTP
Kementan
Dapat Bantuan RJIT, Petani di Kabupaten Muna Mulai Genjot Produksi Pertanian
Dapat Bantuan RJIT, Petani di Kabupaten Muna Mulai Genjot Produksi Pertanian
Kementan
Mentan SYL Berharap Mahasiswa PEPI Bisa Bangun Sektor Pangan Nasional
Mentan SYL Berharap Mahasiswa PEPI Bisa Bangun Sektor Pangan Nasional
Kementan
Ikuti Arahan Presiden, Mentan SYL Pastikan Kedelai dan Tanaman Hortikultura Diproduksi dalam Waktu Dekat
Ikuti Arahan Presiden, Mentan SYL Pastikan Kedelai dan Tanaman Hortikultura Diproduksi dalam Waktu Dekat
Kementan
Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan SYL Minta Kepala Daerah Perkuat Lumbung Pangan
Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan SYL Minta Kepala Daerah Perkuat Lumbung Pangan
Kementan
Kunjungi Asahan, Wamentan Harvick Ingatkan Pentingnya Hilirisasi melalui BUMD
Kunjungi Asahan, Wamentan Harvick Ingatkan Pentingnya Hilirisasi melalui BUMD
Kementan
Dukung Petani Milenial, Mentan SYL Dianugerahi Lencana Utama Adi Bhakti Tani oleh KTNA
Dukung Petani Milenial, Mentan SYL Dianugerahi Lencana Utama Adi Bhakti Tani oleh KTNA
Kementan
Cegah Gagal Panen, Kementan Ingatkan Pemda Pentingnya Mitigasi Bencana
Cegah Gagal Panen, Kementan Ingatkan Pemda Pentingnya Mitigasi Bencana
Kementan
Harga Pupuk Lebih Tinggi dari Energi, Indef Dorong Pemerintah Perbesar Anggaran Pupuk Organik
Harga Pupuk Lebih Tinggi dari Energi, Indef Dorong Pemerintah Perbesar Anggaran Pupuk Organik
Kementan
Dukung Modernisasi Pertanian di Aceh Besar, Kementan Hibahkan Alsintan untuk 7 Poktan
Dukung Modernisasi Pertanian di Aceh Besar, Kementan Hibahkan Alsintan untuk 7 Poktan
Kementan