Andi Amran Kobarkan Nasionalisme Lewat Kampanye Makan Buah Lokal

Kurniasih Budi
Kompas.com - Kamis, 17 Agustus 2017
Andi Amran Kobarkan Nasionalisme Lewat Kampanye Makan Buah LokalDok KementanMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tegaskan pihaknya akan mengembangkan potensi buah-buahan lokal dengan bantuan bibit, pupuk, dan optimalisasi lahan tidak produktif.


KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya cara cerdas untuk membakar nasionalisme seluruh rakyat Indonesia. Melalui kampanye makan buah nusantara, rakyat Indonesia diajak untuk lebih mencintai tanah air yang telah mempersembahkan buah berkualitas tinggi.

"Mencintai produksi buah Indonesia sama seperti mencintai merah putih, mencintai petani Indonesia, mencintai Bangsa Indonesia. Ayo kita konsumsi buah lokal, mari makan buah nusantara," katanya sambil membagikan buah-buahan lokal pada pengunjung car free day di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017).

Kementerian Pertanian sengaja memanfaatkan akhir pekan untuk mengadakan kegiatan bertema "Aku Cinta Buah Nusantara." Usai senam pagi bersama, kementerian menggelar acara makan buah bersama ribuan pengunjung car free day.

Saat itu, ribuan kilogram buah dibagikan gratis. Buah nusantara seperti pisang, jeruk, belimbing, salak, jambu air, buah naga, duku, mangga, jambu kristal, nanas dibagikan pada masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat Indonesia agar mencintai buah lokal, buah produksi kita sendiri. Sekarang ini buah kita kualitasnya tidak kalah dengan negara lain," kata Andi Amran.

Keunggulan kekayaan alam nusantara membawa berkah tersendiri bagi Indonesia. Berbagai macam buah mampu tumbuh subur di tanah Indonesia.

Keanekaragaman hayati yang ada, patut disyukuri oleh seluruh rakyat Indonesia dengan meningkatkan produksi yang ada dan mengkonsumsi buah lokal.

Keunggulan buah nusantara juga diminati negara lain. Saat ini, Indonesia mengekspor beberapa buah unggulan seperti nanas, mangga, dan manggis.

Ia optimistis jumlah dan jenis buah-buahan yang akan diekspor bakal bertambah signifikan.

Pemerintah, Amran melanjutkan, tak tinggal diam. Pada petani buah diberi bibit unggul dan pupuk gratis. Tujuannya, meningkatkan jumlah serta kualitas produk pertanian.

Embung Desa Lerep, Ungaran Barat
kompas.com/ syahrul munir Embung Desa Lerep, Ungaran Barat

Selain itu, pemerintah akan fokus mengolah beberapa jenis lahan yang selama ini masih kurang optimal pemanfaatannya.

Pertama, swampland (daerah rawa) lahan pasang surut. Luas daerah rawa mencapai 21 juta hektar dengan lahan potensial seluas 10 hektar.

Ada juga rain fat land  atau tanah tadah hujan yang ditanami hanya sekali dalam setahun karena bergantung pada curah hujan. Lahan jenis itu, kata Amran, bisa ditanami tiga kali dengan membangun rain water harvesting system.

"Ada dua raksasa yang harus kita bangunkan di Indonesia," katanya.

Untuk mewujudkannya, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDTT untuk membangun 30 ribu embung yang nantinya akan mengairi sekitar 4 juta hektar lahan.

Kejayaan rempah

Andi Amran juga menegaskan bahwa pemerintah bertekad mengembalikan kejayaan rempah-rempah nusantara seperti tahun 1500an.

Saat itu, penguasa rempah-rempah dianggap sebagai penguasa dunia karena nilai komoditas itu sangat tinggi.

Indonesia memiliki beragam rempah unggulan seperti cengkih (Syzygium Aromaticum), pala (Myristica Fragrans), dan lada atau merica (Piper Albi Linn).

Rempah-rempah Indonesia yang memperkaya kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Frankfurt, Jerman.
KOMPAS/SARIE FEBRIANE Rempah-rempah Indonesia yang memperkaya kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Frankfurt, Jerman.

Kementerian Pertanian berencana mengembangkan pertanian Indonesia berdasarkan keunggulan komparatif di masing-masing wilayah.

"Aceh dikembangkan kopinya, sementara Banda akan dikembangkan rempah-rempah cengkih dan pala," katanya.


PenulisKurniasih Budi
EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Kementan Kirim Bantuan Alsintan 44 Unit ke Sukoharjo
Kementan Kirim Bantuan Alsintan 44 Unit ke Sukoharjo
Kementan
Program Serasi Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Hasil Pertanian
Program Serasi Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Hasil Pertanian
Kementan
Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam
Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam
Kementan
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel
Kementan
Kementan: Warehouse UPJA Bisa Turunkan Biaya Produksi Usaha Tani
Kementan: Warehouse UPJA Bisa Turunkan Biaya Produksi Usaha Tani
Kementan
Pengendalian Alih Fungsi Lahan Jadi Strategi Peningkatan Produksi Padi
Pengendalian Alih Fungsi Lahan Jadi Strategi Peningkatan Produksi Padi
Kementan
Perpres dan Pemberian Insentif Bisa Tekan Jumlah Alih Fungsi Lahan
Perpres dan Pemberian Insentif Bisa Tekan Jumlah Alih Fungsi Lahan
Kementan
Kementan: Inflasi Berhasil Ditekan karena Ketersediaan Pangan Stabil
Kementan: Inflasi Berhasil Ditekan karena Ketersediaan Pangan Stabil
Kementan
Kesadaran Petani akan Program Asuransi Pertanian Terus Meningkat
Kesadaran Petani akan Program Asuransi Pertanian Terus Meningkat
Kementan
Mayoritas Petani Dinilai Puas dengan Program Pertanian Dalam Negeri
Mayoritas Petani Dinilai Puas dengan Program Pertanian Dalam Negeri
Kementan
Mentan Amran Dapat Gelar Bapak Mekanisasi Pertanian
Mentan Amran Dapat Gelar Bapak Mekanisasi Pertanian
Kementan
Ini Rencana Aksi Kementan untuk Tambah LTT Padi di Sumatera Utara
Ini Rencana Aksi Kementan untuk Tambah LTT Padi di Sumatera Utara
Kementan
Kekurangan Pupuk Subsidi, Pemda Dairi Lakukan Sosialisasi Kartu Tani
Kekurangan Pupuk Subsidi, Pemda Dairi Lakukan Sosialisasi Kartu Tani
Kementan
Mentan: Perlunya Transformasi Pertanian ke Pola Modern
Mentan: Perlunya Transformasi Pertanian ke Pola Modern
Kementan
Kementan Dukung Toli-Toli sebagai Lumbung Pangan di Sulteng
Kementan Dukung Toli-Toli sebagai Lumbung Pangan di Sulteng
Kementan