Kaki Gunung Rinjani Penyangga Bawang Putih Nasional

Kompas.com - 16/07/2018, 15:44 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Hampir separuh aneka sayuran di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat dipasok dari Sembalun, Lombok Timur.

Daerah Sembalun memang menjadi penyangga utara sayuran di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bawang putih ditanam hampir di seluruh dataran Sembalun yang dikelilingi bukit dan gunung.

Untuk mendukung Sembalun menjadi sentra utama pengembangan bawang putih nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke sana sekaligus melakukan penanaman bawang putih sebagai simbol wilayah itu akan menjadi sentra terbesar bawang putih Indonesia.

Dengan tumbuh dan berkembangnya Sembalun berbagai sentra utama di Indonesia, Andi Amran Sulaiman yakin swasembada bawang putih Indonesia akan tercapai pada 2021.

Baca juga: Percepat Swasembada Bawang Putih, Kementan Terapkan Strategi Ini

Menurut Kadis Pertanian Lombok Timur Zaini, sentra pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai 10.000 hektar (ha).

Adapun sentra pertanaman tersebar di 5 kecamatan yaitu Sembalun, Wanasaba, Sikur, Pringgasela, Suela.

Penambahan luas tanam setiap saat ada karena kondisi dan ketersediaan air mencukupi. Sentra utama terbesar di Sembalun bisa mencapai 4.000 ha, tepatnya di kaki Gunung Rinjani.

Hampir seluruh wilayah ini ditanami bawang putih dengan pola monokultur, sebagian lagi tumpang sari dengan komoditas sayuran lainnya seperti cabai besar.

Baca juga: Kejar Target Swasembada Bawang Putih, Importir Diminta Ikut Menanam

“Melihat prospek ini maka Sembalun siap menjadi penyangga benih bawang putih nasional dan menyukseskan swasembada bawang putih tahun 2021,” kata dia.  

Sangga Sembalun

Ketua Gapoktan Sembalun Horti 441 Desa Sembalun Lawang Abdul Aziz mengatakan, kelompok binaannya berfokus pada penyediaan benih bawang putih varietas Sangga Sembalun.  

“Kami siapkan benih sampai bulan September sekitar 1.500 ton,” ujar dia.  

Menurut dia, permintaan bening bawang putih cukup tinggi dan mereka merasa kewalahan memenuhi permintaan itu.

Daerah yang membutuhkan benih dari Sembalun di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku.

Spudnik Sujono Kamino, Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian (berjaket hitam) saat berkunjung ke kawasan pengembangan lahan bawan putih di kaki Gunung Ijen Banyuwangi Kamis (22/2/2018). KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Spudnik Sujono Kamino, Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian (berjaket hitam) saat berkunjung ke kawasan pengembangan lahan bawan putih di kaki Gunung Ijen Banyuwangi Kamis (22/2/2018).

”Ini menandakan bahwa Sembalun sudah dikenal oleh para pencinta dan daerah sentra pengembangan bawang putih Indonesia,” kata dia.

Hal yang sama ditambahkan oleh H.M. Idris Kepala Desa Sembalun Lawang, bahwa warga desa dan kelompok tani di wilayahnya sangat antusias dalam mengembangkan bawang putih.  

“Sejak tahun 1980-an bawang putih sempat berjaya, namun setelah itu redup lagi,” ujar dia.  

Dalam 3 tahun terakhir, petani semakin antusias dalam budi daya bawang putih.

Ilustrasi bawang putihKOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Ilustrasi bawang putih

Kelompok tani umumnya menanam varietas Sangga Sembalun dengan produktivitas rerata 12-15 ton/ha dengan harga panen basah Rp 13.000-Rp 15.000. Adapun harga benih siap tanam Rp 45.000 di tingkat petani.

“Dengan harga yang begitu bagus,  terus terang bisa mengangkat perekonomian di daerah kami dan tingkat kesejahteraan meningkat tajam. Hal ini bisa dilihat dari rumah ibadah seperti mesjid dan rumah penduduk sudah permanen dan roda perekonomian semakin membaik,” kata dia.

Perluasan pertanaman bawang putih

Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura bahwa Kabupaten Lombok Timur Agung Sunusi mengatakan, Sembalun merupakan salah satu sentra pengembangan bawang putih nasional yang mendapat perhatian prioritas.

“Hal ini ditandai dengan terus meningkatnya luas tanam bawang putih khususnya di Kecamatan Sembalun yg menjadi salah satu lokasi terluas dan ideal untuk pertanaman bawang putih,” kata dia.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya di antaranya memfasilitasi bantuan berupa benih dan pupuk. Sejak 2017 hingga kini, telah dialokasikan pengembangan kawasan bawang putih seluas 3.442 ha.

Saat ini, Kabupaten Lombok Timur terus melakukan perluasan pertanaman bawang putih.

“Perluasan itu tidak hanya mengandalkan APBN namun dengan adanya kebijakan wajib tanam 5 persen bagi importir, semakin banyak petani yang bermitra dan menanam bawang putih guna mensukseskan swasembada bawang putih 2021,” ujarnya.


Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com