Menko Puan Berikan Bantuan dan Santunan bagi Korban Tsunami Lampung

Kompas.com - 26/12/2018, 15:14 WIB
ADW,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Puan Maharani mengunjungi kawasan terdampak tsunami di Lampung untuk melihat secara langsung dampak tsunami dan memastikan penanganannya, Selasa (25/12/2018).

Puan mengunjungi Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan sambil memberikan bantuan dan santunan bagi korban tsunami. Desa Way Muli merupakan salah satu kawasan yang terkena dampak tsunami terparah.

Di Desa Way Muli, Puan memberikan santunan secara simbolis kepada empat ahli waris korban tsunami sambil berdialog dengan para korban luka. Puan juga mengecek kesiapan pelayanan dapur umum yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Selain itu, Puan menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi Desa Way Muli yang terletak di pinggir pantai pasca tsunami.

Puan kemudian melanjutkan kunjungannya ke Desa Cugung. Desa tersebut menjadi posko pengungsian bagi warga Desa Way Muli karena letaknya berada di perbukitan. Para pengungsi ditampung di masjid, mushola, majelis taklim, serta rumah-rumah warga.

Pada kesempatan itu, Puan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban tsunami yang meninggal.

"Saya minta bapak dan ibu tabah menghadapi kejadian ini. Bagaimanapun hidup terus berlanjut, maka kita harus ambil hikmahnya atas peristiwa ini," ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (26/12/2018).

Di posko tersebut Puan juga memberikan bantuan sosial secara simbolis kepada pengungsi. Dia mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp 15 juta bagi setiap korban meninggal. Pemerintah juga akan membantu merenovasi rumah warga yang rusak.

"Rumah warga yang ada di pinggir pantai nantinya juga akan direlokasi. Pemerintah akan membangun rumah yang lokasinya nanti ditentukan oleh Pemerintah Daerah," imbuhnya.

Puan juga mengunjungi RSUD Bob Bazar untuk melihat penanganan korban tsunami. Terdapat 60 orang luka berat akibat tsunami di RSUD tersebut. Dia pun sempat meninjau ruang IGD dan dua ruang perawatan.

Di wilayah Lampung Selatan terdapat 3 lokasi yang menjadi prioritas penanganan, yaitu wilayah Way Muli, Kunjir, dan Bom. Puan mengatakan, pemerintah akan melakukan penanganan dampak bencana secara menyeluruh.

"Pemerintah akan segera melakukan penanganan dampak bencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan," tegas Puan.

Akibat tsunami di Lampung Selatan, tercatat sebanyak 110 orang meninggal dunia, 279 orang luka-luka dirawat di RSUD, dan jumlah pengungsi sekitar 1.300 orang. Sementara itu, 302 rumah dilaporkan rusak berat dan 1.200 rumah rusak ringan.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerja tersebut, Puan didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Turut serta Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, serta Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com