Banjir di Sulsel, Mentan Langsung Beri Bantuan Benih dan Pupuk di Wajo

Kurniasih Budi
Kompas.com - Selasa, 10 Juli 2018
Banjir di Sulsel, Mentan Langsung Beri Bantuan Benih dan Pupuk di WajoDok. Humas KementanMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan pertanian bagi petani korban banjir di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).

 

WAJO, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung memberi bantuan bagi petani yang tengah dilanda banjir sehingga mengakibatkan gagal panen atau puso.

Petani di tiga kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan yakni Bone, Soppeng, dan Wajo menderita kerugian akibat banjir.

Total puso di tiga kabupaten ini seluas 11.480 hektar (ha), meliputi Wajo 7.591 ha, Soppeng 2.969 ha, dan Bone 920 ha.

Korban banjir di Kabupaten Wajo merupakan daerah pertama yang dikunjungi Amran, Senin (9/7/2018).

Bantuan pertanian

Dalam kunjungannya, Amran memberikan bantuan secara gratis berupa benih, pupuk, asuransi pertanian, serta alat mesin pertanian seperti pompa air dan eksavator kepasa petani di Wajo.

Bantuan juga diberikan untuk petani di Kabupaten Soppeng pada Selasa (10/7/2018). Khusus pupuk, total bantuan untuk 11.480 ha yakni 574 ton, nilainya mencapai Rp 2,7 miliar.

“Bapak Presiden sudah perintahkan langsung untuk kami ke lapangan dan beri bantuan pupuk dan benih gratis kepada seluruh masyarakat yang kena banjir di tiga kabupaten ini tanpa terkecuali,” kata Amran dalam pernyataan tertulis.

Menurut dia, pemerintah sangat fokus menyelesaikan permasalahan petani yang terkena banjir ini. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian memberi bantuan secara langsung.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan pertanian bagi petani korban banjir di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).Dok. Humas Kementan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan pertanian bagi petani korban banjir di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).

“Kami tidak ingin simbolis dalam pengirimannya, kami cek langsung pengirimannya dan kami cek langsung sopir juga agar bantuan dibongkar hari ini. Jangan sampai nanti benihnya dibawa pulang karena masyarakat membutuhkan benihnya dan kita gantikan benih dan pupuk gratis. Kami pastikan nanti juga kalau kurang bantuan kami akan kirim bantuan tambahan dari pusat,” ucap Amran.

Untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan secara cepat dan tepat sasaran, Amran meminta bupati dan dinas pertanian untuk mengerahkan brigade agar bantuan alat mesin pertanian, benih, dan pupuk agar cepat sampai ke petani.

“Pupuk hari ini kita bagikan ada 280 ton, harus dibagi hari ini juga. Kita tidak boleh menunggu sampai besok. Kami minta dinas agar selama pengerahan bantuan untuk terus memonitor bantuan agar sampai cepat dan tepat,” ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan pertanian bagi petani korban banjir di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).Dok. Humas Kementan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan pertanian bagi petani korban banjir di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).

Pengerahan bantuan pertanian pun dibantu dan diawasi pihak kepolisian dan TNI.

“Kami pun minta Kapolres dan Dandim untuk mengawasi serius bantuan. Tidak boleh yang main-main apalagi menyakiti ekonomi rakyat kecil. Ini ruang rakyat kecil jangan sakiti mereka. Kalau nanti sakiti petani, akan berhadapaan langsung dengan saya menteri pertanian,” ujar dia.

Banjir terparah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Sulsel Fitriani  mengatakan, banjir di Kabupaten Wajo diakibatkan karena luapan air dari Danau Tempe.

Banjir mulai terjadi sejak minggu lalu akibat hujan sehingga aliran sungai dari hulu bermuara di Danau Tempe.

“Total puso di Wajo 7.591 ha. Dari total tersebut yang bisa ditanami padi seluas 6.658 ha dengan kebutuhan benih padi 166,46 ton dan sisanya untuk ditanami jagung 933 ha. Sementara khususnya di Kecamatan Belawa, luas pusonya mencapai 3.785 ha dengan kebutuhan benih padi 94,6 ton,” katanya.

Baca juga: Banjir 3 Meter Rendam Puluhan Desa di Wajo, Warga Mengungsi di Atap

Fitriani menyebutkan banjir kali ini terparah sepanjang 10 tahun terakhir. Sebab, walaupun setiap tahun terjadi banjir, dampak lahan sawah yang terendam hanya mencapai 300 ha dan tidak membuat masyarakat terisolasi.

“Sehingga, banjir saat ini tidak hanya berdampak pada tanaman saja, tapi juga membuat masyarakat terisolasi,” kata dia.

 

PenulisKurniasih Budi
EditorKurniasih Budi
Komentar
Terkini Lainnya
Pertanian Jadi Salah Satu Ujung Tombak Penurunan Angka Kemiskinan
Pertanian Jadi Salah Satu Ujung Tombak Penurunan Angka Kemiskinan
Kementan
Daging Celeng Ilegal Ditahan Karantina Cilegon
Daging Celeng Ilegal Ditahan Karantina Cilegon
Kementan
HS Dillon: Pasar Pertanian Harus Dikawal dari Intervensi Mafia Pangan
HS Dillon: Pasar Pertanian Harus Dikawal dari Intervensi Mafia Pangan
Kementan
 Modernisasi Pertanian untuk Sejahterakan Petani
Modernisasi Pertanian untuk Sejahterakan Petani
Kementan
Kementan Bahas Pangan dan Gizi Bersama FAO dan WFP
Kementan Bahas Pangan dan Gizi Bersama FAO dan WFP
Kementan
Geliat Hortikultura di Papua Barat
Geliat Hortikultura di Papua Barat
Kementan
Telur Ayam Rp 19.500 Per Kilogram Resmi Disebar Menteri Pertanian
Telur Ayam Rp 19.500 Per Kilogram Resmi Disebar Menteri Pertanian
Kementan
Bersiap, Kementan Gelar Operasi Pasar Telur Ayam Besar-Besaran
Bersiap, Kementan Gelar Operasi Pasar Telur Ayam Besar-Besaran
Kementan
Kinerja Pangan Diklaim Ikut Meredam Kemiskinan
Kinerja Pangan Diklaim Ikut Meredam Kemiskinan
Kementan
Mentan Amran: Inovasi Produk Pertanian Harus Menyejahterakan Rakyat
Mentan Amran: Inovasi Produk Pertanian Harus Menyejahterakan Rakyat
Kementan
Di Surabaya, Menteri Amran Cek Mudahnya Perizinan dan Disiplin Pegawai
Di Surabaya, Menteri Amran Cek Mudahnya Perizinan dan Disiplin Pegawai
Kementan
Bibit Unggul Pertanian Tak Boleh Sembarang Disebar
Bibit Unggul Pertanian Tak Boleh Sembarang Disebar
Kementan
Inovasi Olahan Ternak Bisa Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat
Inovasi Olahan Ternak Bisa Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat
Kementan
Kementan Siapkan Solusi untuk Harga Telur Ayam yang Meroket
Kementan Siapkan Solusi untuk Harga Telur Ayam yang Meroket
Kementan
Mentan Lepas Bantuan Sejuta Benih Jeruk Keprok Unggul di Malang
Mentan Lepas Bantuan Sejuta Benih Jeruk Keprok Unggul di Malang
Kementan